CEMBURU KARENA KU CINTA

CEMBURU KARENA KU CINTA
BAB SEMBILAN BELAS


__ADS_3

Didalam kamarnya Andra mondar- mandir tidak karuan, sesekali pandangannya di alihkan ke arah pintu, Andra seperti orang bodoh saja dibuatnya menunggu seperti itu, namun orang yang ditunggu tidak kunjung datang menghampirinya


" Shiiiit." sungguh keterlaluan"!!.Dianggapnya apa aku ini??? apa dia ingin pernikahan ini akan seperti ini selamanya, tidak ada perubahan sama sekali."!!!! Andra mengoceh tidak karuan saking kesalnya


" Apa aku Paksa saja ya, biar dia datang kesini." tapii Haiiiss sial," dia kan tidak sendiri." bisa- bisa aku sendiri yang kena Omelannya." baiklah Zhi sayang" kakak tunggu kamu disini." ucap Andra merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil telungkup



Niat Hati menunggu sang pujaan hati untuk memadu cinta berdua, yang ada hanyalah hayalan kosong belaka, apalah daya orang yang ditunggu sampai sedemikian larutnya tak kunjung datang juga, dan Anehnya orang yang menunggu malah sudah tertidur dengan nyenyaknya tampa mengunci pintu


Dikamar Yanzhi ketiga orang itu malah tertawa , menikmati layar kaca yang ada dihadapan mereka itu, entah apa yang membuat mereka tertawa dan bergembira, sehingga Gadis Cantik pujaan OM ganteng itu malah lupa, bahwa sedari tadi ada yang sedang menunggunya dengan gelisah didalam kamar yang lain



" Oh Iya tadi Gue lupa Nanya, si Nova kenapa nggak jadi ikut."?? katanya mau jalan bareng."?? Tanya Yanzhi menatap Vivi dan Bella secara bergantian menunggu jawaban dari keduanya


" Bokapnya tiba- tiba masuk rumah sakit, makanya nggak jadi ikut."!! ucap Vivi menanggapi pertanyaan Yanzhi


" Bagaimana kalau besok kita kerumah sakit."?? ucap Yanzhi memberikan Idenya


"Boleh..boleh." sahut Vivi dan Bella secara bersama- sama


Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00,menandakan waktu tidur malam mereka telah tiba dan percakapan mereka saat ini dipending terlebih dahulu dan akan disambung esok hari, dikala raga masih menyatu dengan nyawanya maka cerita- cerita pada malam ini akan selalu ada sambungannya, entah kapan akan berakhir tidak ada yang mengetahui..kecuali sang Pencipta yang kekuasaanNya tidak ada yang menandingi.


☆☆☆☆


Secercah cahaya matahari telah masuk menembus Dan memberikan cahaya keemasan melalui ventilasi kamar, ketiganya mengeliat setelah mendengar suara Alarm yang seakan menembus gendang telinga mereka bertiga

__ADS_1


Yanzhi bergegas bangun dan masuk kedalam kamar mandi, guna membersihkan tubuhnya setelah itu dirinya berjalan menuju dapur dan mendapati Bi Ina sedang menyiapkan sarapan


" Selamat pagi Bi." maaf ya Zhi kesiangan tidak bisa bantu BiBi deh." ucap Yanzhi menyesal, karena mengobrol sampai larut semalam sehingga dirinya harus bangun kesiangan


" Tidak apa- apa Non, ini semua sudah tugas BiBi jadi jangan merasa bersalah seperti itu." ucap Bi Ina


" Ooh iya Bii." Hmmm K Andra sudah turun."?? tanya Yanzhi menatap kearah pintu kamar Andra yang masih tertutup


" Deen Andra sudah bangun sedari tadi. mungkin sekarang masih olah raga diluar." ucap Bi Ina


" Hmmm Bii, tolong sediain Teh manis ya buat Teman - teman saya," saya liat K Andra dulu didepan " ucap Yanzhi berjalan menuju teras depan dimana Andra sering latihan dan berolah raga



" Untuk apa menatap Kakak seperti itu."??semalam Kakak sangat berharap Zhi mau datang kekamar Kakak, ternyata tidak."!! ucap Andra melihat ke arah Yanzhi yang tengah berdiri menatapnya



" Iya bagi Zhi perasaan kakak ini mungkin tidak ada gunanya, tapi bagi kakak itu sangat penting, karena Zhi sekarang adalah orang yang penting dalam hidup kakak." ucap Andra menyudahi kegiatan olah raganya dan masuk kedalam rumah membiarkan Yanzhi tenggelam dalam pikirannya sendiri


" Heeeyyy tunggu Zhi belum selesai bicara Tauu." panggil Yanzhi mengikuti Andra sampai didepan kamarnya


" Untuk apa ikutin kakak." mau mandi bersama."??? ayo kalau gitu."!! ucap Andra menarik tangan Yanzhi sehingga membuat Yanzhi gelagapan


" Siapa juga yang mau." tidak Usah GEer ya." masih pagi otaknya tidak usah diajak mesum yaa." ucap Yanzhi berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Andra


Diruang santai Vivi dan Bella sedang asyik mengobrol, mereka berdua tiada hentinya membicarakan Betapa mewahnya rumah sahabatnya itu, percakapan mereka terhenti manakala melihat Bi Ina yang datang menghampiri mereka dengan membawa dua gelas teh manis serta cemilan

__ADS_1


" Diminum dulu Tehnya Non." ucap Bi Ina menawarkan dan menyajikan teh serta cemilan tersebut di atas meja


" Terimah kasih ya Bii." udah baik mau ngurusin kita." ucap Vivi tersenyum ke arah Bi ina


" Sama- sama Nona." teman Non Yanzhi termasuk Teman Deen Andra juga, jadi harus Bibi layani dengan sepenuh hati." ucap Bi Ina tersenyum


" Bibi sudah lama ya kerja disini."?? tanya Bella kepo


" Lumayanlah sejak Deen Andra masih dalam kandungan." sampai sekarang ini." ucap Bi ina


"Berarti udah lama dong Bi." Oh iya Bii, berarti sejak orang tua Yanzhi dan Kak Andra meninggal dua tahun lalu Bibi yang ngurusin mereka berdua." kasihan sekali mereka harus hidup tampa orang tua." Ucap Bella ikut merasakan kesedihan Yanzhi dan juga Andra


" Ooh kalau orang tua Deen Andra itu meninggal sudah beberapa tahun yang lalu, sejak Deen Andra masih Sekolah Menengah, kalau Non Yanzhi Bibi kurang tau, cuma Bibi dengar selama ini Non Yanzhi tinggal sama tantenya." ucap Bi Ina menjelaskan


" Loh bukannya K andra sama Yanzhi itu sodaraan,seingat saya, orang tua Yanzhi meninggal baru dua tahun masuk tahun ketiga sih." ucap Bella merasa bingung dengan penjelasan Bi Ina


" Aakh si Nona berdua ini lucu deh, siapa bilang Deen Andra sama Non Yanzhi sodaraan, yang ada mereka berdua itu suami Istri."!!! ucap Bi Ina menatap Ke arah Bella dan Vivi yang terkejut dengan pernyataannya


" Maksud Bibi." mereka beneran suami istri."?? tanya Vivi memastikan kebenarannya


" Iya Non, sudah mau dua tahun." memangnya Non Yanzhi dan Deen Andra tidak memberi tahu status mereka."??? tanya Bibi setelah memberikan pernyataannya dan diangguki oleh Vivi yang masih kaget dengan apa yang didengarnya barusan


" Pantesan Kak K Andra tidak menyukai kalau Ryan mendekati Yanzhi." ternyata mereka suami istri." ucap Vivi bergumam namun bisa didengar oleh Bella


" Iya gue nggak nyangka, pantas saja selama ini wajah Kak Andra terlihat marah bila Yanzhi dekat dengan Ryan, bahkan marahnya itu sangat berlebihan untuk ukuran seorang kakak." oyaah ternyata kakaknya didalam kamar." Busyeet deh."!! hampir saja gue jadi Istri keduanya Kak Andra." celetuk Bella yang terlihat bengong


"Mimpinya jangan disiang bolong Bella."malam aja ngimpinya." Sungguh diluar dugaan." gumam Vivi tidak habis pikir betapa mulusnya Yanzhi menyembunyikan statusnya selama ini

__ADS_1


__ADS_2