
Sudah Hampir satu Jam lamanya Yanzhi duduk diam merenung seorang diri menikmati Tetesan Air hujan, bersamaan dengan itulah air matanya pun ikut menetes. kenangan bersama kedua orang tuanya terlintas dibenaknya kini.
Peristiwa dua tahun lalu, ketika dirinya masih kelas satu SMA dimana telah merenggut semua kebahagiaanya, canda tawanya.Kedua orang Tuanya meninggal dalam kecelakaan ketika akan pergi keluar Negeri.
Dan sekarang dirinya harus tinggal bersama dengan Adik dari Ayahnya.Tante Ayyun cukup baik kepadanya meskipun sekarang Tante Ayyun adalah seorang Janda yang suaminya telah meninggal enam bulan yang lalu karena penyakit gagal jantung yang dideritanya.
" Apa yang sedang kamu pikirkan Zhi, sehingga kamu harus bersedih seperti ini"?? tanya tante Ayyun mendekatinya setelah memperhatikan Yanzhi sedari tadi dari balik Pintu
" Nggakpp kok tante, Zhi hanya pengen menikmati Tetesan Air hujan ini." jawab Yanzhi berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah basah dengan Air mata
" Tante tau kamu masih teringat orang tuamu, jangan bersedih terlalu lama Zhi, sekarang yang tersisa hanya kita berdua,kita berdua harus melanjutkan hidup meskipun tanpa Om Yudha lagi" ucap Tante Ayyun mengelus rambut Yanzhi yang terurai panjang
" Iya Tante, Zhi mengerti." oh iya Tante hari ini Zhi mau Kekampus, mau ambil Formulir pendaftaran, sekaligus mau nyari pekerjaan sampingan." ucap Yanzhi yang sudah melupakan kesedihannya tadi, dan sekarang sudah terlihat bersemangat
" Tante nggak mau kamu nyari pekerjaan Zhi, Hasil dari rumah makan tante ini masih sanggup kok buat biaya kuliah kamu Zhi." ucap Tante Ayyun yang tidak suka dengan keinginan Yanzhi untuk mencari pekerjaan
" Tapi tante" Zhi pengen banget bantuin tante." plase yaa" Zhi mohon tante." ucap Yanzhi memohon sehingga mau tidak mau membuat Tante Ayyun mengangguk meskipun berat
" Makasih Tantee." Tante Ayyun The best lah." ucap Yanzhi begitu bersemangat dan memeluk Tante Ayyun
" Masih bau aah." sana mandi dulu." siap- siap katanya mau kekampus." ucap Tante Ayyun pura- pura menutup hidungnya sehingga membuat Yanzhi tertawa
__ADS_1
☆☆☆☆☆
Hujan telah berhenti sejam yang lalu, perlahan Matahari mulai menampakkan sinarnya meskipun masih malu- malu
Disaat yang sama dirumah megah ini, terlihat sosok pemuda tampan sedang berbaring dikursi yang menghadap ke arah kolam, menikmati kesunyiaanya yang hanya ditemani seorang Asisten rumah tangga yang sudah bertahun- tahun lamanya tinggal bersama dirinya sejak dirinya masih dalam kandungan
" Deen Andra sarapannya sudah siap." mau bibi bawah kesini."?? tanya Bi Ina pelan
" Nggak usah Bii, nanti aja Andra sarapannya." ucap Andra melirik Bi Ina sekilas dan kembali menatap ke arah kolam
" Deen kenapa nggak Nikah aja, umur adeen kan sudah cukup buat menikah."?? tanya Bi Ina pelan
"Bukan begitu lo Deen, Bibi hanya kasihan aja," setiap pulang kerja Adeen kecapean,kesepian sendiri, nggak ada temannya" ucap Bi Ina ceplas ceplos
" Loh kan ada bibi yang temanin saya dirumah." ucap Andra
" Beda loh Deen, maksud bibi biar ada temannya tidur, makan dan gobrol tengah malam gitu." ucap Bi Ina terkekeh
" Belum ada yang cocok dan ngena di Hati Bi." entar kalau ada, Andra kenalin sama Bibi" ucap Andra
" Iya deen." Ooh iyaa Adeen nggak ngantor yah?? tanya Bi Ina yang begitu peduli terhadap pemuda itu, yang sudah di anggapnya seperti Anak sendiri
__ADS_1
" Astagaa hari ini saya Meeting dengan Klien dari Australi." ucap Andra kaget dan langsung bergegas masuk kedalam rumah dengan tergesa- gesa
" Deen nggak sarapan dulu."?? teriak Bi Ina yang mendapati Tuannya telah masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan laju
Andra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dirinya khawatir jikalau terlambat bertemu dengab klien tersebut. Banyaknya persaingan Antar perusahaan membuat dirinya harus bergerak cepat sebelum orang lain yang mendapatkan Kontrak itu
Dalam perjalanan Andra menghubungi Adnan Asistennya dikantor guna menanyakan Meetingnya dengan klien dari Australia tersebut
"*Nan kok nggak ingetin gue sih soal meeting hari ini."?? tanya Andra kesal
" Yeeh Ponsel loe aja yang nggak aktif, dari semalam gue ingetin, makanya punya ponsel tuh digunain, gue juga udah ngirim pesan ke email loe." dibaca tuh." ucap Adnan dari balik telpon*
Andra bergegas mengaktifkan ponsel yang khusus digunakan untuk urusan pekerjaannya dan mendapati banyak email yang masuk dari Adnan,matanya melotot melihat isi email tersebut
"*Shitt kenapa nggak telpon dinomor ini semalam??? tanya Andra semakin kesal setelah melihat emailnya yang mengatakan meetingnya ditunda dan akan dimulai jam 11
" Ponsel loe keduanya nggak aktif dodol."!! sahut Adnan yang gusar karena dipersalahkan padahal salahnya sendiri menonaktifkan ponselnya ketika mau tidur
" Sialan nggak sopan bangeet." gini- gini gue atasan loe yach." sahut Andra kesal dan mematikan sambungan telponnya sepihak*
Andra dan Adnan sudah berteman sejak keduanya masih sama- sama duduk di bangku SMP, keduanya sangat Akrab baik dirumah maupun dikantor. mereka terkenal dengan sebutan A Two boy
__ADS_1