CEMBURU KARENA KU CINTA

CEMBURU KARENA KU CINTA
BAB TUJUH


__ADS_3

Setelah kepergian Andra, Yanzhi dan ketiga temannya berjalan menuju kelas lalu duduk ditempatnya masing- masing, kebetulan tempat duduk mereka saling berdekatan


Ryan yang sedari tadi mencari keberadaan mereka akhirnya ikut bergabung dengan keempat wanita itu


" Kalian dari mana aja sih."?? gue tungguin juga sedari tadi." tanya Ryan yang memilih berdiri disamping Yanzhi dan menatap gadis itu,sehingga Vivi dan dua lainnya saling sikut memperhatikan Yanzhi dan Ryan yang saling bertatapan tersebut


" Ekheeem, emangnya yang ditanyain sebenarnya siapa sih."??? tanya Vivi menggoda Ryan sehingga membuat Lelaki itu buru- buru membuang pandangannya ketempat lain, sementara Yanzhi menjadi serba salah serta khawatir dengan perasaannya sendiri, dirinya takut akan terbuai dengan pria disampingnya itu


Perasaan Yanzhi seakan diaduk, ada rasa bahagia ketika bersama lelaki itu, lelaki yang sering membuatnya tertawa dan bercanda, sangat berbeda dengan Andra, selaku suaminya dirumah, Andra sangat baik kepadanya bahkan selalu memperhatikan dirinya, serta senantiasa memperlakukannya Bak Ratu, Namun entah mengapa Yanzhi merasa ada yang hilang dari rumah itu, dirinya bingung dengan perasaannya sendiri


" Heeyy Zhi."!! Ngelamun aja lo" Mikirin apaan sih."?? ditanyain Ryan tuh malah bengong sedari tadi, kesambet lo tau rasa." ucap Novi menepuk pundak Yanzhi sehingga membuat gadis itu tersadar dari lamunannya


" Heeeumm maaf gue lagi banyak pikiran Nih." ucap Yanzhi pura- pura


Kuliah jam pertama berjalan dengan Normal, Yanzhi begitu serius mendengarkan penjelasan dari dosennya, sesekali melirik ke arah Vivi yang dengan sengaja mengajaknya mengobrol


Ryan yang duduk tidak jauh dari Yanzhi seakan mendapatkan angin segar karena dengan bebasnya memandang wajah Yanzhi yang begitu Cantik, wajah gadis yang Dikaguminya sejak mereka sama- sama duduk dibangku SMA,


Entah jodoh atau apalah sehingga mereka selalu dipertemukan dalam setiap kesempatan namun Ryan takut untuk berterus terang tentang perasaannya dan juga takut akan ditolak oleh gadis itu, namun tidak untuk sekarang, Ryan berusaha mendekati gadis itu lagi dan akan segera mengutarakan perasaannya


" Zhii entar sepulang dari kampus, kita makan yuuk, mau nggak."?? ajak Ryan mendekati Yanzhi setelah Dosen pengajarnya keluar


" Maaf ya gue nggak bisa, soalnya sopir gue entar lagi datang buat jemput gue." tolak Yanzhi halus namun tidak dengan Ryan yang begitu kecewa mendengar penolakan tersebut


" Gimana kalau Lo, gue antar balik aja entar.?? dan sopir Lo suruh balik aja gitu." ucap Ryan yang tidak menyerah untuk membujuk Yanzhi untuk ikut bersamanya

__ADS_1


" Tapi nggak bisa Yan, Entar K Andra marah lagi sama gue."!! ucap Yanzhi yang benar- benar begitu takut pergi bersama orang lain terutama lelaki, dirinya takut Andra akan berpikir buruk tentangnya, apalagi lelaki itu sudah terang- terangan tak mau dikhianati. mengingat hal itu saja, Yanzhi bergidik ngeri, apalagi, apabila hal itu terjadi maka segala syarat yang di ajukannya sebelum menikah akan terhapus begitu saja, dan Yanzhi tidak mau hal itu terjadi


" Gue yakin Zhii, K Andra nggak akan marah kok,Kayak K Andra nggak pernah muda aja." ucap Ryan yang masih kekeh


" Tapiii Yan....???


" Udahlah Zhii tenang aja, entar gue yang ngomong sama Sopir Lo." okey."!! ucap Ryan memotong perkataan Yanzhi, karena dirinya tidak mau mendengar alasan lain lagi yang keluar dari mulut gadis itu


Yanzhi menarik nafasnya panjang, sesungguhnya dirinya sangat khawatir, namun melihat kegigihan Ryan, mau tidak mau dirinyapun mengangguk tanda setuju sehingga tanpa sadar Ryan melonjak kegirangan


Sepulang kampus Yanzhi berdiri dihalaman kampus bersama Ryan, menunggu kedatangan Pak Ujang, sopir pribadi yang ditugaskan untuk menjemput Yanzhi apabila Andra sedang sibuk


" Sore Non." apa Nona sudah mau pulang."?? tanya pak Ujang setelah keluar dari mobil dan menyapa Istri majikannya itu


" Tapi Non, saya sudah dipesan Tuan untuk menjemput Nona, dan saya takut Tuan akan marah."!! ucap pak Ujang yang benar- benar takut apalagi setelah melihat Ryan berani menyentuh tangan Yanzhi


Menyadari arah Pandangan pak Ujang, Yanzhi buru- buru menepis tangan Ryan, dirinya takut pak Ujang akan berpikiran yang macam- macam tentangnya


" Nggakpp kok Pak, nanti saya yang jelasain sama K Andra" bapak pulang aja, saya juga nggak lama bentar lagi pulang." ucap Yanzhi menjelaskan dan mendapat anggukan dari pak Ujang


Kini keduanya duduk di sebuah cafe yang tidak jauh letaknya dari kampus, menikmati berbagai macam makanan yang telah dipesan oleh Ryan namun Yanzhi tidak menyentuhnya hanya minuman dingin yang sudah habis diteguknya


♡♡♡♡♡♡


Setengah enam sore Andra pulang kerumah dan buru- buru masuk kedalam kamarnya lalu bergegas untuk mandi dan melaksanakan sholat magrib, setelah itu dirinya turun keruang tengah keluarga dan mendapati Bi Ina telah menyiapkan Teh manis diatas meja

__ADS_1


" Bi apa Yanzhi sudah pulang."?? kok nggak kelihatan."?? tanya Andra karena sejak masuk kerumah tidak melihat gadis itu


" Ada Deen, belum lama juga nyampenya, tapi Deen...."hmmmm Non Yanzhi di antar orang." Ucap Bi Ina sedikit takut


" Kok diantar orang." siapa."??? bukannya Pak Ujang yang jemput dia."?? tanya Andra dengan dahi dikerutkan


" Nggak tau juga Deen, tadi diantar pake motor, Bibi Hanya liatnya sekilas aja, mungkin temannya Non Yanzhi Deen." ucap Bi Ina yang yang memang melihat Yanzhi diantar oleh Ryan sampai dipintu gerbang


Perasaan Andra kian berkecamuk, wajahnya merah Padam,ketika mendengar penuturan Bi Ina, ada perasaan sakit disana entah dirinya Cemburu atau apalah, yang jelas ketika mendengar perkataan Bi Ina membuat hatinya memanas


" Jangan pernah khianatin aku Zhii."!! karena aku tak suka itu."!! ucap Andra perlahan dan beranjak kekamar Yanzhi lalu mengetuk pintu kamar gadis itu dan mendapati gadis itu baru selesai mandi, hal itu bisa diketahuinya dengan lingkaran Handuk kecil dirambut wanita itu namun sudah memakai pakaian lengkap


" Kamu baru pulang Zhii."?? diantar siapa."??? tanya Andra langsung tanpa basa- basi sedikitpun


" Iya Kak." diantar teman tadi."!! ucap Yanzhi menatap Andra sekilas lalu buru- buru membuang wajahnya ketempat lain, entah mengapa setiap pandangan mereka bertemu, Yanzhi tidak kuat menatap tatapan mata Andra itu


Setiap wanita yang memandangnya akan terpesona, terlebih ketiga temannya ketika melihat Andra seperti cacing kepanasan namun tidak dirinya yang bersikap cuek dengan lelaki itu


" Kalian kemana."?? kenapa musti di antar pulang kerumah, Pak Ujang kan bisa minta ditungguin."!! tanya Andra yang tidak suka dengan jawaban Yanzhi


" Kita cuma makan doang kok, nggak ngapa- ngapain." masa Iya minta ditungguin juga." Zhi juga pengen bebas dikit Kak." dirumah ini Bosan Kak."!! ucap Yanzhi terus terang dengan apa.yang dirasakannya


" Kakak nggak ngelarang kamu Zhi mau kemana aja yang kamu sukai, tapi satu yang kakak nggak suka, jangan pernah pergi dengan lelaki lain." ingat Zhi kamu Itu Istri kakak." ingat batasan Zhi ."!! ucap Andra mengingatkan dengan suara yang sedikit dinaikkan


" Ini nih akibatnya nikah sama OM- OM, masa jalan sama teman aja nggak boleh, semua dibatasin." ucap Yanzhi kesal sendiri melihat Andra yang telah melengos pergi setelah tadi menceramahi dirinya

__ADS_1


__ADS_2