
"hai pak apa bapak meliahat ayah?"tanya puja pada seorang pegawai.
Para pegawai disini sudah tidak asing lagi dengan puja, karena setiap hari puja selalu datang dan mengantarkan makanan.
"Ehhh si cantik, ayah mu sedang bertemu big bos!"kata seorang pegawai.
"Ohh terimakasih pak!"ucap puja.
Puja segera menuju tempat ayahnya menemui bos nya.
"Apa ayah masih lama?"gumam puja dalam hati.
Puja duduk di salah satu kursi dekat ruangan di mana ayahnya sedang bertemu big bos.
"Aku akan coba melihat ayah siapa tau udah selesai!"pikir puja.
Ketika puja hendak berdiri, tidak sengaja ia bertabrakan dengan seorang pria.
"Ehhh....maaf, maaf tuan saya tidak sengaja!"ucap puja meminta maaf.
Namun pria itu tidak menghiraukan, dia memilih pergi karena sedang terburu-buru.
"Dasar orang aneh, aku kan sudah minta maaf, tapi dia malah pergi gitu aja!"gerutu puja.
"Tapi....sepertinya aku pernah melihatnya?"pikir puja karena sepertinya ia pernah bertemu dengan pria itu.
"Ehhh nak kamu udah disini?"tiba² suara ayahnya membuyarkan lamunan puja.
__ADS_1
"Ohhh...iya yah, ayah udah selesai urusannya!"tanya puja.
"Udah nak, tadi cuma ada masalah sedikit!"jawab ayahnya.
"Ayah tadi bertemu dengan siapa?"tanya puja balik.
"Itu tadi big boss....dia adalah seorang CEO perusahaan besar! Jarang² dia langsung ke sini loh!"jawab ayahnya.
"Ohhh...tapi tidak ada apa² kan yah!"puja penasaran.
"Tidak puja, tidak ada apa²!"jawab ayahnya meyakinkan.
"Ya udah ini makanannya yah, aku harus segera pergi, aku harus beli buku buat tugas kampus yah!"ucap puja meminta izin pada ayahnya.
"Ohh...yasudah kamu hati² yah, jangan pulang malem²!"kata ayah puja.
Karena puja sudah menginjak semester akhir maka ia harus lebih rajin balajar untuk persiapan membuat skripsi.
Kini buku yang di butuhkan sudah dia temukan, ia segera bergegas untuk pulang dengan sepedah kesayangannya.
Ketika sedang menikmati perjalan menuju rumahnya, puja nampak tertuju pada seseorang yang pernah ia temui, walaupun orang itu sedang berada dalam mobil, tapi puja yakin itu adalah orang yang menabraknya.
Puja ingin sekali menemuinya, karena orang itu sudah tidak bertanggung jawab atas kesalahannya.
Namun langkahnya terhenti, karena keadaan hari yang sudah semakin gelap, ayahnya pasti mengkhawatirkan nya jika ia belum pulang.
Puja lebih memilih untuk segera pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Tak memerlukan waktu lama puja sudah sampai di rumahnya, ia segera membersihkan dirinya, dan langsung mengerjakan shalat Maghrib.
Puja menatap langit² rumahnya sambil membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan ia teringat kepada pria yang menabraknya dan pria yang ia lihat tadi sore di jalan.
"Apakah ia orang yang sama?"pikir puja.
"Kalau tadi keadaannya masih siang, aku pasti menemuinya dan minta pertanggung jawabannya...! Meskipun aku tidak papa, pria seperti itu harus dapat pelajaran, tidak tau tatak rama dan sangat sombong sekali!"dengus puja kesal.
"Hei kak puja!"suara Miko mengagetkan lamunan puja.
Miko masuk ke kamar puja tanpa mengetuk pintu, karena kebetulan pintu kamar puja terbuka sedikit.
"Heh bocah nakal, ngapain kamu kesini?"tanya puja dengan nada kesal.
"Kak bagi uang dong!"rengek Miko.
"Nggak mau! Lagian untuk apa kamu minta uang sama Kaka?"tolak puja.
"Kak plisss....aku ingin beli baju seragam kelasku! Lagian kalau minta sama ayah gak akan di kasih kak!"rengek Miko seperti pada ibunya.
"Ya sudah besok Kaka kasih....tapi sekarang pergi sana! Jangan ganggu Kaka!"ucap puja pada adik kesayangan nya.
"Oke kaka cantik, makasihhh!"kata Miko senang.
"Dasar adik nakal, giliran ada maunya sikapnya sok manis!"ejek puja karena kesal dengan kelakuan adiknya.
Meskipun adiknya adalah orang yang selalu membuatnya kesal, tapi puja sangat menyayanginya, karena semenjak ibunya meninggal puja hanya punya adik dan ayah kesayangannya.
__ADS_1