CEO Kejamku Suamiku

CEO Kejamku Suamiku
ciuman pertama


__ADS_3

"ya tuhan, kenapa dia begitu menggoda, aku harus apa sekarang, apalagi dia ada di sampingku!"gerutu Andrean dalam hati.


Andrean sangat tergoda dengan penampilan puja saat ini, apalagi dengan baju yang dipakai puja sudah basah kuyup, membuat lekuk tubuh puja terpampang jelas dihadapannya.


Andrean hanya bisa menelan salivanya.


puja melirik Andrean, namun dia sungguh aneh dengan sikap Andrean yang tidak seperti baiasanya, puja merasa Andrean menyembunyikan sesuatu terhadap dirinya.


tiba² mobil Andrean berhenti tanpa aba²,padahal ia belum sampai di halaman rumah.


"tuan kenapa kita berhenti disini?"tanya puja.


tanpa aba² Andrean mendekatkan bibirnya ke bibir mungil puja yang sudah menggigil.


puja merasa kaget dengan ciuman yang secara tiba².


awalnya puja ingin memberontak, namun apalah daya, ia juga menginginkan ciuman suaminya sejak dulu. puja hanya menikmati tanpa membalas ciuman Andrean, karena ini adalah pengalaman pertamanya.


Andrean merasakan bibir puja sangat dingin namun juga sangat manis, ia menikmati ciumannya terhadap puja.


Andrean melepaskan ciumannya karena ia sadar melakukannya tanpa seizin puja.


"maafkan aku!"ucap Andrean.

__ADS_1


namun puja hanya menatap Andrean dan memegang baju Andrean dengan erat, nafas Andrean terasa begitu hangat menyapu wajah puja yang sangat dingin.


"apakah kau menginginkannya?"tanya Andrean.


tanpa sadar puja menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Andrean tersenyum, dan langsung mencium bibir puja lagi, ia melakukannya sangat lembut sehingga puja sangat menikmatinya.


setelah Andrean merasa nafas puja telah habis ia melepaskan ciumannya.


"kenapa kau tidak membalas ku?"tanya Andrean lembut.


"aku belum pernah melakukannya tuan!"jawab puja sambil menundukkan pandangannya karena malu.


Andrean hanya tersenyum melihat tingkah puja, ia melakukan ciuman itu kembali, karena ciuman Andrean begitu lembut membuat puja semakin menikmati, dan kini ia membalasnya walaupun masih sedikit kaku.


puja hanya menikmati kenikmatan yang baru ia rasakan saat ini.


setelah beberapa saat andrean melepaskan ciumannya sambil memberikan senyuman yang tulus kepada puja.


"apa kau masih merasa kedinginan?"tanya Andrean.


puja yang masih tidak percaya terhadap apa yang dilakukan Andrean hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Andrean segera meraih tubuh puja dan memeluknya dengan erat.


"dengan ini kau akan merasa lebih hangat!"ucap Andrean lirih.


Andrean mencium puncak kepala puja dan semakin memeluknya dengan erat.


setelah tubuh puja sudah merasa lebih hangat Andrean melajukan mobilnya kembali dengan hati yang sangat bahagia.


sementara puja hanya terdiam kaku sambil sesekali melirik ke arah Andrean, puja masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan Andrean terhadapnya.


perjalanan menuju rumah Andrean lumayan cukup jauh.


Andrean dengan tenangnya menyetir mobilnya.


*****


akhirnya tanpa waktu yang cukup lama mobil Andrean sudah sampai di depan rumah.


para pelayan yang melihat kedatangan Andrean dan puja dalam keadaan basah kuyup hanya menatapnya dengan tatapan heran.


"cepat ambilkan handuk!"perintah Andrean kepada pelayannya.


pelayan itu segera mengambilkan handuk dengan cepat, dan memberikannya kepada Andrean dan juga puja.

__ADS_1


"kau pergilah ke kamarmu, dan segera ganti pakaian mu agar tidak masuk angin!"ucap Andrean pada puja.


puja segera pergi ke kamarnya untuk segera membersihkan badannya dan berganti baju.


__ADS_2