CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
racikan kopi pas


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, puja sudah selesai menyiapkan makan malam.


Puja segera pergi untuk melaksanakan shalat isya.


Setelah melakukan shalat isya, puja segera kembali ke dapur untuk menghidangkan makanan yang sudah di masaknya.


Tiba² terdengar suara mobil yang masuk kedepan rumahnya.


"Pasti itu tuan Andrean!"pikir puja.


Puja segera pergi ke pintu utama untuk menyambut kedatangan Andrean.


Para pelayan juga bersiap untuk memberikan hormat kepada tuannya.


Setelah Andrean tepat dihadapannya, puja segera mencium tangan Andrean, sebelum Andrean marah kepadanya.


"Hmmm...hmmm...!"suara Riky uang tengah menyaksikan suami istri tersebut.


"Liat² dong kalau mau mesra!"ucap Riky.


Puja langsung tersenyum malu ketika baru menyadari ada orang di belakang Andrean.


"Hai kaka ipar! Kenalin aku Riky asisten pribadi bos!"ucap Riky memperkenalkan diri.


"Oh ya hai....aku puja tuan!"jawab puja.


"Aduh Kaka ipar jangan panggil aku tuan! Aku tidak enak, panggil saja aku dengan nama ku!"ucap Riky.


"Ohh...baiklah tuan, eh riky!"ucap puja mencoba.


Andrean menatap Riky tajam, sehingga Riky menghentikan berbincang.


"Tuan apakah kau akan segera makan malam, aku udah siapkan!"tawar puja.


"Tidak aku akan membersihkan badanku terlebih dahulu!"ucap Andrean.


Andrean segera menuju kamarnya diiringi dengan puja.


Sedangkan Riky segera menuju ke kamar tamu, ia akan beristirahat disana, karena Riky sudah sering berkunjung ke rumah Andrean jadi ia tidak sungkan di rumah Andrean.


*****

__ADS_1


Puja segera menyiapkan air untuk mandi Andrean.


"Tuan saya sudah siapkan air, kau bisa segera mandi!"ucap puja


"Oke!"jawab Andrean singkat.


*****


Di ruang makan semua orang sudah berkumpul termasuk Riky yang ikut makan.


Seperti biasa puja melayani Andrean.


"Dek kayanya suasana panas deh!"ucap Riky pada Vania.


"Ah masa kak!"jawab Vania yang tidak mengerti.


"Aduhh dek...emang kamu gak ngerasa, ini tuh panas banget, masa kakakmu bermesraan di Deket orang jomblo!"ledek Riky pada Andrean.


"Ohhh itu kak! Aku udah biasa kak!"lanjut Vania yang mulai mengerti


"Hmm...hmmm...dek nyalain AC nya dong!"ucap Riky .


Andrean melirik Riky dan Vania, mereka pun berhenti berbicara karena melihat lirikan Andrean.


Puja hanya bisa menundukkan pandangannya karena malu dengan ledekan Riky dan Vania.


"Cepat makan, jangan banyak bicara, kau harus segera bekerja!"tegur Andrean kepada Riky.


"Oke bos!"jawab Riky pasrah.


Akhirnya mereka makan malam tanpa satu suara pun.


selesai makan malam, puja langsung naik ke kamarnya, ia berniat untuk segera beristirahat.


puja segera merebahkan tubuhnya dia tas ranjang.


tiba-tiba ponselnya berdering.


"bawakan kopi ke ruang kerjaku!"pesan dari andrean.


"ya ampun...pria itu memang sangat menyebalkan, dia tidak bisa membiarkan aku untuk beristirahat!"gumam puja kesal.

__ADS_1


puja segera kemabali ke dapur untuk menyiapkan kopi sekaligus camilan untuk Andrean, walaupun Andrean tidak memintanya tapi puja berinisiatif sendiri karena hal itu pasti akan diminta Andrean.


"tok...tok...tok!"suara pintu ruang kerja Andrean.


"tuan kopinya!"ucap puja.


"ya taroh disana!"perintah Andrean sambil menunjuk ke arah meja.


puja segera menuju ke arah meja dan meletakkan kopi.


"ehhh....Kaka ipar kau tau saja kalau aku sangat ingin kopi!"ucap Riky.


"iya rik silakan di minum!"tawar puja.


Riky segera mengambil segelas kopi yang sudah dihidangkan.


"ya ampun Kaka ipar....racikan kopimu pas sekali, aku jadi ingin terus meminumnya, lain kali buatkan kopi lagi ya untukku!"goda Riky.


"tentu saja!"jawab puja singkat.


Andrean hanya menyaksikan percakapan mereka dengan tatapan tajamnya.


"ya sudah....saya permisi tuan!"ucap puja.


puja segera keluar meninggalkan Andrean dan juga Riky.


jam sudah hampir menunjukan pukul 10.30 mata Andrean sudah mulai merasa ngantuk.


dia akhirnya mengambil kopi yang telah di buat puja. pelan² Andrean meminum kopinya.


"sungguh....Riky memang benar, racikan kopinya sangat pas di lidahku, bahkan kopi buatan bi Ira juga tidak seenak ini!"pikir Andrean sambil meminumnya hingga hampir habis.


"enak ya boss?"tanya Riky.


"biasa!"ucap Andrean singkat.


"yaelah bos akui aja, itu Lo minum hampir habis! biasanya Lo minum kopi juga tidak sebanyak itu bos!"goda Riky.


Andrean tidak menjawabnya lagi ia kini mamilih untuk fokus pada pekerjaannya lagi.


Riky yang merasa di cuekin juga tidak berkata apa² lagi, ia memilih untuk diam.

__ADS_1


__ADS_2