
Andra berbaring dikamarnya memikirkan akan seperti apa nantinya pernikahannya dengan Yanzhi, apakah akan terus berlanjut atau akan berhenti dipersimpangan jalan.Apalagi gadis itu akhir- akhir ini sangat dekat dengan teman lelakinya, sehingga membuat dirinya begitu Frustasi.
Memikirkan itu semua membuat Kepala Andra pusing tujuh keliling, ditambah lagi Yanzhi enggan untuk berdua dengannya disaat- saat yang tertentu, seperti yang terjadi malam ini, dimana Andra merasakan begitu kesunyian sendirian didalam kamarnya, bingung entah apa yang harus dilakukannya
Setelah Termenung beberapa lama, Andra melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kamar Yanzhi dan mengetuk pintu kamar gadis itu dengan perlahan
" Zhii..ii." kakak boleh masuk nggak."?? panggil Andra yang masih mengetuk pintu
" Masuk aja kak." nggak dikunci kok." !! sahut Yanzhi dari dalam kamar
Andra membuka pintu dan duduk ditepi ranjang memperhatikan Yanzhi yang sibuk mengerjakan sesuatu dilaptopnya tanpa menengok sedikitpun kearah Andra
" Zhii kakak mau ngomong." ucap Andra sedikit kesal karena merasa dicuekin sejak dirinya masuk kedalam kamar
" Tinggal ngomong aja kali Kak, susah benar buat ngomong" ucap Yanzhi namun belum juga menatap Andra
" Kakak serius Zhii, masa iya kakak ngomong, kamu malah nyuekin kakak kayak gini."!!! ucap Andra semakin kesal
Mendengar keluhan Andra yang demikian sehingga membuat Yanzhi mau tidak mau akhirnya menengok ke arah Andra meskipun masih berdiri disamping meja belajarnya
__ADS_1
" udah dilihatin Nii, sekarang ngomong deh nggak usah protes."!!! ucap Yanzhi berdiri dan menatap ke arah Andra, namun Andra tidak begitu puas dan menarik tangan Yanzhi agar duduk disampingnya sehingga membuat Yanzhi pun ikut terduduk.
" Nggak usah pegang- pegang deh." sakit tauu."ucap Yanzhi terduduk dan melepaskan Pergelangan tangannya dari genggaman Andra yang mau tidak mau Andra melepaskan genggamannya meskipun terpaksa
Andra menatap Wajah Yanzhi dengan Seksama memperhatikan lukisan Indah yang tercipta diwajah itu,yang begitu cantik, wajah yang sangat jarang ditatapnya seperti saat ini.
Kini dirinya menyadari ada rasa yang tercipta dihatinya yang paling dalam sehingga membuat dirinya begitu takut kehilangan wanita itu, takut wanita itu berpaling dan pergi meninggalkan dirinya bersama lelaki lain.
Andra memberanikan dirinya menyentuh Jemari Yanzhi dengan lembut, menatap dengan dalam kedalam mata Yanzhi,ada keinginan sangat besar disana ingin sekali menyentuh gadis itu layaknya pasangan suami istri lainnya, tapi apalah daya baru saja dirinya mendekatkan wajahnya didepan wajah Yanzhi, gadis itu malah menolak dirinya dengan keras
" Kakak apaan sih."!! kalau nggak ada yang mau di omongin lebih baik kakak keluar deh." Zhii mau belajar.."!! ucap Yanzhi dengan suara keras lalu berdiri menjauhi Andra
" Tapi kakak ini suami kamu Zhii." apa salahnya kakak nyentuh kamu." semua yang ada didalam diri kamu itu adalah milik kakak." ucap Andra dengan wajah memerah menahan emosinya karena penolakan dari Yanzhi itu
" Nggak perlu."!!! ucap Andra berdiri dan melangkah keluar menutup pintu kamar Yanzhi dengan keras
☆☆☆☆☆☆☆☆
Sebulan setelah kejadian pada malam itu, hubungan keduanya semakin merenggang, namun bukannya khawatir dengan hubungan dirinya dan suaminya, Yanzhi malah terlihat Happy aja, karena kekampus tidak di ekori Andra lagi
" Zhii kok kak Andra nggak nganterin Lo lagi."?? kita- kita kan kangen pengen liat wajah tampan Kak Andra."!! ucap Vivi dan dua teman lainnya serempak
" Haaaiiisss kalian apaan sih" kayak nggak pernah liat cowok ganteng aja."!! seru Yanzhi spontan
__ADS_1
" Biarin." lebih ganteng Kak Andra kalii ketimbang cowok Loe itu."!! ucap Vivi spontan
" Sorry yaa gue itu nggak pacaran sama Ryan, dianya aja tuh yang suka ngejar- ngejar gue." ucap Yanzhi yang memang tidak memiliki rasa apapun terhadap Ryan
Meskipun belum mencintai Andra tapi tidak pernah terlintas dibenaknya untuk menghianati suaminya itu, bagi dirinya menikah hanya sekali dalam seumur hidup, jadi meskipun dirinya menikah tanpa cinta, dia akan berusaha bertahan agar pernikahan itu tetap utuh sampai kapanpun
Dirinya hanya ingin bebas menikmati masa mudanya bersama teman- temannya, hanya.
hanya saja Andra selalu melarang dirinya untuk memiliki teman lelaki, padahal itu adalah hal yang wajar saja, selama tidak ada perasaan apapun terhadap lelaki lain selain suaminya
"Zhii kok gue liat Loe selalu ngehindar kalau ketemu Ryan." emangnya kenapa."?? tanya Bella
" K' Andra larang gue, buat bergaul sama dia."!!! ucap Yanzhi yang memang akhir- akhir ini selalu menghindar dari Ryan, karena dirinya takut apa yang dikatakan Andra tempo hari akan terjadi
" Whaaat sampai segitunya Zhii."?? bagus juga sih." Tipe suami dan kakak idaman."!!! itu artinya Zhi, K andra sayang benget sama kamu, dan takut terjadi apa- apa sama kamu."!! kamu beruntung Zhi punya Kakak seperti K " Andra."!! ucap Vivi
"Kakak apanya."?? itu suami gue kaliii." ucap Yanzhi dalam hati
"Iya juga sih."!! ucap Yanzhi singkat dan membayangkan bagaimana sikap Andra padanya yang begitu baik dan sangat menyayanginya walaupun itu entah rasa sayang terhadap dirinya seperti pada orang lain kebanyakan atau rasa sayang kepadanya karena Andra telah menyayangi layaknya pasangan yang sebenarnya, memikirkan itu membuat Yanzhi semakin bingung dan pusing tujuh keliling
Sementara Dikantornya Andra malah tidak konsentrasi memikirkan Yanzhi, banyak pikiran negatif yang hinggap dikepalanya sehingga membuatnya Frustasi memikirkan semua itu.Bayangan Yanzhi bersama Ryan terlintas dipikirannya, Andra menarik nafas dan menghenduskannya dengan kasar
"Jangan khianatin kakak Zhii." kakak nggak ingin kejadian lalu terulang lagi dirumah tangga kita." tetaplah disamping kakak Zhi meskipun selamanya kau tidak mencintai kakak, namun kakak akan berusaha agar kau bisa menerima kakak sebagai suami dan pelindung buatmu." ucap Andra dalam hati
__ADS_1