
Andra mendekati ranjang lalu duduk disamping Yanzhi dan tersenyum penuh arti menatap Istrinya itu,menarik selimut yang masih menutupi sebagian tubuh Yanzhi perlahan mengangkat tubuhnya sehingga membuat Yanzhi panik bukan kepalang
" Kakak mau apa."?? dan mau bawa aku kemana."?? aku mau turun."!!Tanya Yanzhi yang sudah berada dalam gendongan Andra berontak berusaha turun dari gendongan Andra
" Berhentilah menolak Kakak seperti Ini Zhi."!! bukankah tadi sudah kakak bilang, kakak menunggumu dikamar, tapi kamu malah pura- pura tidur seperti ini."!!ucap Andra menatap Yanzhi yang berada dalam gendongannya lalu bergegas masuk kedalam kamarnya
" Kakak mau apa sih sebenarnya."?? kenapa membawaku seperti ini."?? aku bisa jalan sendiri."!! ucap Yanzhi menatap Andra malas
"Berhentilah bicara."!! Kakak akan memakanmu."!! dan melahap habis bibirmu itu."!! jadi berhentilah merontak."!! ucap Andra tersenyum sehingga membuat Yanzhi terdiam seketika mendengar ucapan Andra barusan
Sesampainya dikamar Andra menjatuhkan tubuh Yanzhi di atas kasur dan membuat Yanzhi meringis kesal
" Kakak pikir aku ini barang"?? diangkat sesuka hati dan dibanting seenaknya seperti itu."?? keterlaluan sekali."!!! gerutu Yanzhi menatap Andra kesal
" Habisnya kamu berat."!!kakak tidak sanggup terlalu lama menggendongMu." lagian tempat tidur itu empuk juga, jadi tidak usah khawatir tulangmu tidak akan patah juga."!!seru Andra
" Shiit."!!! siapa juga yang minta di gendong."?? Kakak saja yang terlalu bersemangat mengendongku."!! ucap Yanzhi tidak terima dibilang berat padahal beratnya hanya 45 kg saja
" Karena kakak ingin."!! sudahlah kakak mau ganti baju dulu."!! ucap Andra menuju lemari pakaian untuk mengganti bajunya dengan piyamanya
__ADS_1
" Idiih tidak malu apa." ganti bajunya disini." seru Yanzhi
" Kenapa harus malu, lagipula yang lihat semua ini Istri aku sendiri, kenapa harus malu." yang malu itu kalau dilihat wanita lain." ucap Andra yang masih bertelanjang dada dan segera memakai baju piyamanya
" aduuuh dia mau ngapain sih sebenarnya."?? keluh Yanzhi dalam hati
Setelah berganti Pakaian Andra berjalan menuju rak bukunya yang terlihat berantakan dan mengambil buku- buku tersebut dan juga map- map yang sudah menggunung diangkatnya dan ditaruhnya dihadapan Yanzhi
" Kenapa dengan buku dan map- map ini?? tanya Yanzhi heran menatap Andra yang berdiri dihadapannya
" Ya ini tolong kakak pilihkan berkas- berkas yang sudah tidak dipakai, dipisahin sama berkas yang masih baru." soalnya sudah bercampur, biar gampang mencarinya nanti." ucap Andra
" Kan besok bisa ,kenapa harus malam seperti ini, lagipula kenapa tidak minta Bi Ina yang membereskannya." ucap Yanzhi malas
"*kenapa perasaanku jadi seperti ini, deg..degkan jadinya .sikapmu seperti ini membuat aku tidak bisa membencimu kak Andra, seberapa besarnya aku berusaha menolak mu, semakin besar pula keinginanmu untuk mendapatkan hatiku, dan mungkin sekarang harus terbiasa dengan kehadiranmu dihidupku, dan menjalani semua ini apa adanya." gumam Yanzhi dalam hati menatap Andra sambil tersenyum
" Senyum itu Zhi."!! apakah senyum tulus itu benar- benar buat kakak Zhi' sampai kapan kakak menunggumu Zhi"?? memberikan hati dan cinta tulusmu buat kakak, menyambut kakak dengan senyum manismu saat kakak mengantar bahkan menjemputmu dikampus atau bahkan saat kita bersama, dan ini kali pertama kau tersenyum seperti itu Zhi" dan ini membuat kakak mabuk kepayang, benar- benar jatuh cinta padamu Zhi."!! ucap Andra dalam hati dan meniup wajah Yanzhi yang tengah tersenyum kearahnya*
Keduanya saling pandang dengan tatapan yang sulit diartikan,.perasaan berbunga- bunga kini menghinggapi kedua hati pasangan tersebut dan tampa mereka sadari kini wajah keduanya sangat dekat hanya tinggal berjarak satu centi saja maka kedua wajah itu akan bersentuhan
__ADS_1
Andra mengecup kening Yanzhi lembut dan itu sudah mampu membuat Yanzhi terbius diam tidak bergerak bahkan untuk protes saja seakan bibirnya terkunci dan membiarkan apa yang dilakukan Andra kepadanya yang kini telah merubah kecupannya yang tadinya dikening kini berpindah tempat
Andra mendaratkan ciumannya di Bibir Indah Sang Istri, sungguh dirinya begitu takut kalau wanita itu akan menolak dirinya lagi untuk yang kesekian kalinya, namun yang dikhawatirkannya sungguh diluar dugaan, gadis itu tidak bergerak bahkan hanya terdiam dan menunduk
" Maafkan kakak Zhi" kakak tidak bermaksud untuk bersikap seperti ini kepadamu."!! ucap Andra merasa bersalah
" Tidak apa- apa kak." Zhi yang salah" seharusnya Zhi tidak menyiksa Kakak seperti ini." ucap Yanzhi memberanikan dirinya menyentuk wajah Andra yang dilihatnya kini begitu tampan berbeda Dengan Yanzhi Andra malah gugup setengah mati, jantungnya berdebar dengan kencang dan berpacu dengan cepat sekali, sehingga Yanzhi mampu merasakan debaran tersebut
" Kakak Nervous ya."?? hati- hati nanti jantungnya copot." ucap Yanzhi tertawa dan beranjak menuju map- map yang berserakan dan mengaturnya sesuai permintaan Suaminya sementara Andra tersenyum
Malam ini dirinya begitu bahagia, kenapa tidak." hampir dua tahun hidup bersama dan ini kali pertama melihat Yanzhi tertawa lepas saat bersamanya dan sebagai bonusnya Yanzhi menyentuh wajahnya yang hampir saja membuat dirinya jantungan karena debarannya yang kencang
Hampir dua jam lamanya Yanzhi memilih dan memilah berkas- berkas tersebut,dan sudah diatur dengan rapi ditempatnya, sesungguhnya semua itu hanya di sengaja oleh Andra agar istrinya itu bisa bersama dirinya sepanjang malam dan bisa melihat gadis itu dimalam hari, karena selama ini dirinya dapat melihat Yanzhi ketika saat makan malam, setelah itu gadis itu akan mengurung dirinya dikamar, belajar atau bahkan chatingan bersama teman- temannya
Andra menatap Yanzhi yang sudah tertidur diranjangnya, dan itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Andra karena bisa menyaksikan istrinya tidur disampingnya nanti, Andra menyelimuti tubuh Yanzhi setelah memperbaiki tidurnya dan ikut tidur disamping Yanzhi dan memeluk tubuh istrinya mumpung sang istri sedang tidur
" Hanya dengan kamu tertidur seperti ini kakak bebas memeluk dirimu Zhi, tidak tau apa yang akan terjadi kalau kamu sudah bangun nanti, pasti kakak sudah kamu tendang kebawah ranjang." gumam Andra mengeratkan pelukannya
Sementara Yanzhi yang sudah tertidur nyenyak tidak menyadari, ada tangan berat yang sedang memeluknya dan kini kedua wajah itu sangat dekat dan tampa sadar Yanzhi kini tengah tidur diatas lengan sang suami sambil mencari kenikmatan tidurnya menenggelamkan wajahnya dibawah dada bidangnya
__ADS_1
" Rupanya kamu sangat nyaman disitu sayang." tenang saja Dada ini akan menjadi tempat sandaranmu saat kamu dalam keadaan sedih, senang bahkan saat kamu tidur seperti ini." bisik Andra ditelinga sang istri yang tengah tertidur pulas
" Aku mencintaimu Zhi." Love Forever. saat kita berjumpa, bahkan hari Ini, besok dan sampai mautlah yang memisahkan kita " ucap Andra mengecup kembali kening Yanzhi sebelum dirinya hanyut dalam mimpinya yang indah