
Pagi itu puja sedang menyiapkan sarapan bersama ayahnya, ia agak sedikit bersantai karena kuliahnya libur.
"Tok...tok...tok...!"suara ketukan dari rumah puja.
"Biar aku yang buka yah!"ucap puja sama ayahnya.
Puja langsung bergegas membuka pintu, mata puja langsung terbelalak kaget karena yang datang adalah Andrean dan pengawalnya.
Puja menatap Andrean dari atas sampai bawah, tanpa berkata apapun, karena hatinya mulai gemetar.
"Apa kau tidak akan membiarkan ku masuk!"tanya Andrean dengan tatapan penuh arti.
"Ohh, ya silakan tuan!"jawab puja.
Andrean beserta pengawalnya masuk ke dalam rumah, ia langsung duduk di ruang tamu.
"Sebentar tuan aku akan buatkan mu minum!"tawar puja.
"Tidak usah!"jawab Andrean singkat.
Tiba² pak Romi menghampiri.
"Nak, saiapa yang datang?"tanya ayah puja sambil berjalan menuju ruang tamu.
"Boss!"ucap ayah puja kaget.
"Langsung saja, aku mau kau menikah denganku!"ucap Andrean serentak.
Mata puja langsung terbelalak karena kaget dengan apa yang di ucapkan oleh Andrean.
"A-apa tuan, apa kau tidak salah bicara?"tanya puja terbata-bata.
__ADS_1
"Aku serius dengan perkataanku, kalau kau masih tidak mau ayah mu di penjara kau harus menikah dengan ku pagi ini juga!"ancam Andrean.
"Tapi tuan!"ucap puja.
"Tidak masalah kalau kau tidak mau, maka yang menggantikannya adalah ayah mu yang harus masuk penjara seumur hidup!"ucap Andrean semakin mengancam.
Hati puja berkecamuk, ini adalah pilihan yang sangat sulit untuknya, namun dia tetap tidak mau ayahnya di penjara.
Sementara ayah puja tidak bisa berbuat apapun, dia hanya menyaksikan dengan wajah yang lemas.
"Baiklah tuan aku akan memenuhi keinginanmu, asalkan kau bebas kan ayah ku dari hukuman!"jawab puja tegas.
"Bagus! Itu adalah pilihan tepat!"jawab Andrean.
Andrean segera memberikan kode kepada para pengawalnya, seketika itu juga datanglah pak penghulu dan dua orang yang akan menjadi saksi, tidak lupa juga Andrean membawa dua perias untuk merias puja.
*****
"Apakah keputusanku benar, hari ini aku menikah dengan orang yang baru aku kenal, aku tidak tau kehidupanku selanjutnya!"pikir puja.
"Aku tetap akan melakukannya, demi menyelamatkan ayah!"puja terus berkecamuk dalam hati dan pikirannya, sambil sesekali air matanya keluar, sehingga para perias kesusahan untuk meriasnya karena air mata yang terus membasahi wajahnya.
Setelah beberapa saat, dengan susah payah perias pun selesai merias puja.
"Wahh, nona kau sangat cantik! Saya baru melihat pengantin secantik ini!"puji perias tanpa, menghiraukan tangisan puja. Karena parias tau apa yang terjadi kepada puja.
Hari itu puja sangatlah cantik, di balut dengan gaun pernikahan berwarna putih dengan riasan dari tangan profesional yang telah di sewa oleh Andrean.
"Mba, apakah mba bisa tinggalkan saya sebentar!"ucap puja.
"Baiklah nona tentu saja!"para perias pun pergi.
__ADS_1
Puja menatap dirinya di cermin, ia tidak menyangka kalau dirinya akan menikah secara dadakan, ia terlihat sangat mempesona, bahkan puja tidak pernah berdandan secantik itu.
"Tok...tok...tok....!"suara pintu kamarnya.
"Ayah!"ucap puja yang sudah tahu itu ayahnya.
"Nak kau terlihat cantik, namun apakah kamu yakin akan menikah dengannya?"tanya ayah puja.
"Ayah tenang saja, aku akan baik² saja, aku yakin dengan keputusanku!"jawab puja meyakinkan ayahnya.
Puja dan ayahnya segera keluar menuju tempat dimana puja dan Andrean akan menikah.
Semua mata yang ada disana sangat kagum dengan kecantikan puja, hanya Andrean yang tidak menghiraukan kecantikan puja, ia tetap cuek dan acuh.
Puja langsung duduk di sisi Andrean, Andrean menatapnya dengan tajam, sehingga puja berusa memposisikan tubuhnya dengan tenang.
******
Akhirnya, tanpa waktu yang lama puja dan Andrean sudah resmi menjadi suami istri.
Andrean segera mengajak puja untuk pergi dari rumahnya, ia tidak mau menunggu lama tinggal di rumah puja.
Puja segera berpamitan pada ayah dan adiknya, mereka saling berpelukan untuk melepaskan rindu yang akan datang, karena puja entah kapan akan kembali ke rumahnya.
puja langsung menaiki mobil bersama dengan Andrean.
"silahkan nona!"ucap supir andrean membukakan pintu untuk puja.
mobil melaju dengan tenangnya, puja tidak tau dia akan di bawa kemana.
namun dia tidak berani bertanya apapun kepada Andrean.
__ADS_1
suasana dalam mobil pun begitu hening, puja hanya menikmati pemandangan yang ia lewati.