
"Nyonya!" Teriak Chris saat membuka pintu ruangan yang Jihan tempati.
Jihan yang saat itu baru saja memejamkan matanya beberapa menit, tersentak kaget karena teriakan Chris yang lantang membangunkannya. Tak ada bedanya dengan Ezryl, pria itu juga baru saja terlelap di sofa yang berada tak jauh dari kasur yang di tempati Jihan, seketika langsung duduk menatap ke arah suara yang mengusik tidurnya.
"Kau mengagetkanku!" Rutuk Ezryl. Dia memegang kepalanya yang seketika mendadak migrain karena bangun kaget.
"Ada apa, Chris?" Tanya Jihan. Gadis ini menangkap sinyal darurat dari wajah Chris. Wajah yang berantakan karena panik, nafas yang terengah-engah karena berlari dan baju yang berantakan. Apa yang terjadi sebenarnya?
"Maafkan aku mengagetkan kalian. Tu-tuan! Tuan kecelakaan!" Ucap Chris dengan lantang.
Bagai di sambar petir, Jihan yang mendengar kabar tersebut tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Gadis itu menutup mulutnya.
"Chris, jelaskan dengan benar. Bagaimana dia bisa kecelakaan? Lalu di mana dia sekarang?!" Ezryl bangkit dari sofa dan berjalan mendekati Chris yang masih berdiri panik di depan pintu.
Chris mencoba mengatur nafasnya untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi.
...****************...
#POV AUTHOR
Siang tadi, setelah meminta Ezryl menjaga Jihan, Aideen bergegas meninggalkan rumah sakit dengan tergesa-gesa. Dia menuju basement untuk mengambil mobilnya. Setelah itu, ia menancap gas dan melaju menuju rumah Nyonya Margareta.
"Benar! Aku harus mengusir Kyle agar Jihan tak terluka!" Gumam Aideen sambil fokus menatap jalan. Banyak hal yang terlintas di benaknya. Ada beberapa ketakutan yang ia khawatirkan terjadi jika ia memaksa Kyle untuk keluar dari rumah itu secara paksa. Namun tekadnya sudah bulat untuk menjaga satu-satunya wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.
Beberapa menit kemudian, Aideen tiba di tujuannya, rumah Nyonya Margareta. Pria itu turun dari mobil dan bergegas melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam rumah tersebut.
Saat ia tiba di dalam rumah tersebut, tepatnya di ruang tamu, terlihat Kyle yang sedang menangis di tersedu-sedu di dampingi Nyonya Reyna. Di sebrang Kyle, ada Nyonya Margareta yang sedang duduk sambil meremas tongkatnya dengan wajah yang menahan amarah. Amarah Nyonya Margareta semakin memuncak saat melihat kehadiran Aideen. Tanpa mengatakan sepatah katapun, Nyonya Margareta berdiri dari duduknya, lalu melemparkan tongkat kesayangannya ke arah Aideen. Dengan sigap Aideen mengelak dari lemparan tongkat tersebut sehingga tongkat itu mengenai lemari kaca yang ada di belakangnya.
__ADS_1
PRANGGG!!!
Serpihan-serpihan kaca jatuh berceceran di lantai keramik yang mengkilat itu.
Aideen terperangah melihat kelakuan tak biasa neneknya itu. Hal apa yang membuat neneknya itu menjadi begitu emosional.
"Nek?" Panggil Aideen. Perlahan ia berjalan mendekat ke arah neneknya, Kyle dan Nyonya Margareta. Wajahnya benar-benar penuh dengan tanda tanya.
"Anak kurang ajar!!!" Kutuk Nyonya Margareta sambil mengeram. Matany melotot menatap ke arah cucu satu-satunya yang ia miliki.
"Kurang apa?!!! Kurang apa sampai kau bisa menjadi binatang sebejat ini?!!!" Ucap Nyonya Margareta dengan lantang dan penuh penekanan.
"A-apa maksud, Nenek? Aku benar-benar tidak mengerti."
Tak puas mendengarkan ucapan Aideen, Nyonya Margareta mengambil cangkir yang berisikan teh panas di atas meja yang menengahi duduknya dengan Kyle dan Nyonya Reyna. Cangkir tersebut ia lempar ke arah Aideen dan kali ini cangkir tersebut mengenai dahi Aideen. Teh panas tersebut sudah tumpah duluan saat di lempar, namun kokohnya cangkir keramik itu mengenai dahi Aideen sehingga menggoreskan luka.
"Kenapa kau tega memperkosa Kyle?!!! Jika kau memang sangat mencintainya, kau tinggal melanjutkan pernikahan ini!!! Jangan memintanya untuk menjadi yang kedua hanya karena wanita sialan itu!!!" Bentak Nyonya Margareta.
Aideen membelalakkan matanya saat mendengar ucapan neneknya. Dia benar-benar terkejut aaat mengetahui bahwa dirinya difitnah oleh wanita yang merupakan cinta pertamanya.
"Nek, siapa yang mengatakan hal keji itu?! Aku ini cucu nenek dan nenek pasti tau bahwa aku tak akan pernah melakukan hal keji ini!" Sanggah Aideen.
"Dan kau! Kyle!" Ucap Aideen, dia menatap ke arah Kyle yang sedang duduk di sofa.
"Aku tak menyangka, wanita yang selama ini aku cintai, tega berkhianat dan tega memfitnahku!!!" Tukas Aideen lagi sambil menunjuk ke arah Kyle dengan nada yang penuh amarah dan kekecewaan.
Kyle yang sadar akan perbuatannya, hanya bisa tertunduk tanpa berani menunjukkan wajahnya kepada Aideen. Dia terpaksa melakukan hal keji ini karena ancaman dari ibunya.
__ADS_1
"Nak, kita pulang saja. Tak usah dipaksakan jika dia tak ingin mengakuinya. Cukup sudah harga diri keluarga kita di injak-injak," ucap Nyonya Reyna kepada Kyle. Wanita paruh baya ini sengaja berkata demikian agar Aideen semakin terpojok.
"Ck! Pokoknya aku minta wanita sialan ini pergi dari rumahku!" Ucap Aideen sambil menatap ke arah Nyonya Margareta namun dengan tangan yang menunjuk ke arah Kyle.
Merasa tak kuasa menahan emosi karena difitnah oleh Kyle, Aideen memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.
"Aku tak akan pernah menikahi wanita ini! Jika nenek memaksaku, aku tak akan pernah menginjakkan kakiku lagi di rumah ini!!!" Suara lantang Aideen menggema di ruang tamu tersebut. Dia benar-benar mengerahkan tenaganya untuk mengucapkan hal tersebut demi wanita yang ia cintai, Jihan. Setelah mengucapkan kalimat tersebut dengan lantang dan percaya diri, Aideen bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Perkataan Aideen benar-benar membuat Nyonya Margareta terdiam seribu bahasa. Wanita tua itu memegang dadanya mengiringi kepergian cucunya yang kian menghilang dari pandangan, ada rasa nyeri yang menyerang dadanya sejak ia emosi tadi, namun rasa sakit tersebut semakin terasa saat Aideen mengatakan tak ingin menginjakkan kakinya lagi di rumah itu. Bagaimana bisa cucu yang ia sayangi sejak kecil tega seberani itu demi seorang wanita yang tak jelas asal usulnya. Ia terduduk di sofa tersebut dengan tatapan kosong yang hampa.
Melihat Nyonya Margareta terduduk di sofa menahan sakit, Nyonya Reyna dan Kyle bergegas menghampiri Nyonya Margareta dan memberikan minum yang ada di atas meja.
Di luar rumah tersebut, Aideen masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju rumah sakit.
"Sial!!!" Umpat Aideen. Pria itu menonjok stir mobilnya menggunakan tangan kanan saat tangan kirinya memegang stir.
TIIINNNNN!!!!
Klakson panjang terdengar dari arah berlawan. Aideen langsung tersadar bahwa mobilnya saat ini tak berada di jalur seharusnya dan masuk ke jalur yang berlawanan. Ia bergegas membanting stir ke kiri, namun sayangnya malang tak dapat dihindari, sebuah mobil dari arah belakang melaju dengan kecepatan penuh menabrak mobil Aideen sehingga mengakibatkan mobil Aideen yang banting stir ke kiri tertabrak dengan kuat dan terbalik hingga terpental sekitar 300 meter.
...****************...
"Saat itu, aku sedang menuju ke rumah sakit untuk mengantarkan buah yang dipesan oleh Tuan, namun aku melihat mobil Tuan melaju dengan kecepatan yang melebihi batasnya dari arah berlawanan. Menurutku ada yang aneh, jadi aku memutuskan untuk mengikutinya. Ternyata Tuan ke rumah Nyonya Margareta. Tapi aku tak tau apa yang terjadi. Beberapa menit kemudian, Tuan keluar dari rumah dengan dahi yang berdarah. Dia kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sama dengan sebelumnya. Belum sempat aku menelfon Tuan untuk memperingatkannya agar membawa mobil dengan perlahan, Tuan terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil dari belakangnya karena dia banting stir mengelak dari hantaman mobil dari depan," jelas Chris panjang lebar.
"Di mana dia sekarang?!" Tanya Jihan cemas.
...****************...
__ADS_1
BERSAMBUNG...