CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
tugas baru


__ADS_3

tidak terasa seminggu sudah puja menjadi istri seorang Andrean.


seperti baiasanya puja melakukan semua perintah andrean, namun sampai detik ini Andrean tidak menunjukan perubahan pada dirinya, dia masih bertahan dengan sikapnya yang cuek, dingin, bahkan sekali-kali ia menunjukan kekejamannya.


kini puja sedang di kamar Andrean, ia sedang melaksanakan tugas seperti biasanya, untuk memijat kepala Andrean, namun kali ini puja sudah biasa dengan semua pekerjaannya.


"tuan, apakah aku boleh mengatakan sesuatu?"ucap puja.


"hmmm...!"balas Andrean.


"tu-tuan apakah aku boleh melaksanakan kuliahku Kembali?"tanya puja, ragu².


"tentu saja sejak kapan aku melarangmu!"jawab Andrean singkat.


"benarkah tuan, terimakasih tuan!"ucap puja sambil memeluk erat suaminya karena saking senangnya.


"apakah kau sudah berani sekarang!"ucap Andrean sotak membuat puja melepaskan pelukannya, karena malu.


"ma-maafkan saya tuan, saya refleks!"jawab puja, muali terbata-bata karena menahan malu sekaligus takut Andrean marah.


"apakah kau tidak suka memelukku?"tanya Andrean yang membuat puja kaget.


entah kenapa Andrean merasakan kehangatan ketika puja memeluknya walau hanya sesaat.


"ti-tidak tuan, bukan begitu!"jawab puja.


"lakukanlah lagi!"ucap Andrean tanpa malu.


"apa, dia menyuruh aku memeluknya, duhhh gimana ini....bisa² jantungku copot!"gumam puja.


"cepat lakukan!"bentak Andrean.

__ADS_1


dengan tubuh yang gemetar puja segera memeluk Andrean, ia sangat gugup karena ini kali pertama ia memeluk seorang pria.


puja bisa merasakan tubuh Andrean yang begitu hangat, ia juga merasakan nafas Andrean yang mengenai rambutnya sehingga menyebabkan kenyamanan yang membuat puja enggan melepaskan pelukannya.


"kenapa aku senyaman ini, memeluk pria menyebalkan ini?"gumam puja dalam hati.


"lakukanlah hingga aku tertidur, dan ingat ini adalah tugas baru yang harus kau lakukan setiap hari!"perintah andrean.


puja hanya menganggukkan kepalanya, ia terus memeluk Andrean hingga tertidur pulas.


puja mengangkat kepalanya hingga menatap Andrean yang sudah tertidur.


"andai saja, kau memerintah ku dengan rasa cinta, maka aku akan melakukannya dengan lebih senang tuan!"lirih puja dalam hatinya.


setelah Andrean tertidur puja segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat. tidak lupa ia memasang alarm agar tidak kesiangan, karena besok dirinya akan kembali berkuliah dan harus menyiapkan sarapan terlebih dahulu.


"kring...kring...kring....!"suara alarm membangunkan tidur puja.


puja segera membersihkan dirinya, dan melaksanakan shalat subuh.


puja seperti biasanya mengantar Andrean ke pintu rumah utama, ia melakukan tugasnya sesuai apa yang diinginkan Andrean.


setelah keberangkatan Andrean puja segera bersiap untuk pergi ke kampusnya, ia sangat bersemangat karena ini baru pertama kali ia berkuliah lagi setelah menikah dengan Andrean.


"kak puja, Kaka mau kemana sudah rapi!"tanya Vania yang datang tiba².


"ehh Vania, Kaka hari ini akan mulai berkuliah lagi, Kaka mu sudang mengizinkan Kaka!"kata puja.


"oh yaah...bagus dong! ya udah Kaka berangkat bareng aku aja, kebetulan aku juga mau berangkat ke kampus nih!"tawar Vania.


"emang ga papa?"tanya puja ragu.

__ADS_1


"ya ampun kak, aku ini adikmu Kaka gak udah sungkan!"ucap Vania meyakinkan.


"ohhh ya sudah deh Kaka ikut kamu!"jawab puja.


Vania dan puja akhirnya berangkat menuju kampus bareng.


*****


setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua sampai di kampus.


"Van Kaka duluan ya!"pamit puja.


"oh iya kak hati² ya!"balas Vania.


sementara Winda sahabat puja sudah memperhatikan puja dari kejauhan.


"puja!"teriak Winda.


"ehhh...win apa kabar?"ucap puja.


"aku baik, tau gak aku kangen banget sama kamu!"ucap Winda sambil memeluk puja.


"aku juga sama win!"balas puja.


"puj Lo kemana aja sih, gue hubungin lo ko nomer Lo gak aktif, dan Lo udah gak masuk kuliah selama seminggu, Lo juga gak kabarin gue, gue khawatir tau gak sama Lo!"tanya Winda tanpa henti.


"ya ampun win Lo tenang dulu, gue nanti akan cerita semuanya sama Lo!"jawab puja.


"eh tunggu, tunggu puj, Lo barusan ke sini naik mobil? dan gue Kayanya tau tuh mobil! terus mana sepedah Lo?"tanya Winda lagi.


"ohh...iya itu kan mobil milik orang yang punya perusahaan besar itu!"ucap Winda lagi tanpa memberikan waktu puja untuk menjelaskan.

__ADS_1


"Winda... Winda...coba Lo diem dulu ya, gue akan jelasin sama Lo, oke!"ucap puja kesel.


"oke Lo duduk dulu disini!"perintah puja.


__ADS_2