CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
Andrean khawatir


__ADS_3

#di kediaman Andrean.


Tidak biasanya Andrean pulang sore hari, ketika menginjak ke rumahnya dia heran dengan puja yang tidak menyambutnya.


"Bi kemana nyonya?"tanya Andrean pada bi ira.


"Anu tuan,,,,mmmm...nyonya belum pulang tuan!"jawab bi ira.


"Apa.... belum pulang!"ucap Andrean kaget dengan nada sedikit menyentak.


"I-iya tuan!"jawab bi ira.


"Tadi siapa yang mengantar nyonya ke kampus?"tanya Andrean lagi.


"Tadi nyonya berangkat bareng non Vania tuan!"jawab bi ira.


Dengan tergesa-gesa Andrean menuju kamar Vania untuk menanyakan keberadaan puja.


"Tok...tok...Vania buka pintunya!"bentak Andrean dari arah pintu.


"Ada apa kak?"tanya Vania santai.


"Di mana puja?"Andrean balik bertanya.


"Kak puja? Emang dia belum pulang?"tanya Vania.


"Kalau dia udah pulang Kaka gak mungkin tanya sama kamu!"jawab Andrean sedikit menyentak Vania.


"Aku tidak tau kak, kak puja emang berangkat bareng aku, tapi pulangnya kak puja ada urusan katanya, jadi kami gak bareng lagi!"jawab Vania.


"Kamu gimana sih! Kenapa kamu tinggalkan dia, kamu gak liat ini hujan deras Vania!"sentak Andrean.


"Maafin aku kak!"jawab Vania lirih.


Andrean segera menuju mobilnya kembali.

__ADS_1


"Tuan kau akan kemana?"tanya seorang pelayan.


Tapi Andrean tidak menghiraukannya, ia terus berjalan munuju mobilnya dan melajukan mobilnya dengan cepat tanpa seorang supir.


Di dalam mobilnya Andrean beberapa kali menelpon puja, tapi handphone puja benar² tidak aktif.


"Puja kau dimana! Sepertinya aku tidak bisa kalau kau jauh dariku!"lirih Andrean.


Andrean sepertinya sangat mengkhawatirkan puja yang belum ada kabar sampai saat ini.


*****


Sementara puja berjalan menyusuri jalan raya dengan tubuh yang basah kuyup dan sudah menggigil kedinginan.


Tiba² ada mobil berhenti didekatnya.


"Itu kan bukan taxi tapi kenapa dia berhenti di tengah jalan seperti ini!"gumam puja dalam hati.


Tanpa disangka Andrean keluar dari mobilnya dan segera membawa payung sambil menghampiri puja.


"Tuan kau sedang apa?"tanya puja.


"Kenapa kau sangat bodoh, kenapa kau bisa kehujanan, kau bisa sakit!"ucap Andrean serentak.


Puja hanya menatap Andrean.


"Apakah dia mengkhawatirkan ku!"pikir puja.


Andrean melihat puja yang tengah menggigil kedinginan, ia segera melepas jasnya dan memakaikannya ke badan puja.


"Kau pasti sangat kedinginan!"ucap Andrean lirih sambil memeluk puja.


"Apakah dia benar² mengkhawatirkan ku?"pikir puja, sambil tersenyum bahagia.


Andrean masih memeluk puja, sedangkan puja merasa nyaman dengan pelukan Andrean yang sangat hangat.

__ADS_1


"Apakah ini terasa hangat?"lirih andrean pada puja.


Puja hanya menganggukkan kepalanya, mereka berpelukan dibawah guyuran air hujan.


"Ayo kita masuk ke mobil!"ajak Andrean.


Mereka berdua masuk kedalam mobil.


Di dalam mobil Andrean segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Andrean sesekali menatap puja yang sedang kedinginan.


"Ya ampun kenapa dia sangat menggoda ketika seperti ini!"pikir Andrean.


Puja hanya memperhatikan hujan yang begitu lebat di kaca mobil.


"Apa kau masih kedinginan!"tanya Andrean.


"Iya tuan!"jawab puja.


Dengan tubuh yang gemetar dan bibir yang sudah berubah jadi keunguan karena merasakan kedinginan setelah diguyur air hujan.


Suasana didalam mobil jadi hening, puja masih melirik kesana kemari.


"apa kau tau, aku dari kecil sangat ingin bermain dengan air hujan!"ucap puja tiba² memecahkan keheningan.


"kenapa?"tanya Andrean.


"menurutku air hujan begitu unik dan selalu membuat aku termotivasi, karena walaupun hujan terus jatuh dari atas kebawah tapi ia tidak pernah mengeluh, ia terus jatuh walaupun keras dan akan memberikan kebaikan di bumi ini!"terang puja.


"ya itu kan emang tugasnya!"ucap Andrean.


"aku tau, begitu juga manusia, walaupun kita pernah terjatuh beberapa kali, maka ia harus bangkit lagi agar memberikan kebaikan kepada orang lain. apalagi kata orang hujan memberikan suasana yang begitu romantis!"lanjut puja.


Andrean hanya mendengarkan ucapan puja dan sesekali meliriknya.

__ADS_1


"aku dulu sangat ingin bermain dengan air hujan, namun ayahku selalu melarang ku, alasannya nanti aku sakit! hari ini aku merasakan bagaimana bermain bersama air hujan, dan memang rasanya sangat menyenangkan."ucap puja.


Andrean semakin larut dengan kata² yang di ucapkan puja, ia tidak mampu berkata apa² lagi.


__ADS_2