CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
di Totong pria aneh


__ADS_3

"kring...kring.. kring....!"suara alarm puja berdering.


Puja segera membuka matanya, karena hari ini ia ada kelas pagi.


Ia segera bergegas menuju dapur, dilihat ayahnya sedang menyiapkan sarapan.


"Pagi yah!"sapa puja.


"Pagi nak, bangunkan adikmu!"suruh ayah puja.


"Baik yah!"sambil bergegas menuju kamar Miko.


Samapi di kamar Miko, puja melihat Miko masih asik dengan mimpinya.


Senyum di wajah puja terpancar ketika dia memikirkan sesuatu yang pasti membuat adiknya kesal.


"Hah bocah nakaaallllll bangunnnnn!"teriak puja tepat di telinga Miko.


"Hah ada apa siapa?"teriak Miko kaget.


"Haahahaha....Kena kau bocah!"tawa puja dengan nada mengejek.


"Kakaaakkkk....kebiasaan banget sih!"teriak Miko kesal, sambil melempar sebuah bantal tepat ke arah muka puja.


"Cepat kau mandi, kau harus sekolah!"perintah puja.


"Lima menit lagi kak, masih ngantuk!"tawar Miko.


Namun, puja terus mengganggunya, dan akhirnya Miko menyerah dan harus membuka matanya dengan wajah kesal.


Puja langsung kembali ke dapur untuk menemui ayahnya.


"Nak kamu nanti setelah selesai kuliah bisa kan bantuin ayah lagi?"kata ayah puja.


"Bantuin apa yah?"tanya puja.


"Kamu jadi supir truk ayah lagi! Soalnya supir yang biasanya sedang cuti!"lanjut ayah puja.

__ADS_1


"Ohhh....yaudah tapi uang jajan tambah dong yah?"goda puja pada ayahnya.


"Oke, kamu tenang aja nanti ayah tambah uang jajan kamu!"tawar ayah puja.


"Oke deh makasih ayah sayang, nanti sepulang kuliah aku langsung ke tempat kerja ayah!"lanjut puja.


Puja segera menghampiri sarapannya, dan setelah sarapan ia langsung bergegas menuju kampusnya, karena hari sudah semakin siang.


*****


Akhirnya setelah beberapa jam kelasnya sudah selesai, puja langsung menuju tempat ayahnya bekerja.


Tanpa basa basi puja langsung mengerjakan apa yang ayahnya suruh. Puja sangat menikmati pekerjaannya itu karena mengendarai truk sebesar itu mempunyai tantangan tersendiri menurut puja.


"Nak sudah dulu! Kamu istirahat dulu!"teriak ayah puja dari jauh.


"Oke yah!"jawab ayah puja.


Puja langsung turun dari mobilnya tanpa hati², sehingga ia hampir terpeleset.


"Pujaa....!"teriak ayahnya.


Puja memejamkan matanya, ia takut kalau dirinya benar² jatuh karena mobil yang dikendarainya memang cukup tinggi.


"Brak....!"puja jatuh dari atas.


"Kenapa aku tidak merasakan sakit?"gumam puja dalam hatinya tanpa membuka matanya.


Puja segera membuka matanya untuk mengecek keberadaannya.


Seketika matanya terbelalak, ketika melihat seorang pria tampan dan gagah sedang ada dihadapannya.


"Ya ampun aku terjatuh di pangkuannya!"ucap puja ketika menyadari kalau dirinya berada di pangkuan seorang pria.


Para pekerja dan ayah puja yang sedang mengarah ke arah puja berteriak sontak terkejut dan membelalakkan matanya, karena kaget dengan apa yang mereka lihat.


Mereka tidak menyangka kalau big bos nya akan menolong puja.

__ADS_1


Puja segera turun dari pangkuan pria itu.


"Terima kasih tuan!"ucap puja.


Namun pria itu hanya membuka sedikit kacamatanya, dan langsung pergi begitu saja.


Puja terkejut melihat pria itu setelah membuka kacamatanya, karena ia baru sadar bahwa yang menolongnya adalah orang yang kemarin menabraknya.


"Hei tuan tunggu!"teriak puja.


Pria itu tidak menghiraukan ia terus berjalan ke arah mobilnya, dan langsung melajukan mobilnya.


"Kau tidak papa nak!"tanya ayah puja yang menghampirinya karena sangat khawatir.


"Aku tidak papa yah!"ucap puja.


"Untung saja bos menolongmu, kalau tidak kau pasti celaka!"ucap ayah puja.


"Apa boss?"teriak puja karena kaget dengan kata² ayahnya.


"Iya nak itu big bos disini, tidak biasanya dia mau menolong orang, kau sangat beruntung karena di tolong olehnya!"kata ayahnya menjelaskan.


"Beruntung apa yah, bahkan dia sangat sombong, aku gak suka pada sikapnya!"ledek puja kesal.


"Hussss....kamu jangan bilang gitu nak, dia adalah bos disini, kalau dia mendengar bisa kacau pekerjaan ayah!"jelas ayah puja.


"Tapi kan yah, dia itu sangat sombong bahkan dia kemaren hampir menab...!"puja hampir keceplosan kepada ayahnya soal kejadian yang menimpanya.


puja tidak memberitahukan ayahnya soal kejadian yang menimpanya, karena takut ayahnya khawatir.


"kenapa, ada apa kenapa bicaramu tidak di teruskan?"tanya ayah puja penasaran.


"tidak yah tidak ada apa²!"kata puja mencari alasan.


"ya sudah kamu istirahat dulu!"perintah ayah puja.


puja segera menuju tempat di mana para pekerja beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2