CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
gagal membuktikan


__ADS_3

Puja sedang berteduh di sebuah pohon pinggir jalan, karena cuaca saat ini sangatlah panas.


Ia masih khawatir memikirkan masalah yang menimpanya.


"Bagaimana ini, ini adalah hari terakhir untukku mencari bukti bahwa ayah tidak bersalah!"gumam puja dengan muka lemas.


Hari ini adalah hari terakhir puja untuk pencarian bukti ayahnya, tapi puja sama sekali tidak mendapat bukti apapun yang mengarah ayahnya tidak bersalah.


Karena waktu itu ketika puja pergi ke tempat ayahnya bekerja ia tidak di bolehkan masuk, bahkan semua pekerja di sana hanya mencibirnya.


#flashback


Puja pergi ke tempat ayahnya bekerja.


"Hei lihat anak nya cantik seperti ini tapi sayang ayahnya korupsi!"kata seorang pegawai memperolok puja.


"Heh...jaga ya bicaramu ayahku tidak melakukan hal rendahan itu!"ucap puja membela diri.


"Heh puja mana ada maling ngaku!"jelas seorang pekerja.


"Puja kau pergi saja dari sini, kami tidak mau kena imbas keburukan ayahmu!"lanjut seorang pekerja.


"Iya pergi saja kau!"


Para pekerja itu mengolok puja habis-habisan.

__ADS_1


Namun, puja tidak memperdulikannya, ia tetap masuk.


"Maaf nona, kau dilarang untuk menginjakan kaki disini!"kata seorang penjaga.


"Tapi pak saya hanya ingin mencari bukti tentang ayah saya!"kata puja memohon.


"Tidak nona, kalau kau tetap nekad kami bisa melakukan apapun kepadamu!"ancam penjaga itu.


Puja tetap berusaha untuk masuk, namun penjaga itu mengusirnya dengan melakukan kekerasan.


#after flashback


*****


Hari sudah semakin sore, puja kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak dapat bukti apapun.


Puja segera bergegas untuk pulang.


Ketika sampai di rumahnya puja kaget karena di rumahnya sudah ada beberapa polisi dan Andrean juga pengawalnya.


"Tuan, aku mohon tuan jangan masukan ayahku ke kantor polisi!"ucap puja sambil terburu-buru menghampiri ayahnya.


"Apakah kau dapatkan bukti yang kau janjikan nona?"tanya pria itu dengan tatapan tajam.


"Maaf tuan aku tidak menemukan apapun, tapi aku berani menjamin tuan kalau ayah ku tidak bersalah!"ucap puja mencoba meyakinkan.

__ADS_1


Namun Andrean tidak menanggapinya.


"Cepat tangkap pak Romi!"kata Andrean memerintahkan.


"Tuan, aku mohon jangan tangkap ayahku, aku rela melakukan apapun untukmu, asalkan ayahku tidak masuk penjara!"ucap puja memohon.


"Kau yakin!"tanya Andrean dengan tatapan yang semakin menantang.


"Iya tuan, aku akan melakukan apapun untuk menutup kerugian perusahaanmu!"jawab puja.


"Baiklah! Aku akan memikirkannya, aku akan kembali besok, kau harus siap² dengan apa yang akan aku lakukan!"tegas Andrean mengancam puja.


Andrean pergi dengan polisi dan beberapa pengawalnya


"Nak kamu yakin akan mengorbankan hidupmu demi ayah!"tanya ayah puja dengan air mata yang hendak jatuh.


"Tenang saja yah, aku yakin dengan konsekuensi yang aku siap tanggung, walaupun aku harus mengorbankan hidupku, pengorbananku tidak akan sebanding dengan kasih sayang yang ayah berikan kepadaku!"jelas puja, air matanya mulai membasahi kedua pipi mulusnya itu.


"Maafkan ayah nak, ayah gagal menjagamu!"ucap ayah puja .


Mereka saling memeluk dengan berlinang air mata.


Miko menghampiri Kaka dan ayahnya.


"kak maafin miko, karena Miko sebagai anak laki² tidak bisa berbuat apapun untuk Kaka dan ayah!"ucap Miko dengan nada kecewa kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"kau ini, kau masih kecil anak nakal, percayalah sama Kaka, kakak tidak akan apa²...kakak akan melakukan apapun untuk melindungi mu dan ayah!"ucap puja meyakinkan ayah dan adiknya.


__ADS_2