CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
akhirnya Winda tau


__ADS_3

"denger ya win gue pasti cerita semuanya sama Lo, tapi Lo jangan banyak tanya dulu, gue pusing jadinya!"ucap puja.


"Ya udah deh ayo cerita!"jawab Winda.


"Sebenarnya gue udah nikah win!"ucap puja.


"Apa Lo udah nikah! Sama siapa?, Ko Lo gak kasih tau gue!, Lo gak undang gue lagi!"ucap Winda serentak.


"Win,win, tuh kan Lo mulai lagi! Diem dulu, gue belum jelasin kan sama Lo!"jawab puja kesal.


"Ohhh iya, yaudah lanjutin!"ucap Winda.


"Nih sebenarnya gue nikah sama CEO pemilik perusahaan terkenal kota ini, dan tadi itu adalah adiknya!"terang puja.


"Ohh, demi apa lo?, Lo nikah sama tuan ganteng itu?, Lo tau kan kalau dia banyak digemari cewe, tapi sayang sikapnya dingin banget, jadi dia gak pernah ngelirik kita²....ehhh btw kok Lo bisa sih nikah sama dia!"tanya Winda.


"Iya win gue dipaksa nikah sama dia!"jawab puja pasrah.


"Kok aneh ya, Lo kenal dia dimana?"tanya Winda.


"Jadi gini, ayah gue di tuduh korupsi!"jawab puja.


"Hah ya ampun, terus...terus...apa hubungannya dengan Lo nikah?"tanya Winda semakin penasaran.


"Ya itu, waktu itu gue nantang bos ayah gue itu, bahwa gue bisa buktiin kalau ayah gak bersalah, terus dia kasih waktu 3 hari, dan...akhirnya gue gak bisa buktiin!"jawab puja.


"Apa...ko bisa² Lo nantang dia!"ucap Winda kaget.


"Ya gue refleks aja, dia buat perjanjian kalau gue gak bisa buktiin ayah akan masuk penjara selama-lamanya!"lanjut puja.


"Terus!"tanya Winda yang semakin penasaran.


"Ya iya, akhirnya bos ayah Dateng kerumah setelah tiga hari, dan dia bawa polisi, terus gue memohon aja kalau gue akan lakuin apapun untuknya agar ayah bisa bebas!"jawab puja.


"Terus dia minta gue nikah sama dia, agar gue bisa jadi pelayan seutuhnya buat dia untuk nebus kerugian yang telah ayah gue lakuin!"lanjut puja.

__ADS_1


"Dan akhirnya sekarang Lo jadi nyonya tuan tampan itu?"tebak Winda.


"Ya gitu deh, lebih tepatnya gue sekarang lebih jadi pelayannya!"jawab puja lirih.


"Kalau gue jadi Lo, gue pasti seneng banget deh jadi istrinya, walaupun harus jadi pelayan setianya,ahhh..,sosweat bangett!"ucap Winda sambil membayangkan sesuatu.


"Ihhh elo mau aja, gue aja sebenarnya ogah!"jawab puja.


"Ehh, btw tapi Lo sekarang gak papa kan?"tanya Winda khawatir.


"Gue gak papa ko, buktinya sekarang gue kuliah!"jawab puja.


"Syukur deh, tau gak gue tuh khawatir banget tau, Lo gak masuk kuliah lama banget, Lo juga gak pernah kabarin gue!"ucap Winda.


"Ya itu karena nomer gue sekarang udah ganti win!"jawab puja.


"Ohhh....pantesan!"ucap Winda.


"Ehhh tapi Lo jangan bilang siapa² ya kalau gue udah nikah!"pinta puja.


Hari itu akhirnya puja bisa mengurangi sedikit bebannya karena Winda sudah tahu apa yang terjadi kepadanya.


Karena sebentar lagi kelas akan mulai puja dan Winda segera masuk kelas mereka.


*****


Tidak lama kemudian kelas pun berakhir puja dan Winda keluar beriringan.


"Win aku mau ke toko buku nih, kamu mau ikut ga?"ajak puja.


"Ehhh...maaf ya puj gue sekarang mau nemenin nyokap belanja, sorry banget ya!"ucap Winda.


"Ohh iya ga papa, gue bisa sendiri kok!"jawab puja.


"Ya udah hati² ya Lo!"ucap Winda.

__ADS_1


"Oke, gue duluan ya,,, by...!"ucap puja sambil berjalan menuju ke luar kampus.


Puja sedang menunggu taxi lewat, karena ia juta tidak bawa kendaraa.


"Kak puja!"teriak Vania, dari jauh sambil menghampiri puja.


"Ehhh Van, kok kamu disini?"tanya puja.


"Iya kak kebetulan kelasku udah beres!"jawab Vania.


"Ohhh sama dong!"lanjut puja.


"Kalau gitu kita pulang bareng aja kak!"tawar Vania.


"Maaf Van, kayanya Kaka ngga bisa deh, soalnya Kaka masih ada perlu!"jawab puja.


"Ohh ya udah kalau gitu, nanti Kaka kabarin aku, Kaka dimana! Aku akan kirim supir biar jemput Kaka!"kata Vania.


"Oh gak usah biar nanti Kaka naik umum aja!"ucap puja.


"Ohh ya udah deh,,, aku duluan ya kak, Kaka hati²!"pamit Vania.


"Oke kamu juga hati² ya!" Jawab puja.


Puja pergi ke toko buku dengan sebuah taxi.


Dia mencari buku yang di butuhkan nya untuk tugas kuliahnya, karena ia sudah mendekati skripsi.


Tidak terasa hari semakin sore, puja berniat untuk segera pulang.


"Kenapa cuaca tiba² buruk!"gumam puja dalam hati.


dan tiba² hujan turun begitu deras, puja mengambil handphone nya.


"kenapa handphone ku juga mati, ya ampun gimana ini, kalau aku belum pulang nanti tuan marah!"ucap puja khawatir.

__ADS_1


__ADS_2