
Hari ini puja senang karena mendapatkan uang jajan lebih dari ayahnya, hasil kerjanya kemaren tidak sia².
Puja sedang bersiap hendak ke kampusnya, namun telinganya sangat terganggu dengan kebisingan yang ada di depan rumahnya.
"Pak, saya bersumpah, saya tidak melakukan hal serendah itu!"ucap ayah puja pada seseorang.
"Jangan kau mencari alasan, lagian di dunia ini mana ada maling ngaku!"ucap seorang pria itu dengan nada marah.
Puja semakin penasaran dengan suara² itu, puja berjalan menuju luar rumahnya.
"Pak saya bersumpah, saya tidak melakukan korupsi pak!"ucap ayah puja lagi.
Tiba² puja muncul.
"Ayah ada apa?"tanya puja kepada ayahnya.
Puja sangat khawatir karena ayahnya seakan memohon kepada pria itu, di hadapannya sudah ada pria yang sedang berbicara serius kepada ayahnya dilengkapi dengan dua pengawal bertubuh kekar.
"Nah, ini dia putrimu! Apakah aku harus menceritakan perbuatanmu padanya!"ucap pria itu dengan nada keras.
Puja menyadari bahwa pria yang ada di hadapannya adalah bos yang di katakan ayahnya, yang pernah menabraknya.
"Kau mau apa kesini, kau yang telah menabraku kan?"tanya puja.
"Kau masih mengingatnya nona!"jawab pria itu.
"Siapa kau, ada apa kau dengan ayahku?"tanya puja.
"Ohh..kau sungguh tidak mengenalku nona?"tanya pria itu.
__ADS_1
"Jangan banyak basa basi, katakan mau apa kau kesini?"tanya puja dengan nada sedikit menantang.
"Perkenalkan nona nama ku Andrean William Wijaya, pemilik perusahaan terkenal kota ini!"ucap pria itu dengan nada sombongnya.
"Mau apa kau kesini!"tanya puja.
"Aku hanya ingin menjebloskan ayahmu ke penjara seumur hidup karena telah berani melakukan korupsi di perusahaanku!"ucap Andrean dengan wajah mengancam.
Sontak mata puja langsung terbelalak dan beralih ke arah ayahnya.
"Nak ayah berani sumpah, ayah tidak melakukan itu! Ayah di jebak nak!"ucap ayah puja melas.
"Ayah ku tidak mungkin melakukan itu tuan!"ucap puja.
"Terserah padamu nona kau mau percaya atau tidak, itulah kenyataannya!"jawab Andrean dengan wajah serius.
"Kau akan buktikan?"tanya Andrean dengan wajah kejam.
"Tentu saja tuan!"ucap puja dengan nada penuh percaya diri.
"Ohhhh....oke mari kita lihat, apakah kau bisa buktikan atau tidak? Aku akan kasih kau waktu 3 hari untuk bisa membuktikan, kalau kau tidak bisa buktikan, maka ayahmu akan masuk penjara untuk selama-lamanya!"ancam Andrean dengan menatap puja tajam.
"Baiklah setuju tuan, aku akan membuktikan bahwa ayahku tidak bersalah!"jawab puja percaya diri.
Andrean mengisyaratkan pada pengawalnya untuk segera pergi dari sini, tanpa berkata-kata apapun akhirnya Andrean pergi.
"Nak, ayah bersumpah ayah tidak melakukannya, ayah di jebak nak!"ucap ayah puja kembali menjelaskan.
"Iya yah, aku percaya sama ayah, ayah pasti tidak melakukannya!"ucap puja menenangkan ayahnya.
__ADS_1
"Tapi bagaimana dengan ucapan mu tadi?"tanya ayah puja.
"Aku akan berusaha mencari bukti yah!"jawab puja.
"Tapi bagaimana kalau kamu tidak bisa buktikan?"tanya ayah puja khawatir.
"Ayah tenang saja, aku akan cari cara lain walaupun aku tidak bisa buktikan, aku akan melakukan apapun agar ayah tidak masuk penjara!"jawab puja meyakinkan ayahnya.
Dengan muka yang lemas puja segera berangkat untuk ke kampus, karena walaupun keadaan seperti ini ia harus tetap ke kampus.
"Hai puja!"teriak Winda sahabat puja dari kejauhan.
Winda segera menghampiri puja.
"Puj kenapa Lo, kayanya lemes banget?"tanya Winda.
"Aku gak papa ko!"jawab puja berbohong.
"Kamu sakit, ko mukanya lemes banget? Apa kamu ada masalah?"tanya Winda khawatir karena tidak biasanya sahabatnya memasang muka lemes.
"Aku udah bilang, gak ada apa² kok!"kata puja meyakinkan.
"Ya udah, tapi kalau kamu ada masalah cerita sama akau, aku pasti akan bantu kamu!"kata Winda.
"Iya win, aku pasti cerita!"ucap puja.
Puja tidak ingin memberitahu sahabatnya soal kejadian yang menimpa ayahnya, karena winda pasti khawatir, lagian puja gak mau libatin Winda dengan masalahnya sekarang ini.
padahal dalam hati Winda bingung harus mencari bukti darimana kalau ayahnya tidak bersalah dalam hal ini.
__ADS_1