CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
gugup


__ADS_3

Puja terbangun dari tidurnya, ia segera bergegas membersihkan dirinya dan segera melaksakan shalat subuh.


Setelah shalat subuh puja pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan.


"Pagi bi!"sapa puja pada bi ira.


"Pagi nyonya!"jawab bi ira.


Puja dan bi ira segera memasak untuk menu sarapan yang akan dihidangkan.


Selesai memasak puja pergi ke kamar Andrean untuk memanggilnya, saat itu Andrean masih tertidur pulas.


"Tuan, bangun tuan!"ucap puja sambil menggoyang-goyangkan tubuh Andrean.


Tapi Andrean tidak membuka matanya juga.


"Tuan! Bangun tuan, kau harus bekerja bukan?"ucap puja terus berusaha membangunkan Andrean.


Bukannya terbangun, Andrean malah menarik puja jatuh di atas tubuhnya.


Andrean memeluk puja dengan erat seperti sebuah guling.


"Deg...deg...deg....!"suara detak jantung puja muali tak karuan karena pelukan Andrean tiba².


Nafas Andrean terasa begitu hangat mengenai wajah puja yang berhadapan dengan wajah Andrean.


Puja berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Andrean, namun Andrean malah mempererat pelukannya.


"Tuan, bangun tuan!"ucap puja sambil kembali menggoyangkan tubuh Andrean.


Akhirnya Andrean mulai membuka matanya.


"Kau kenapa memeluku!"teriak Andrean.


"Ma-maaf tuan, aku tidak memelukmu, kau tadi yang menarikku hingga kau jatuh!"ucap puja gugup.


"Kau menyalahkan ku?"teriak Andrean.


"Tidak tuan!"jawab puja.


"Terus!"tatap Andrean dengan mata tajamnya.


"I-itu salahku tuan!"jawab puja gugup.


"Kau kenapa memelukku! Dasar wanita tukang cari kesempatan!"ucap Andrean.


"Maafkan aku tuan!"ucap puja.


Dengan cueknya Andrean segera menuju kamar mandi.


"Dasar pria brengsek, jelas² kau yang menarikku, kau yang memanfaatkan kesempatan, tapi dengan mudahnya kau menyalahkan ku!"dengus puja dalam hati karena merasa sangat kesal.


"Tuan aku sudah siapkan sarapan, kau segeralah turun!"teriak puja dari luar kamar mandi Andrean.

__ADS_1


Puja segera turun kembali untuk menghidangkan makanan yang sudah di masaknya.


Tak lama kemudian Vania turun dari kamarnya.


"Hai kaka ipar, selamat pagi!"sapa Vania.


"Selamat pagi juga!"balas puja.


"Kak Andre mana?"tanya Vania.


"Dia sedang di kamar mandi, sebentar lagi dia turun!"jelas puja.


Vania segera duduk untuk menyantap makanan yang sudah di masak puja.


Andrean turun dari kamarnya dan segera menghampiri meja makan.


Sementara puja bergegas untuk melayani Andrean, karena ia tidak mau melakukan kesalahan yang akan membuat andrean marah.


"Kak masakan mu enak sekali!"ucap Vania, setelah selesai menyantap sarapannya.


"Ah masa!"jawab puja mengelak.


"Iya kak, lihat saja kak Andre sampai memakannya habis, jarang loh kak Andre menghabiskan makanannya!"sindir Vania pada Andrean.


Puja hanya tersenyum dengan pujian yang di berikan Vania.


Sementara Andrean menatap Vania dengan tatapan tajamnya, Vania langsung menghentikan ledekannya.


Namun ketika puja hendak masuk ke kamar mandi tiba² ponselnya berdering.


dilihatnya itu adalah pesan dari Andrean.


"cepat ke kamarku!"pesan dari Andrean seperti biasanya.


puja yang tadinya berniat untuk mandi, ia mengurungkan niatnya dan langsung menuju kamar Andrean.


"ada apa tuan?"tanya puja.


"siapkan air untuk aku mandi!"perintah Andrean.


"baik tuan!"jawab puja.


puja segera masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air.


"aku sudah menyiapkannya tuan!"ucap puja.


"oke baiklah, jangan lupa siapkan pakaian kerjaku!"perintah Andrean lagi.


"oh satu lagi, jangan pergi kemanapun tetaplah disini sebelum aku keluar dari kamar mandi!"ucap Andrean.


"baik tuan!"jawab puja.


dengan terpaksa puja menunggu Andrean yang sedang mandi.

__ADS_1


tak lama kemudian Andrean keluar dari kamar mandi, seperti biasa dia masih mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


puja melihat itu merasa kaget, puja kembali harus melihat Andrean yang tidak mengenakan baju dan membuat hatinya berdebar kencang.


tapi ia tidak menutup matanya karena Andrean pasti akan marah.


"mana pakaian ku!"pinta Andrean.


"ini tuan!"ucap puja sambil menyodorkan baju yang sudah disiapkannya.


Andrean pergi ke kamar ganti untuk memakai pakaiannya.


akhirnya Andrean keluar dengan pakaian yang sudah ia kenakan.


"ya ampun.... dia sudah tampan gagah lagi! baru satu hari aku tinggal dengannya itu membuat jantungku berdebar kecang, apalagi untuk waktu lama!"gumam puja karena terfana dengan ketampanan Andrean.


"heh kenapa kau melihatku seperti itu!"ucap Andrean membuyarkan lamunan puja.


"ti-tidak tuan!"jawab puja.


"pakaikan dasi ku!"perintah Andrean.


"hah aku di suruh memakaikan dasi, gimana ini? hanya dekat saja dengannya jantungku sudah berdetak kencang! apalagi memakaikan dasi?"gumam puja dalam hati.


namun puja tidak membantah, dia segera mengambil dasi dan memakaikannya pada Andrean, tubuhnya sangat gemetar, jantungnya berdetak tak karuan, apalagi nafas Andrean sangat terasa mengusap rambutnya yang terurai.


dengan cepat puja memasangkan dasi.


"apa kau gugup?"tanya andrean.


puja hanya tertunduk tanpa memandang Andrean.


"angkat wajahmu dan lihatlah aku!"perintah Andrean.


puja dengan pelan mulai mengangkat wajahnya dan menatap Andrean.


"kau gugup?"Andrean bertanya lagi.


puja tanpa di sadari ia menganggukkan kepalanya.


Andrean mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah puja, yang membuat detak jantung puja tak bisa terkontrol lagi.


"mau apa pria ini!"gumam puja dalam hati.


kini wajah Andrean sangatlah dekat sekali dengan wajah puja sekitar jarak 2cm, puja memejamkan matanya, ia pasrah dengan apa yang dilakukan Andrean.


"hahahaha....kenapa kau terlihat sangat gugup gadis bodoh!"tawa Andrean sambil menjauhkan wajahnya dari wajah puja.


"aku tidak tertarik kepadamu!"lanjut Andrean dengan wajah puas karena berhasil memainkan hati puja.


puja hanya menatap Andrean dengan tatapan kesal, tapi puja tidak bisa berbuat apapun karena puja menyadari dirinya sangatlah gugup ketika Andrean memperlakukannya seperti itu.


"ayo antar aku ke depan rumah! lakukan tugasmu sebagai seorang istri sekaligus pelayan buatku, aku akan berangkat bekerja!"perintah Andrean.

__ADS_1


__ADS_2