CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
ciuman sebelum tidur


__ADS_3

Puja segera membersihkan dirinya, karena ia sudah basah kuyup akibat kehujanan tadi bersama Andrean.


Puja berendam di bathub kamar mandinya sekitar 15 menit sambil sesekali ia membayangkan apa yang sudah terjadi dengan dirinya dan Andrean.


"Ahhh...apakah yang sudah terjadi padaku tadi?"pikir puja ketika mengingat adegang berciuman bersama Andrean.


Tidak waktu lama puja segera menyelesaikan mandinya, karena ia harus segera menyiapkan makan malam.


*****


Di dapur puja sibuk memasak untuk makan malam bersama dengan bi ira.


"Akhirnya masakan ku jadi!"ucap puja puas dengan masakannya.


Puja hendak memanggil Andrean, namun adrean sudah menghampiri meja makan.


"Bi tolong panggilkan Vania ya!"pinta puja pada bi ira.


Bi ira segera menuju kamar Vania.


Setelah kejadian tadi sore puja sangat gugup ketika harus berdua dengan Andrean.


Puja tidak berani menatap Andrean langsung.


Namun Andrean seperti orang yang tidak melakukan hal apapun pada puja, ia tetap dengan gaya dingin dan cueknya.


"Kak puja, tadi kau kemana?"tanya Vania tiba-tiba sambil menghampiri meja makan.


"Tidak Kaka tadi habis dari toko buku, dan ketika kaka mau pulang tiba-tiba hujan turun sangat daras akhirnya Kaka tidak mendapatkan kendaraan umum, jadi Kaka berniat untuk bejalan kaki, tapi....!"puja menghentikan bicaranya.


Ia tidak mau membicarakan kalau Andrean menjemputnya, apalagi teringat dengan kejadiannya tadi bersama Andrean.


"Tapi apa kak!"tanya Vania penasaran.


"Ah sudah lah yang penting sekarang Kaka sudah disini!"terang puja.


"Ih Kaka aku kan penasaran, tapi apa?"tanya Vania semakin penasaran.


"Cepat makan!"ucap Andrean tiba².

__ADS_1


"Kaka aku kan hanya ingin tau apa yang terjadi pada kak puja!"ucap Vania kecewa.


"Kau tak usah membantah anak kecil!"ucap Andrean lagi.


Dengan kesal Vania tidak mengatakan apa-apa lagi, ia segera menyantap makan malamnya sambil memajukan bibirnya.


Andrean hanya tersenyum melihat tingkah laku adiknya yang sangat manja terhadapnya.


*****


Di kamarnya Vania segera mengganti pakaiannya dengan piama tidurnya, tidak lupa ia juga melepas bra-nya untuk kesehatan p*******nya.


Ia segera merebahkan tubuhnya.


Puja termenung ia masih mengingat kejadian sore tadi.


"Ya ampun....kalau aku terus mengingat kejadian itu aku bisa gila!"ucap puja membuyarkan lamunannya sendiri.


"Kenapa mataku susah untuk tidur!"ucap puja, karena ia tidak merasa mengantuk.


Puja mengambil handphone nya, ia memilih untuk menonton drama Korea kesukaannya untuk melupakan kejadian itu.


Puja tertawa terbahak-bahak ketika menonton drama itu, karena adegan film yang di tontonnya sangat lucu menurutnya.


*****


Karena merasa lelah, Andrean menyudahi kegiatannya.


Ia segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Ya ampun....kenapa bibirnya terasa sangat manis!"gumam Andrean yang membayangkan kejadian tadi sore.


"Kenapa aku jadi merindukannya?"pikir Andrean.


Walaupun badannya merasa sangat lelah, ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan adegan yang sudah terjadi kepadanya dan juga puja.


"Ahhh...aku akan melihat apa yang sedang dilakukannya lewat rekaman cctv!"pikir Andrean.


Andrean segera mengambil laptonya kembali dan melihat apa yang sedang dilakukan puja sekarang.

__ADS_1


"Kenapa dia begitu tertawa senang? Apa yang sedang dia tonton? Enak saja dia bisa tertawa seperti itu, sedangkan aku sangat tersiksa memikirkannya!"ucap Andrean kesal sambil melihat puja yang sedang tertawa.


"Ahh...aku akan melihat apa yang sedang ia tonton!"tekad Andrean.


Andrean segera menuju ke kamar puja.


Tanpa mengetuk pintu Andrean segera membuka kamar puja.


Sedangkan puja merasa kaget dengan suara pintu yang tiba² saja terbuka, ternyata dilihatnya adalah Andrean.


"Tuan mau apa kau kesini!"tanya puja.


"Kau sedang apa? Kenapa kau begitu senang?"tanpa menjawab pertanyaan puja, Andrean malah balik bertanya.


Andrean segera mengambil handphone puja, namun ia membelalakan matanya karena apa yang ia lihat sangatlah menggoda, film Korea yang di putar puja sedang menayangkan adegan panas, seketika jantungnya berdetak dengan kencang.


puja merasa aneh dengan reaksi wajah Andrean yang tiba² berubah, ia kembali merebut hpnya.


seketika matanya melotot melihat apa yang di tayangkan di film itu.


tiba² pipinya memerah karena Manahan malu.


"deg...deg....deg...."


"kenapa harus adegan ini yang muncul!"batin puja sambil menelan salivanya.


puja menatap Andrean kembali, dan kali ini mereka saling bertatap muka.


jiwa lelaki Andrean menjadi tersentak karena melihat film itu.


tiba², tanpa aba² Andrean mulai mencium puja, ia sudah tidak terkontrol lagi, suasana di kamar itu menjadi panas.


puja membalas ciuman Andrean yang tiba², walaupun itu mengagetkannya namun puja sangat menginginkannya.


setelah Andrean menyadari puja membalas ciumannya, Andrean semakin memperdalam ciumannya dan berubah menjadi ******* yang penuh hasrat.


nafas mereka kini terengah-engah karena ciuman Andrean yang sangat memburu.


Andrean membuat puja semakin tidak bisa menolaknya, kini ia sangat benar² menikmatinya.

__ADS_1


Andrean melepaskan ciumannya karena nafas puja yang sudah mulai habis.


"ini adalah ciuman sebelum tidur!"ucap Andrean dengan senyum nakalnya.


__ADS_2