CEO 2D Atau MALAIKAT MAUT

CEO 2D Atau MALAIKAT MAUT
BAB 35 - JARI MANIS ISTRIKU


__ADS_3

..."Aku akan menyarungkan cincin ini ke jari manismu, istriku." - Ezryl...


...****************...


"Bagaimana kau bisa memasak?" tanya Jihan kepada Ezryl tiba-tiba.


"Eum ... bagaimana aku harus menjelaskannya ya."


"Tinggal jawab ya atau tidak, Ryl," geram Jihan tak sabar.


"Memangnya kenapa?" tanya Ezryl sembil tersenyum smirk. Tangan pria itu sibuk memencet tombol tv untuk mencari siaran yang menarik.


"Aku tidak bisa masak, hehehe."


"Berarti kita jodoh!" Ezryl menoleh ke arah Jihan sambil tersenyum pepsodent.


"Ih!" Jihan mencubit perut Ezryl. "Kau ini ya!"


"Hahaha... memangnya aku salah?" tanya Ezryl sambil memegang perutnya yang geli karena cubitan manja Jihan. "Tak masalah jika kau tak bisa memasak, karena aku akan memasakkan apapun yang lezat untukmu."


"Bagaimana bisa?"


"Eum ... bagaimana jika sekarang kita ke supermarket untuk membeli bahan baku, terus kita masak! Aku akan mengajarkanmu!" seru Ezryl sambil bangkit dari duduknya.


"Eiyy... tunggu dulu! Kau ini tergesa-gesa sekali!" Jihan meraih lengan Ezryl dan menariknya sehingga tubuh Ezryl terduduk lagi ke atas sofa.


"Bukan tergesa-gesa..." Ezryl mengdekatkan wajahnya ke telinga Jihan dan berbisik, "tapi aku sangat bersemangat."


"Huh... kau membuatku merinding!" dengus Jihan sambil mengerlingkan matanya. Gadis itu menjauhkan tubuhnya dari tubuh Ezryl yang terlalu dekat. "Sebaiknya kita pikirkan dulu, apa yang akan kita masak!"


"Baiklah! Apa makanan kesukaanmu?"


"Eum... sebenarnya aku suka makan apapun, hehehe," kekeh Jihan sambil menutup mulutnya menggunakan jari-jari lentiknya.


Ezryl berpura-pura membelalakkan matanya sambil menjarakkan tubuhnya dari Jihan. "Jadi ... k-kau ... akan memakanku?!"


"Ish... kau benar-benar menyebalkan, Ezryl!" ambek Jihan sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan membuang muka ke kiri.


"Kau terlihat cantik saat merajuk. Sering-sering saja ya!" goda Ezryl sambil tersenyum menahan tawa.

__ADS_1


Akibat godaan Ezryl tersebut, Jihan tak dapat menahan malunya. Mungkin itu terdengar gombalan belaka, tapi gadis manapun akan tersipu saat mendengarkan kata-kata pujian tentang dirinya. Gadis itu menghela nafas panjang dengan wajah yang memerah seperti udang rebus.


"Hei, kemarilah, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu," pinta Ezryl sambil berdiri dari duduknya.


"Huh?" Jihan menoleh ke arah Ezryl sambil mengkerutkan keningnya.


"Kemarilah!" Ezryl menarik lengan Jihan dan membawanya ke kamar Jihan. Kini mereka berdua berdiri di depan kaca meja rias.


"Kau lihat, gadis yang di kaca itu cantik sekali, apalagi saat dia tersenyum," ucap Ezryl sambil menunjuk ke arah pantulan tubuh Jihan yang ada di kaca.


"Aaa... Ezryl!!!" Jihan menjauh dari meja rias agar ia tak melihat pantulan dirinya di depan kaca. Dia benar-benar sangat malu dengan ucapan Ezryl. Pikirnya, pria itu ingin menunjukkan sesuatu, ternyata malah menggodanya. Dasar malaikat maut usil, rutuknya dalam hati.


Ezryl tertawa terbahak-bahak saat melihat reaksi Jihan atas godaannya tadi. Pria itu memegang peritnya mencoba menghentikan tawa, tapi wajah gadis itu terlalu lucu sehingga membuatnya terusiterusan ingin tertawa.


"Baiklah, jika kau tak ingin berhenti, kita tak usah pergi ke supermarket!" Jihan merajuk sambil melangkahkan kakinya menuju pintu kamar.


Dengan sigap, Ezryl meraih lengan Jihan menahan langkah gadis itu. "Hahaha... ayo kita ke supermarket. Aku akan mengkondisikan ketawa ku."


...****************...


Ezryl dan Jihan keluar dari mobil Hyundai Palisade berwarna maroon yang mereka naiki setelah terparkir di depan supermarket yang mereka tuju. Sebenarnya mobil itu milik Aideen, tapi pria itu meminjamkannya kepada Ezryl untuk mempermudah transportasi Ezryl untuk pergi kemana-mana, apalagi Ezryl telah resmi menjadi BA di perusahaannya, Needia, sudah tentu dia ingin yang terbaik bagi karyawannya.


"Ryl!" Jihan berlari ke arah Ezryl yang telah jalan terlebih dahulu.


"Eh, maaf. Aku tak sadar, aku sedang memikirkan bahan baku apa yang akan kita beli," ucap Ezryl.


Kedua orang itu memasuki supermarket, mereka mengambil trolly dan Ezryl mendorong trolly tersebut.


"Biar aku saja," ucap Jihan. Gadis itu menawarkan dirinya untuk mendorong trolly.


"Tidak, biar aku saja."


"Tapi aku mau!" ucap Jihan sambil ikutan mendorong trolly bersebelahan dengan Ezryl.


Ezryl tersenyum simpul saat menyadari bahwa mereka berdua mendorong sebuah trolly yang sama di sebuah supermarket. Bagaikan sepasang pengantin baru pikirnya.


"Maafkan aku Dewa, gadis ini benar-benar telah mencuri hatiku," batin Ezryl.


Mereka berjalan menelusuri rak demi rak sambil melihat-lihat.

__ADS_1


"Spagetti!" celetuk Jihan tiba-tiba. Gadis itu menoleh ke arah Ezryl yang sedang sibuk melihat-lihat. Namun ucapan Jihan sontak membuat Ezryl menoleh ke arahnya.


"Kau ingin spagetti?"


Jihan menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Ezryl. "A-aku belum pernah memakannya."


"Aku juga belum pernah memakannya, tapi, mari kita memasaknya hari ini," timpal Ezryl.


"Hah?" bibir Jihan melongo mendengarkan ucapan pria itu. "Kau belum pernah mencobanya, tapi kau tau memasaknya? Atau kau hanya menebak-nebak bumbunya nanti?"


"Eum ... ku rasa aku masih ingat bagaimana cara memasaknya, seharusnya enak," ucap Ezryl sambil mengambil bungkusan spagetti yang masih mentah.


Jihan mengerutkan keningnya mencoba untuk mempercayai bakat memasak yang dimiliki Ezryl, padahal pria itu belum pernah mencobanya, bagaimana dia bisa tau rasa spagetti itu seperti apa?


"Selamat siang, Tuan Tampan, Nona Cantik!" seru wanita paruh baya yang berseragam putih dengan celemek hijau ditubuhnya. "Sepertinya kalian pengantin baru! Kebetulan kita ada promo. Aku juga akan memberikan diskon tambahan khusus untuk pengantin baru!"


"Err ...."


Ezryl tak membiarkan Jihan berbicara, pria itu segera menjawab sapaan dan tawaran wanita tua tadi dengan antusias. "Selamat siang! Wahhh, ini sangat bagus! Tawaran apa yang akan kami dapatkan?"


"Sebagai syaratnya, kalian harus selfie berdua sambil memamerkan cincin pernikahan kalian, setelah itu aku akan memberikan dua botol gratis saos cabe-nya untuk setiap pembelian tiga botol!"


"Bagaimana ini, kami sangat tertarik! Tapi kami buru-buru ke supermarket sampai lupa memakai cincin pernikahan kami," ucap Ezryl sambil memasang mimik wajah yang sedih.


"Sudahlah, kita pergi saja," bisik Jihan ke telinga Ezryl.


"Cincin!" seru wanita tua tersebut. "Nona Cantik, pakailah cincin pernikahanku ini untuk selfie. Mungkin terlihat kuno, tapi suamiku membelinya dengan membanting tulang."


Wanita tua itu melepaskan cincin emasnya yang ada di jari manis kanan, lalu ia memberikan kepada Ezryl. "Sekarang, sarungkan di jari istrimu, lalu kalian selfie menggunakan ponselku."


Dengan bahagianya, Ezryl mengambil cincin milik wanita tua tadi dan meraih tangan Jihan tanpa meminta izin terlebih dahulu ke gadis itu. Ia bergegas menyarungkannya ke jari manis Jihan.


"Aku akan menyarungkan cincin ini ke jari manismu, istriku," Ezryl menatap ke arah Jihan dengan senyum yang tulus dan tak dibuat-buat. Pria itu benar-benar mendalami sandiwaranya.


Deg deg deg!


Debaran yang tak biasa, seketika menggelitiki dada Ezryl. Begitu juga Jihan, ada rasa yang aneh yang mengusiknya tepat di dada. Entah kenapa tiba-tiba jantungnya berdetak kencang seperti akan meledak. Tubuhnya memanas saat Ezryl menyarungkan cincin di jari manisnya.


"Bahkan Aideen belum pernah membelikanku cincin dan menyarungkannya ke jari manisku." Tiba-tiba saja Jihan berfikiran seperti itu. Ia benar-benar tak habis fikir, kenapa ingatan tersebut tiba-tiba terlintas di kepalanya.

__ADS_1


...****************...


BERSAMBUNG...


__ADS_2