
ketika Andrean memasuki kamar puja, ternyata puja masih terbaring dia atas ranjangnya.
"kenapa dia belum bangun juga? gak biasanya dia seperti ini!"pikir Andrean
Andrean segera mendekat ke arah puja.
"kenapa wajahnya pucat sekali?"gumam Andrean.
Andrean segera memeriksa tubuh puja.
"ya ampun, dia panas sekali! ternyata dia demam!"ucap Andrean setelah memeriksa tubuh puja.
"pelayan....!"teriak Andrean.
"iya tuan!"jawab bi ira segera menghampiri Andrean.
"tolong buatkan kompres sekarang!"perintah Andrean.
"baik tuan!"jawab bi ira.
Riky yang mendengar teriakan Andrean pun menghampirinya.
"ada apa bos? kenapa Lo teriak²!" tanya Riky santai.
"rik cepet Lo hubungin dokter keluarga kita!"perintah Riky.
"oke bos!"jawab Riky singkat.
tanpa banyak bertanya Riky segera memanggil dokter Tasya.
*****
dokter Tasya kini sedang memeriksa keadaan puja.
"Gimana tas keadaan istri saya?"tanya Andrean, kebetulan dokter Tasya adalah teman lama Andrean, dan kini ia sudah mempunyai seorang suami
"ohhh....istri mu baik² aja Dre, dia hanya sedikit demam!"jawab dokter Tasya.
"syukurlah kalau gitu!"ucap Andrean.
"iya tenang aja Dre, dia hanya perlu waktu istirahat aja, aku udah kasih suntikan penurun panas, tunggu dia sampe sadar aja!"lanjut dokter Tasya.
"ohh iya makasih tas!"ucap Andrean.
"ya udah kalau gitu aku pamit ya, nanti kalau ada apa² hubungi lagi aja!"pamit dokter Tasya.
"iya makasih tas, hati² di jalan ya!"ucap Andrean.
__ADS_1
dokter Tasya pergi meninggalkan Andrean dan juga puja.
sementara Riky memilih untuk bersantai di rumah Andrean, karena dengan keadaan ini ia juga tidak mungkin membahas pekerjaannya dengan andrean.
*****
Andrean masih setia menunggu puja, sampai akhirnya puja terbangun.
"sayang, syukurlah akhirnya kau bangun juga!"ucap Andrean lirih.
"sayang? apakah aku tidak salah dengar Andrean memanggil ku dengan panggilan sayang?"gumam puja dalam hati dengan masih terbaring lemas.
"aku kenapa tuan?"tanya puja.
"kau tidak papa sayang, kau istirahat saja agar cepat sembuh!"jawab Andrean.
puja hanya menganggukkan kepalanya.
"aku akan membuatkan mu bubur, kau tunggu disini ya, kau pasti lapar kan?"ucap Andrean.
Andrean pergi ke dapur untuk membuatkan bubur.
"tuan butuh sesuatu?"tanya bi Ira yang telah ada di dapur.
"tolong buatkan bubur untuk nyonya bi!"perintah Andrean.
akhirnya bubur buatan bi Ira sudah jadi, Andrean pergi membawanya ke kamar puja.
"sayang kau sekarang makan dulu!"ujar Andrean.
"aku bisa sendiri tuan!"jawab puja.
"ya ampun wanita ini sedang sakit juga, masih saja mau membantah!"gumam Andrean.
"tidak kali ini kau tidak boleh membantahku!"perintah Andrean.
puja hanya menggelengkan kepalanya.
akhirnya dengan paksaan Andrean puja memakan habis bubur yang sudah di buat bi Ira.
"sekarang kamu istirahat ya, biar kamu cepet sembuh!"ucap Andrean.
tanpa membantah puja menuruti apa yang Andrean katakan, karena percuma membantah juga tidak akan membuatnya menang.
*****
sementara Riky menghampiri Vania yang sedang duduk di taman bunga.
__ADS_1
"hai dek!"teriak Andrean mengagetkan Vania.
"ihh kak Riky, bikin kaget aja!"ucap Vania.
"kak Riky, kak puja sakit ya?"tanya vania.
"iya tuh, tapi sebaiknya sekarang jangan di ganggu, nanti Kakamu marah!"jawab Andrean.
"maksud kaka!"tanya Vania.
"iya Kakamu Andre!"jawab Riky.
"kenapa kak?"tanya Vania penasaran.
"dek, kamu ada yang aneh gak sih sama Kakamu?"tanya Riky.
"aneh gimana kak?"tanya Vania lagi.
"ya, Kaka rasa Andre akhir² ini sikapnya udah mulai baik, waktu itu juga Kaka liat Kakamu senyum!"jawab Riky.
"ya bagus dong!"lanjut Vania.
"iya bagus, tapi aneh aja!"jawab Riky.
"kak, aku udah yakin kalau ini akan terjadi, pasti itu karena kehadiran kak puja yang membuat kak Andre jadi berubah!"lanjut Vania santai.
"Kaka juga pikir begitu sih dek, hadirnya puja membuat Kakamu semakin bersikap lebih baik, dan mungkin pelan² Kakamu akan kembali seperti dulu!"ucap Riky.
"itu Yang aku harapkan kak, aku akan sangat senang jika kak Andre bisa seperti dulu!"lanjut Vania.
"tentu saja dek, semoga saja Kaka mu akan terus berlanjut seperti ini!"ucap riky.
tiba² saja Andrean berjalan ke arah mereka dan membuat pembicaraan Riky dan Vania terhenti seketika.
"ada apa nih kayanya serius amat!"tanya Andrean.
"tidak kak tidak ada papa!"jawab Vania sambil tersenyum ke arah Riky.
Andrean hanya menganggukkan kepalanya tanda tidak peduli.
"rik ayo, katanya mau bahas kerjaan !"ajak Andrean.
"tapi istri Lo kan sedang sakit!"jawab Riky
"dia sedang istirahat, udah deh Lo jangan banyak ngeles!"ucap Andrean
tanpa banyak protes Andrean dan Riky menuju ruang kerjanya.
__ADS_1