CEO 2D Atau MALAIKAT MAUT

CEO 2D Atau MALAIKAT MAUT
BAB 21 - RENCANA BUSUK KYLE


__ADS_3

Merasa posisinya tak aman, Kyle bersiap-siap untuk keluar mencari cara supaya Aideen menjadi miliknya lagi. Dia menghidupkan mesin mobilnya lalu menginjak gas hingga akhirnya tiba di sebuah apartemen yang ada di tengah kota.


Wanita berusia 29 tahun itu memencet tombol 37 yang ada di lift. Saat pintu lift itu terbuka, sosok pria yang tak lain adalah Dwyne menyambutnya dengan senyum yang lebar. Apartemen yang ditempati Dwyne merupakan apartemen mewah yang memiliki lift khusus langsung tiba di ruangan saat lift terbuka.


"Welcome home, Baby!" ucap Dwyne sambil mengecup lembut pipi Kyle, "ada apa dengan wanitaku ini? Wajahmu terlihat seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya, sangat menyeramkan."


Kyle tak mempedulikan perkataan Dwyne, dia menghempaskan tubuhnya ke atas sofa, merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan sebungkus rokok dan mancis, lalu dia membakar rokok tersebut, menghisapnya dalam-dalam dan menghembuskannya ke wajah Dwyne.


Dwyne mengibas-ngibaskan tangannya untuk menghilangkan asap rokok yang menerpa wajahnya sambil tersenyum miring.


"Ku pikir dia impoten. Ck. Ternyata bisa juga menghasilkan seorang anak," celetuk Kyle sambil menghisap lagi rokoknya.


"What? Pria dingin yang sok suci itu? Hahaha. Mungkin saja sekali main dia sudah KO!" tutur Dwyne sambil ikut membakar rokok yang dia ambil dari bungkusnya.


"Tak mungkin. Aku mendengar dengan jelas bahwa mereka bercinta hampir 3 jam berturut-turut sampai kaki ku kesemutan."


"Tiga jam? Kau membual! Aku tak percaya itu. Ck."


Kyle menatap ke arah Dwyne dengan tajam.


"Tapi aku mendengarnya sendiri, wanita itu terjerit-jerit tanpa henti dan mereka-"


"Cukup!" Dwyne tiba-tiba terlihat kesal, "kau cemburu? Kau benar-benar menyukainya?"


Kyle terdiam tak habis pikir, bagaimana mungkin dia menyukai pria yang impoten itu, karena sejak dulu dia selalu menggoda pria itu, tapi ia tak pernah sekalipun menggapi godaannya, sampai-sampai dia ragu untuk menikahi Aideen dan memilih Dwyne yang sangat memuaskan untuk urusan ranjang.


"No, i'm not jealous. Hanya saja, aku tak menyangka dia membodohi aku selama ini!"


"Come on, Baby. Tak mungkin kau kesal hanya karena dia membodohimu?" Dwyne terlihat memaksakan senyumnya, dia sadar bahwa Kyle perlahan memiliki rasa cemburu pada istri sah Aideen.


Merasa kesalnya tak kunjung padam setelah menghabiskan sebatang rokok, dia memegang leher Kyle dengan kuat.


"Aku takkan tinggal diam jika kau menyukai pria impoten itu! Ingat tujuan kita!" ucap Dwyne dengan tatapan yang mengerikan lalu melepaskan tangannya dari leher Kyle.


"Ohokk... Ohokkk..." Kyle terbatuk-batuk sambil menghirup nafas dalam-dalam karena dia hampir saja kehabisan nafas, dia menatap Dwyne dengan tatapan yang sinis.


Melihat tatapan Kyle yang mulai menajam, Dwyne kembali berubah dan menjadi pria yang sangat berbeda dari sebelumnya.


"Baby, i miss you," Dwyne mencium bibir Kyle namun Kyle tak menanggapinya.


"Hey!" teriak Dwyne menatap Kyle sinis.


Karena tak ingin berdebat, Kyle membalas ci-uman pria itu dengan panas. Tak hanya sebatas ci-uman, mereka melanjutkan olahraga panas mereka di sofa itu dan akhirnya mereka tiba dipuncak dengan er angan yang maha dahsyat.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan pada wanita itu agar Aideen melupakannya?" tanya Kyle sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Bukankah dia sedang hamil?" Dwyne menatap ke arah Kyle dan wanita itu tiba-tiba tersenyum dengan girang.


"Kenapa aku tak pernah berfikir secerdas itu ya?!" ucap Kyle yang langsung duduk dari tidurnya, "harus ku apakah janinnya supaya mati?!"


"Bagaimana dengan tak sengaja mendorongnya dari tangga? Atau membuat lantai licin sehingga dia bisa saja terpeleset, dan keguguran?!"


"Kau benar! Aku tak salah memilihmu daripada Aideen yang hanya mengandalkan harta itu!" Ucap Kyle. Wanita itu mengenakan pakaiannya lalu meraih tas dan ponselnya.


"I need to go now."


"Kau datang hanya untuk melepaskan hasratmu?! Ck! Kau benar-benar ja lang yang mesum!" rutuk Dwyne sambil tertawa.


Kyle tak menyanggah perkataan pacarnya itu, dia hanya tersenyum sambil memakai heels lalu berjalan menuju lift dan menekan tombol panah ke bawah.


"Jaga staminamu untukku!" ucap Kyle dengan tatapan genitnya, lalu pintu terbuka dan di memasuki lift tersebut, perlahan pintu lift tertutup.


...****************...


Di waktu yang sama, Jihan terbangun dari tidur lelapnya. Menatap ke kiri dan ke kanan, di sedang mencari Aideen. Sadar akan ke bodohan dirinya, dia menepuk jidatnya sendiri.


"Apa yang kau harapkan Jihan?" gumamnya sambil tertawa sendiri. Masih terngiang-ngiang di telinganya atas pernyataan Aideen tadi.


Di sela-sela kebahagiaannya, terlintas pikirannya pada Ezryl.


"Ezryl!" Dia langsung bangun dari tidurnya dengan mata yang terbelalak menatap lurus ke depan.


"Apa yang harus ku katakan padanya? Lagi-lagi, aku mengecewakannya."


Dia menuruni kasurnya untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi, dengan balutan handuk, dia melihat pantulan tubuhnya. Sorot matanya terfokus ke tanda-tanda kepemilikan yang dibuat oleh Aideen tepat di da da dan lehernya.


"Pria itu benar-benar mesum!" rutuk Jihan sambil menyentuh lembut lehernya. Namun dia tak kesal, sudut bibirnya terangkat, perlahan senyuman terukir di wajah polos gadis berusia 23 tahun itu. Wajah tanpa makeup, namun terlihat cantik dan bersinar.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Jihan, dia bergegas membuka pintu tanpa sadar bahwa saat ini dia hanya mengenakan handuk.


"Ezryl!" ucap Jihan dengan girang. Ezryl menatap leher Jihan yang penuh dengan bekas yang ditinggalkan oleh Aideen, lalu dia tersenyum pahit.


"Baguslah jika kalian sudah baikan," ucapnya lirih.


Jihan yang menyadari hal itu pun langsung menutupinya dengan tangan, namun tangannya terlalu kecil untuk menutupi bekas yang terlihat di mana-mana.

__ADS_1


"Se-sebentar, aku akan memakai pakaianku!" Jihan langsung menutup pintu kamarnya tanpa menunggu jawaban dari Ezryl.


Setelah beberapa menit, gadis itu kembali membuka pintu, namun dengan penampilan yang menawan. Dia terlihat anggun dengan dress polos casual berwarna lilac, rambut panjang yang di gerai dan sedikit sentuhan makeup.


"Aku senang melihat kau dapat tersenyum lagi," ucap Ezryl sambil menghela nafasnya.


"Ini dan ini tidak sejalan," Jihan menunjuk kepala dan da da Ezryl, "hatimu berkata A, namun pikiranmu berkata B."


"Ku rasa aku tak perlu menjelaskannya, karna sudah sangat jelas sampai kau dapat menebaknya."


"Maafkan aku, Ezryl. Sama sepertimu, hati dan pikiranku tak sejalan."


"Tidak apa-apa. Hati dan fikiran memang sulit ditebak, itu lah kenapa aku ke sini. Aku tak ingin kau memikirkan hal yang tak penting."


Jihan menatap wajah Ezryl, terlihat kekecewaan yang tak dapat dia ungkapkan, tapi terukir jelas. Pria itu terlihat rapi dengan paduan celana jeans dan kaos putih.


"Kau ingin keluar?" tanya Jihan penasaran.


Ezryl menaikkan kedua alisnya.


"Karena sudah terlanjur membuat janji dengan pemilik apartemen, aku merasa bersalah jika membatalkannya," jawab Ezryl sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celana.


"Perlu ku temani?"


"No, tetaplah di rumah. Kau harus istirahat yang banyak, jangan sampai kelelahan."


Ezryl perlahan mundur dan membalikkan tubuhnya membelakangi Jihan. Dia menuruni tangga menuju lantai 1. Saat Ezryl ingin memasuki mobilnya, terlihat sebuah sedan Mersi merah memasuki pekarangan rumah. Sosok yang membawa mobil itu keluar, ternyata Kyle.


"Dari mana dia?" gumam Ezryl sambil memasuki mobil.


"Ah. Bukan urusanku!" timpalnya lagi.


Kyle memasuki rumah dengan langkah yang gontai, dia tersenyum dan sesekali tertawa sendiri saat memikirkan rencananya untuk mengakhiri nyawa janin Jihan.


Tak tak tak.


Bunyi hentakan tumit heelsnya terdengar nyaring saat menyentuh permukaan keramik. Di ujung tangga lantai 2, terlihat Jihan yang juga muncul dan menuruni anak tangga.


"Takdir benar-benar berpihak padaku!" batin Kyle dengan tatapannya yang berapi-api, seperti harimau yang telah menemukan target dan membidik mangsanya.


"Mari kita lihat, sampai di mana kau bisa tersenyum saat kau kehilangan janin sialan itu!" Gumamnya lirih nyaris tak terdengar.


...****************...

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2