
..."Sekecil apapun luka itu, ia akan menjadi parah jika tidak diobati." - Ezryl...
...✍🏻✍🏻✍🏻...
Jihan dan Ezryl memasuki apartemen sambil membawa beberapa tentengan tas belanja. Banyak sekali barang-barang dapur yang mereka, mungkin karena Jihan ingin belajar memasak atau mungkin saja karena Ezryl ingin memasakkan banyak makanan lezat untuk Jihan.
"Kau istirahat saja, aku yang akan membereskan ini," ucap Jihan sambil menguncir kuda rambut panjang coklatnya.
"Aku ini pria yang rajin. Apa itu istirahat? Kurang dari setahun ini juga aku akan beristirahat dengan tenang," ucap Ezryl sambil membuka tas belanja tadi.
"Ryl," gumam Jihan lirih. Matanya menatap ke arah Ezryl dengan tatapan yang sulit ia gambarkan. Apakah itu rasa simpati? Entahlah, ia pun tak dapat menjelaskannya.
"Bagaimana jika kita langsung masak?" ucap Ezryl sambil mengeluarkan bungkusan spagetti.
"B-boleh."
Ezryl memutar tubuhnya ke arah kulkas, lalu ia mengambil celemek yang tergantung di samping kulkas. Pria itu mendekati Jihan. "Han."
Jihan menoleh menghadap ke arah Ezryl. Gadis itu mengangkat kedua alisnya saat Ezryl mengalungkan celemek dan mengikatkannya kebelakang tubuh Jihan.
"Aku akan mengajarimu memasak," ucap Ezryl lembut.
__ADS_1
"Aku khawatir jika nanti rasanya aneh, hehehe," Jihan terkekeh membayangkan masakannya yang nantinya tak berasa.
"Selagi ada aku di sisimu, masakanmu pasti enak."
"Wahhh... rasa percaya dirimu tinggi sekali ya!" seru Jihan sambil menatap ke arah Ezryl.
"Hahaha... sejak kapan malaikat maut merendah diri?"
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak. Jihan melihat apa yang dilakukan oleh Ezryl dan ia mengikutinya. Ezryl mengambil talenan dan pisau, ia mengupas bawang bombay di samping Jihan.
"Biarkan aku memotongnya!" ucap Jihan antusias.
Ezryl memberikan pisau dan bawang bombay kepada Jihan sedangkan ia pergi mengambil daging dan mencucinya. Lalu daging itu ia cincang menjadi kecil-kecil. Saat ini mereka sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan utama untuk memasak spagetti carbonara, keduanya berdiri bersebelahan di dapur sederhana itu.
"Ryl, tiba-tiba saja aku ingin memiliki sebuah cafe. Hahaha."
"Ide bagus!" seru Ezryl. Pria itu menoleh ke arah Jihan. "Cafe yang seperti apa?"
"Eum ... yang ada dipikiranku saat ini sih, aku ingin memiliki sebuah cafe di mana orang-orang dapat melepaskan rasa lelah, frustasi dan sedih mereka dengan mendatangi cafeku."
"Lalu, setelah berada di cafe itu, mereka akan mendapatkan kembali semangat dan mood mereka yang hilang," sambung Jihan lagi.
__ADS_1
"Biar kutebak, kau ingin membuka sebuah cafe bernuansa tenang disuguhi dessert-dessert yang lezat?!"
"Kau benar!" Jihan membulatkan matanya, sudut bibirnya melengkung menciptakan sebuah senyuman.
"Aww!" pekik Jihan tiba-tiba. Tangannya tersayat pisau saat memotong bawang bombay. Ezryl yang melihat hal itu, ia langsung menyuci tangannya di wastafel yang ada di sampingnya, lalu ia bergegas meraih jari Jihan yang berdarah dan mengem-utnya.
Terlihat kepanikan yang terpancar dari tingkah Ezryl, sedangkan Jihan terpaku, rasa sakitnya seketika sirna saat bibir Ezryl menyentuh jarinya. Ada debaran yang menggelitiki dadanya, entah itu karena terkejut karena respon cepat Ezryl atau karena sentuhan hangat Ezryl? Namun pikiran itu cepat-cepat Jihan tempis dengan menggelengkan kepalanya. Baginya, saat ini dia telah berstatus sebagai istri orang, apalagi suaminya masih hidup, hanya saja sedang amnesia.
"Ikut aku," ucap Ezryl sambil menarik tangan Jihan. Jihan hanya mengekori punggung kekar Ezryl dengan patuh.
Setibanya di ruang tamu, Ezryl menyuruh Jihan duduk, sedangkan ia mengambil kotak P3K yang ada di lemari kaca yang tak jauh dari kulkas. Pria itu juga tak lupa mengambilkan segelas air putih dan bergegas ke arah Jihan.
"Minumlah dulu," ucap Ezryl sambil menyodorkan air putih, lalu ia duduk di sebelah Jihan. Ia membuka kotak P3K dan mengeluarkan cairan antiseptik.
"Ini hanya luka kecil," ucap Jihan sambil memegang lengan Ezryl yang sedang membuka tutup cairan antiseptik.
"Sekecil apapun luka itu, ia akan menjadi parah jika tidak diobati," jelas Ezryl sambil memegang tangan Jihan. Sorot matanya tak dapat ia alihkan dari wajah gadis cantik yang ada di depannya.
...****************...
BERSAMBUNG...
__ADS_1