
Pagi telah memperlihatkan sinarnya memenuhi ruangan kecil di sebuah rumah yang sederhana, sebut saja itu adalah kamar puja.
Puja telah bersiap untuk berangkat kuliah, setelah ia membantu ayahnya menyiapkan sarapan.
Puja segera menghampiri meja makan.
"Pagi kak!"sapa Miko adik puja.
"Pagi!"jawab puja.
Puja segera menyantap sarapannya, walaupun dengan menu seadanya tapi makanan itu terasa enak.
"Yah, aku berangkat ya!"pamit puja.
"Ya ati² nak!"jawab ayahnya.
Puja melangkahkan kakinya menuju halaman rumah dan segera menghampiri sepeda milknya, ia segera menggayuh sepeda menuju universitas kebanggaannya.
Vita menggayuh sepedanya dengan hati suka Riya sambil menengok kanan kiri karena udara terasa segar.
******
Sementara seorang Pria dengan kemeja silver dilengkapi dengan dasi berwarna biru dilengkapi dengan kacamata yang menghiasi hidungnya yang mancung sempurna.
Tubuhnya yang gagah dengan otot² badannya yang melengkapi postur tubuhnya.
Dengan tenangnya pria itu mengendarai mobil mewahnya.
"Tringg...tring...!"bunyi hp pria itu.
Dengan segera pria itu mencari hpnya yang entah dimana ia menyimpannya.
__ADS_1
"Akhhhhh....!"teriak wanita di depan mobilnya karena hampir tertabrak olehnya.
Sontak membuat pria itu kaget dan langsung mengerem mobilnya.
"Hei tuan....keluar kau!"teriak puja menggedor kaca mobil pria itu.
Pria itu langsung keluar dengan laga sombongnya sambil melepaskan kacamatanya.
Pria itu menatap tajam mata puja.
"Jangan halangi jalanku!"ucap pria itu singkat.
"Tuan, kau hampir menabraku dan kau bilang aku yang halngi jalanmu, dasar pria tidak tau diri...!"ucap puja memaki pria itu.
"Minggir kau!"ucap pria itu singkat.
"Heh pria sombong kau harus tanggung jawab!"balas puja.
"Lepasin tuan sakit!"rengek puja.
Tapi pria itu enggan mendengarkan puja sama sekali.
"Tuan lepasin atau aku akan!"belum sempat puja melanjutkan bicaranya.
"Kau jangan mengancam ku, atau kau akan tau akibatnya!"ancam pria itu dengan tatapan tajamnya.
Tubuh puja gemetar saat melihat tatapan tajam pria itu.
Pria itu langsung meninggalkan puja tanpa sepatah katapun.
Ia mengendarai mobil mewahnya didepan puja, tanpa meliriknya sedikitpun.
__ADS_1
"Dasar pria sombong, lihat saja kalau aku ketemu lagi aku akan membalasmu pria tidak tau diri!!"ucap puja terus memaki pria itu setelah kepergiannya.
"Untung aku tidak papa!"ucap puja sambil menaiki sepedanya lagi menuju kampusnya.
Puja segera bergegas menuju kampusnya, ia sedikit terburu-buru karena waktu sudah semakin siang.
"Untung aku tidak kesiangan!"dengus puja dalam hatinya setelah sampai kampus karena kelasnya baru saja akan di mulai ketika puja sampai.
Setelah selesai kelas puja segera menuju ke luar diiringi oleh Winda sahabatnya di kampus, Winda adalah anak orang kaya, namun dia sangat baik terhadap puja yang hanya anak sederhana.
"Win, aku duluan ya!"pamit puja.
"Kenapa buru² banget puj?"tanya Winda.
"Aku harus anterin makanan ke tempat kerja ayah win!"jawab puja, karena setiap hari puja mengantarkan makan siang kepada ayah kesayangannya itu.
"Oh iya ya, aku sampe lupa,,, kan kamu anak ayah!"ledek puja.
"Ihhh Winda, ya udah deh aku duluan!"jawab puja kesal.
"Iya dehh maaf, kamu ati² ya!"ucap Winda.
"Oke sampe jumpa win,,,, dahhh...!"ucap Winda sambil berjalan menuju sepedanya.
*****
setelah sampe rumah puja segera mengambil bahan masakan seadanya dan segera memasak untuk makan sianga ayahnya.
"hmmm...akhirnya selesai juga!"ucap puja tersenyum senang ketika selesai memasak.
"baiklah aku akan mandi dulu sebelum menemui ayah!"sambil bergegas ke kamar mandi.
__ADS_1
puja sudah bersiap untuk segera berangkat menuju tempat kerja ayahnya, biasanya puja selalu membantu ayahnya jika ada pekerjaan yg cocok dengannya.