
..."Sayang, senyumnya yang biasa-biasa saja ya. Aku takut jatuh cinta kesekian kalinya saat melihat senyummu. Rasanya jantung ini ingin meledak saking indahnya," - Ezryl...
...✍🏻✍🏻✍🏻...
"Melihat suamimu menyarungkan cincin di jari manis, itu mengingatkanku akan masa lalu. Suamiku gemetaran sampai cincinnya jatuh saat itu. Ah! Aku ingin mengulang lagi saat-saat bahagia seperti itu!" seru wanita tua yang memakai celemek hijau itu sambil menatap ke arah Jihan yang sedang gugup. Wanita tua itu mengelus lembut pipinya sambil memejamkan mata mencoba mengingat kenangan manisnya bersama suami tercinta.
"Kau benar! Bahkan saat ini pun aku masih gemetaran saat menyarungkan cincin lagi ke jari istriku," Ezryl menyahuti seruan wanita tua tadi sambil tersenyum. Jihan dibuat terperangah oleh tindakan yang dilakukan oleh Ezryl.
"Hahaha..." wanita tua itu tertawa saat mendengarkan ucapan Ezryl. "Nah, sekarang kalian selfie menggunakan ponselku."
Ezryl meraih ponsel wanita tua tersebut, lalu ia mendekatkan tubuhnya ke arah Jihan menghapus jarak di antara mereka. Ezryl memegang pinggul Jihan dan mendekatkan pipinya ke pipi Jihan.
"Sayang, tunjukkan jari manismu!" seru Ezryl sambil mengarahkan kamera ke wajah mereka.
Dengan perasaan terpaksa dan malu, Jihan mengangkat tangan kanannya sebatas bahu, lalu ia membentangkan kelima jarinya untuk memamerkan cincin yang tersarung indah di jari manisnya. Sekilas melihat saja, Jihan terlihat sangat gugup dan pipinya merona, padahal ia tak mengenakan sentuhan blush on sama sekali.
"Sayang, senyumnya yang biasa-biasa saja ya. Aku takut jatuh cinta kesekian kalinya saat melihat senyummu. Rasanya jantung ini ingin meledak saking indahnya," goda Ezryl sambil menatap ke arah kamera. Ia berusaha membuat Jihan tertawa natural tanpa paksaan saat mendengarkan godaannya.
Cekrek!
Ezryl langsung memencet tombol jepret saat Jihan tertawa lepas mendengarkan godaannya. Gadis itu tertawa lepas menatap ke arahnya sambil memamerkan cincin di jari manisnya. Sesuai harapan Ezryl, foto yang ia dapatkan sangat membuatnya puas dan ....
Jantungnya berdebar tak karuan melihat sepasang mata menatap ke arahnya dengan tawa yang indah!
"Ah! Kalian sungguh pasangan yang serasi!" ucap wanita tua itu saat menatap foto selfie hasil jepretan Ezryl. "Baiklah, karena kalian telah memenuhi syarat, maka aku akan memberikan dua botol gratisnya beserta diskon dua puluh persen!"
"Wahhh!!! Kami sangat beruntung hari ini! Benar 'kan, Sayang?" kata Ezryl sambil menatap ke arah Jihan.
"Istrimu sangat pemalu! Hehehe," kekeh wanita tua itu. "Aku memakluminya, pengantin baru memang seperti itu, kalian hanya butuh waktu untuk terbiasa."
Jihan tak berbicara sepatah kata pun sejak tadi karena wajahnya sudah seperti udang rebus menahan malu. Ezryl benar-benar sukses membuat jantungnya berdebar!
"Dia memang seperti itu saat di luar rumah, tapi saat di rumah, dia berbeda. Istriku ini sangat manja padaku," jelas Ezryl sambil merangkul bahu Jihan dan mengusap-usapnya lembut.
__ADS_1
"Hahaha... aku doakan semoga kalian segera diberikan momongan," ada ketulusan dari doa yang diucapkan oleh wanita tua itu. Dia benar-benar bahagia melihat tingkah laku pengantin baru palsu itu.
Ezryl menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal saat mendengarkan ucapan wanita tua itu. Sedangkan Jihan hanya tersenyum menghargai doa yang diucapkan oleh wanita tua itu sebagai bentuk menghargai.
"Baiklah. Saatnya mengembalikan cincin," ucap Ezryl. Pria itu meraih tangan Jihan.
"Dingin?" pikir Ezryl saat menyentuh tangan Jihan. Ia tersenyum simpul. Sepertinya Jihan berdebar karena sandiwaranya tadi. Meskipun hanya sandiwara, setidaknya ia dapat merasakan menjadi seseorang bagi gadis itu.
"Nah, karena sudah selesai, aku kembalikan cincin ini kepada pemiliknya," Ezryl menyodorkan cincin itu ke atas telapak tangan wanita yang sudah berkerut itu. Lalu ia mengambil botol saos yang sudah disiapkan untuk mereka masukkan ke dalam trolly.
"Terima kasih! Jika kalian ingin mendapatkan diskon lagi, sering-seringlah ke sini!" seru wanita tua itu dengan sangat antusias.
Ezryl tersenyum sambil mendorong trolly bersama Jihan, mereka berdua berjalan meninggalkan wanita tua itu.
"Kau benar-benar pintar bersandiwara!" celetuk Jihan tanpa berani menatap wajah Ezryl. "Sepertinya kau akan menjadi aktor terkenal suatu hari nanti."
"Itu bukan sandiwara," tukas Ezryl sambil mendorong trolly tersebut ke arah rak bumbu-bumbu. Pria itu sibuk mengambil beberapa kemasan bumbu jadi, melihat komposisinya dan menbandingkannya dengan kemasan yang lain. Ia melihat kemasan tersebut dengan santai, seolah tak terjadi apa-apa tadi.
"Kau benar-benar curang! Bagaimana bisa kau begitu tenang setelah melakukan hal tadi?!" sergah Jihan tak terima dengan mimik wajah yang cemberut. Ia benar-benar merasa bahwa Ezryl sedang puas karena telah mengerjainya. Pasalnya gadis itu dibuat seperti udang rebus setelah digoda, sedangkan Ezryl terlihat baik-baik saja.
"Tak apa-apa. Debaran itu akan kuberikan terus menerus sampai kau tak dapat menolak kehadiranku di sisimu," batin Ezryl.
"Sayang," panggil Ezryl sambil mencondongkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Jihan.
Tak mampu menahan malu, Jihan beranjak pergi meninggalkan Ezryl. Gadis itu berjalan tanpa arah sambil berdecak sebal. "Ck! Mentang-mentang tampan! Kau pikir kau bisa membuatku berdebar?!"
Ezryl tak mengejar Jihan. Ia hanya tersenyum sambil melihat ke arah trolly yang ada di sampingnya.
"Ah! Foto tadi!" sentak Ezryl saat melihat botol saos yang ada di dalam trolly. Pria itu bergegas mendorong trolly untuk kembali ke tempat wanita tua tadi.
Tak membutuhkan banyak langkah, kini ia tiba di tempat wanita tua tadi.
"Kau sendirian?" tanya wanita tua itu saat tak melihat Jihan di samping Ezryl. Matanya celingak celinguk ke kiri ke kanan.
__ADS_1
"Istriku sedang ke toilet, hehehe," Ezryl tersenyum lebar. "Bolehkah aku meminta foto tadi?"
"Foto?" tanya wanita tua itu lupa. "Oh ... iya foto kau dan istrimu, ya? Sebentar. Aku akan mengirimkannya."
Wanita tua itu menghidupkan perangkat bluetooth di ponselnya diikuti Ezryl. Lalu ia mengirimkan foto tersebut.
...****************...
"Dia tak mengejarku? Dasar pria jahat!" gerutu Jihan. Gadis itu dibuat pusing oleh Ezryl karena dia harus mengitari supermarket besar itu untuk mencari sosok Ezryl yang tak ada dipandangannya. Gadis itu berjalan menelusuri rak demi rak yang ada. Sayangnya, ia tak kunjung menemukan sosok yang ia cari.
"Aku lelah," gumamnya lirih. Gadis itu merasa putus asa dengan wajah yang sedih.
"BAAA!!!" pekik Ezryl di telinga Jihan dari belakang.
"AAAA!!!" Jihan terkejut saat mendengarkan suara teriakan yang melengking di telinganya. Gadis itu memutarkan tubuhnya menghadap belakang.
"Kau kemana saja?! Aku mencarimu sejak tadi," ucap Jihan dengan wajah yang sedih. Gadis itu tertunduk dengan bibir yang cemberut.
"Makanya jangan jauh-jauh. Tetaplah di sisiku," ucap Ezryl sambil mencubit gemas pipi Jihan.
"Aww!!!" pekik Jihan. Ia menempik tangan Ezryl lalu mengusap-usap pipinya yang memerah karena cubitan gemas Ezryl. "Sakit!!!"
"Hatiku lebih sakit saat melihat bibirmu manyun, hehehe," kekeh Ezryl.
"Ayo, barang-barang yang dibutuhkan sudah aku pilih semua, kita segera ke kasir," sambung Ezryl. "Apa kau ingin sesuatu? Camilan atau buah?"
"Tidak usah, aku akan membelinya nanti jika butuh."
"Baiklah."
Mereka berdua pun berjalan menuju kasir dan membayar belanjaan yang mereka pilih. Setelah itu mereka bergegas menuju mobil.
"Dewa ... ku mohon. Biarkan kami bahagia seperti ini selamanya tanpa adanya pihak ketiga," gumam Ezryl lirih. Ia benar-benar menikmati kebersamaannya yang sederhana bersama Jihan.
__ADS_1
...****************...
BERSAMBUNG...