
Rio Senjaya merupakan anak rantau yang ingin menempuh pendidikan di ibu kota,menjadi anak kos bukan lah hal yang mudah bagi anak seusia nya,namun dia berusaha menjadi anak yang mandiri,dan untuk membantu keuangan orang tua nya,pulang sekolah dia bekerja sebagai penyiar radio,dan sesekali menjadi ojek online sebagai tambahan
Dia sekolah di SMA pelita kelas xl,dia mengambil jurusan IPS,anak itu berumur 16 tahun,ber badan tinggi dan kulit yang putih mulus,juga memiliki wajah yang tampan membuat para siswi di sekolah itu mengagumi diri nya,apalagi dia begitu gampang tersenyum dan terkesan ramah terhadap orang lain.
Dia merupakan ketua bolla volly di sekolah itu,karena dia memiliki skill yang bagus dan berhak mendapat pangkat itu.dia bukan lah siswa yang pintar, namun juga bukan siswa golongan pemalas.satu mata pelajaran yang sangat mengusik otak nya yaitu pelajaran mate-matika.Wajar sajalah setiap orang pasti akan pusing dengan mapel itu,termasuk kamu ya ngak reader ???
Hari ini,adalah hari yang sial bagi Rio,karena dia lupa mengisi bensin, motor nya mogok dan terpaksa harus berjalan kaki ke sekolah.Dia menitipkan motor nya di warung makan yang sering ia singgahi.
"Buk,saya titip motor dulu ya saya lupa isi bensin"teriak Rio kepada pemilik warung.
"Iya"Begitu jawaban pemilik warung.
Mendengar jawaban pemilik warung,Rio langsung berlari menuju sekolah nya, walaupun dia lari sekencang mungkin dia tetap terlambat karena sekolah nya masih jauh.
"Huh huh huh"nafas Rio tersengal-sengal,dia berhenti sejenak lalu kembali berlari,ketika sampai di gerbang sekolah,dia memperhatikan gerak gerik satpam lalu mengendap-endap masuk dan memanjat pagar,berharap pak satpam tidak melihat nya,namun ternyata.
"Hey,Rio turun"teriak satpam itu
"Huh"menghela nafas panjang "pak saya mau ikut belajar"ucap Rio memelas.
"Kalau kamu niat belajar, kenapa kamu datang terlambat?"marah satpam itu.
"Biasa lah pak,ada kendala di jalan tadi"jawab Rio memelas.
Satpam itu masuk ke dalam memanggil guru piket,tak lama guru piket dan satpam datang menghampiri Rio yang berada di luar gerbang.
"Masuk!"
Rio masuk dengan wajah cemberut melihat guru piket yang terkenal killer.
"Kamu,hormat bendera selama jam pelajaran pertama!"ucap Cantika,guru piket yang menangani siswa yang terlambat.
"Aduh,malang nian nasib ku ini"gumam Rio,dia pun mengerjakan hukuman nya yaitu menghormat bendera.
Dengan kepala yang mendongak ke atas melihat kearah bendera dan tangan yang berada di kepala,mata nya terasa silau karena matahari sudah sangat terik,keringat yang sebiji jagung berjatuhan di sekujur badan
"Pura pura pingsan aja kali ya!"manolog Rio,dia sudah lelah dan kepanasan berada di depan bendera,berkali kali Rio meneguk liur nya,dia sudah merasa sangat haus.
Namun tiba tiba,hembusan angin mengarah kepada diri nya,sejenak hati nya terasa dingin.Dia yang tadi nya lesu kini bersemangat,ketika dia melihat sosok seorang siswi cantik,rambut yang lurus,hidung yang mancung Dan senyum yang manis berjalan ke ruangan kepala sekolah.
Hati nya bergetar,ketika melihat siswi itu,pandangan nya tidak bisa lepas dari siswi itu hingga cewek itu hilang dari pandangan nya.
"Cantik" hanya itu yang keluar dari bibir Rio
Setelah jam pertama selesai,Rio di suruh masuk oleh Cantika untuk mengikuti pelajaran.sebelum ke dalam kelas,Rio ingin membersihkan badan terlebih dahulu ke kamar mandi,dari badan yang penuh keringat.
Tidak puas hanya mencuci wajah,Rio akhir nya menyiram seluruh badan nya dengan air,baju yang ia kenakan kini menjadi basah,jika sudah seperti itu,dia tidak mungkin ikut masuk untuk mengikuti jam pelajaran kedua,alhasil dia tidur di taman sekolah,dengan baju yang basah.
Sementara itu di kelas xl IPA 1,sedang kedatangan siswi baru,dia pindahan dari Bogor.
"Permisi..!ibu mau memperkenalkan murid baru"ucap guru yang membawa siswi itu, mendengar ucapan guru, para murid itu pun menoleh.
"Wihh,cantik bener asli"ucap Arif,menyenggol lengan sebangku nya.
Arif memiliki kulit kuning sawo dan kepala yang selalu kinclong alias botak.
"Apaan sih sih Lo"tepis devano.
Devano ini adalah ketua kelas xl ipa1,Terlihat tampan,mempunyai kulit yang putih,dan lesung pipi ketika tersenyum.
"Lo lihat dulu! Itu ada murid baru cantik banget gilak"
Devano menoleh ke arah depan,dan ternyata benar yang dikatakan teman satu kursi nya,ada cewe cantik yang sedang berada di depan papan tulis.
"Ayo perkenalkan nama kamu!"perintah guru.
"Nama saya Karina,kalian bisa memanggil saya Karin"ucap cewe itu memperkenalkan dirinya,kelas yang tadi nya hening kini berubah menjadi riuh,karena teriakan dari murid lelaki.
"Sudah,tenang..!! sekarang tolong tunjukan sama ibu, kursi mana yang kosong!"
"Rif Lo pindah sana,biar dia duduk sama gue"pinta Devano,dengan terpaksa Arif pun pindah tempat.
"Disini aja bu,sebelah saya kosong"ucap Devano,Karin melangkah untuk duduk namun
"Disini aja bu,dari pada dia di sana nanti jadi bahan gombalan devano"ujar salah satu siswa,akhir nya Karin duduk di samping siswi itu dengan senyum yang merekah Karin melangkah ke arah siswi itu.
"Karina"ucap Karin memperkenalkan diri sembari duduk dan menyalim tangan sebangku nya
"Nina"balas Nina menyambut salaman dari Karin nina ini adalah juara di kelas itu.
Di kelas xl ips1
__ADS_1
Tepat jam terakhir,Rio masuk ke dalam kelas dengan wajah yang semangat,badan nya kini telah terasa bugar karena sudah beristirahat.
"Woi, men Lo kemena aja..? Jam sekarang baru nongol?"tanya Morgan,nah dia ini adalah salah satu sahabat Rio yang paling tajir,tak kalah tampan dari Rio,berkulit putih dan yang paling penting bapak nya orang kaya.
"Iya,ko ini kemana saja,kenapa tidak masuk kelas.?"tanya ijmi sahabat Rio dari Papua,pasti kalian berpikir dia berkukit hitam kan..?karena berasal dari papua, tidak.! dia berkulit putih hanya saja rambut nya yang kriting.
"paling dia lagi ngelem di gudang"tuduh Bima bergurau,dia ini juga sahabat Rio yang berbadan gemuk yang hobby nya selalu makan dan satu lagi Galih, sahabat nya yang selalu berpikir jernih,dia tidak bertanya melainkan hanya menyimak keempat sahabat nya itu.
"Gue terlambat tadi,jadi dihukum hormat bendera"jawab Rio,yang membuat keempat sahabat nya ber oh ria,setelah beberapa menit mengobrol,guru pun datang untuk memulai pelajaran.
*****
Kini waktu nya sudah pulang sekolah,Morgan yang hobi nya balab liar pun mengundang satu kelas nya untuk datang sebagai pendukung nya,karena sore ini dia akan lomba dengan Devano anak kelas xl IPA 1,
Suara geberan motor para pembalap terasa nyaring di telinga,Sulis Salah satu siswi dari kelas xl ipa1 sebagai pemandu balab motor mulai menghitung mundur "sudah siap..?" "3,2,1" kain merah pun di lemparkan ke atas sebagai tanda perlombaan sudah di mulai.
Tim Morgan yang berada di sebelah kanan,dan tim Devano yang berada di sebelah kiri.semua pendukung pun berteriak memanggil nama jagok nya,namun Rio yang memandang ke arah depan tak sengaja melihat kembali wanita yang di lihat nya tadi pagi,seakan dia sedang terhipnotis denga kecantikan cewe itu,namun lamunan nya berhenti ketika Ayu,menyenggol pinggang nya.
"Ih ayang Rio,lagi ngeliatin siapa sih?"tanya Ayu manja setengah berteriak,Rio menjawab dengan gelengan,namun dia kembali menatap cewe itu,dan ternyata cewe itu juga sedang menatap nya,kedua nya sama sama menatap,cewe itu adalah Karina anak baru kelas xl IPA 1.
Kedua pambalab liar pun kini sudah terlihat,dan orang yang memenangkan lomba kali ini adalah Morgan.
"Huuuu,gue menang"teriak Morgan menatap Devano dengan tatapan mengejek.
"Kok Lo kalah sih Dev"Tanya Arif.
"Motor gue yang salah ini"ujar Devano,dia terlihat malu mengakui kekalahan nya.
"Karna gue menang,kalian semua gue traktir"teriak Morgan senang.
"E biasa aja dong! menang karna curang aja bangga"teriak Vino tidak suka, namun kelas IPS mengabaikan ucapan nya.Vino ini salah satu teman Devano yang tadi nya bolos sekolah.
Rio yang memberi selamat kepada Morgan mengalihkan pandangannya dari Karin.
"Lah kok hilang?"ucap Rio ketika dia sudah tidak melihat Karina disana.
"Apa nya yang hilang"tanya ijmi.
"Itu tadi gue lihat cewe cantik,disana!"
tunjuk Rio ke arah Karin yang sudah menghilang
"kok udah gak ada?"jawab nya sembari mencari cari keberadaan Karin.
****
Pagi sekali,Rio datang dengan menggunakan motor metik nya,kali ini tidak mogok karena dia tidak lupa mengisi bensin,setiba sekolah dia menghampiri sahabat-sahabat nya.
"pagi semua! pemuda harapan bangsa"sapa Rio dengan senyum manis kepada keempat sahabat nya.
"siapa bilang ini sudah siang"Bima selalu seperti itu.
"Men,gue ada tugas buat lo ni! kan Lo terkenal banget tuh jago dengan rayuan manis,nah gue mau ngasih job buat lo"ujar Morgan.
"Apaan tuh?"tanya Rio serius,ketiga sahabat nya yang lain pun menyimak.
"Kalau gue di terima, gue bakal traktir lo selama satu bulan pake nasi uduk"ucap Morgan.
"Ah nasi uduk,yang lain lah bosan gue sama nasi uduk, pizza gimana??"
"Gak masalah,asal lo kerja nya bagus!"
"Gue mau nembak cewe,ini beda dari yang lain,cantik banget sumpah"terang Morgan.
"Lo mah semua cewek lo bilang cantik"sahut Galih,membuat kelima nya tertawa.
"CK,gue serius.nama nya Karina dia anak baru di kelas xl ipa1,itu orang nya yang lagi di perpustakaan"ujar Morgan,terlihat Karin sedang membaca buku disana.
Keempat sahabat nya menoleh Bersamaan dan benar saja,cewe yang Morgan maksud memang benar-benar cantik di mata mereka,namun raut di wajah Rio berubah datar,itu adalah cewe yang dia suka sejak pandangan pertama,sewaktu menghormat bendera kemarin.
"Nih!! gue DP"ujar Morgan memberikan uang 100 ribu,ke arah Rio yang sedang menatap Karin.dengan rasa gundah Rio menerima uang itu.
"Biar lo semangat ngasih gombalan nya,"ujar Morgan lagi.
"Tapi lo janji ya,Lo gak bakal makan teman?"tanya morgan bernegosiasi
"Deal..?"
"Deal".!
Kedua nya pun saling menjabat,sekarang tinggal Rio yang memikirkan bagaimana cara membuang prasaan nya.
__ADS_1
dari mulai pelajaran pertama hingga akhir,Rio sejenak melupakan beban tentang perasaan nya terhadap Karin,hingga pada saat pulang sekolah.Morgan mengingatkan lagi tugas yang sudah dia perintah tadi pagi.
"jangan lupa ya bro!" pesan Morgan sembari menepuk bahu Rio pelan.
"oke,siap".
******
Hari sudah malam,Rio kini memikirkan kata kata yang akan di kirimkan melalui surat untuk karina,dia mulai membayangkan senyuman Karin di wajah wanita itu,hingga dia terhipnotis oleh pikiran nya sendiri,namun terbesit di ingatan nya tentang sahabat nya Morgan Membuat bayangan nya buyar.
"sadar Rio,lo gak boleh makan teman!"gumam nya sembari menepuk pelan kepala nya.
Padahal apa salah nya mereka bersaing secara jantan,tapi kan Rio sudah menerima DP untuk menaklukkan hati karina untuk Morgan.
pulangkan saja duit nya yo..!!
Tidak bisa,duit nya sudah digunakan untuk belanja dua hari kedepan.
Rio kembali memikirkan kata kata yang akan di tulis di kertas origami,Sudah banyak kertas sampah itu berceceran di sudut ruang kamar nya. Hingga pukul 00:00 wib dia kembali membayangkan senyuman Karina lalu mengungkapan kata-kata untuk mengikat hati si Karin anak baru.
Rio melipat kertas itu,lalu memasukkan ke dalam amplop khusus surat cinta.
"selesai juga!"ucap Rio memandangi amplop itu,dia kemudian menuliskan nama Morgan sebagai pengirim di amplop.
*****
kini sudah pukul 03:00,alarm di kamar kos Rio berdering begitu keras, dia sengaja menyetel pengingat waktu itu agar sempat membelikan setangkai mawar pelengkap surat yang akan di berikan kepada karina.
Rio sudah menyiapkan semua nya,setelah sampai di sekolah dia bertanya ke pada Nina,dimana letak meja karina anak pindahan itu.Setelah mengetahui Karin duduk di sebelah Nina,Rio langsung saja meletakkan surat beserta bunga mawar di meja Karina.
***
Setelah selesai acara baris berbaris,Karina masuk ke dalam,dan mendapati meja yang sudah berisikan bunga dan surat.
"ciie"goda Nina,Karin duduk lalu mengambil surat itu.
"dari siapa Nin"tanya nya.
"gak tahu Rin,coba di baca dulu!"
Terlihat nama pengirim di surat itu Morgan attala.lalu Karin membaca isi surat nya,sejenak dia senyum membaca gombalan yang ada di dalam surat itu namun,ketika dia sudah sampai di kata terakhir,Karin melihat nama Rio senjaya di akhir surat itu.
Sementara di kelas xl ips 1 Morgan sedang menunggu Rio yang belum masuk ke dalam kelas.
"gimana bro?"tanya Morgan ketika Rio duduk di kursii nya.
"aman,tinggal menunggu jawaban "jawab Rio .
Tepat di jam kedua,Morgan mendapatkan jawaban dari karin,dia menerima surat tentang pernyataan,bahwa Karin menolak diri nya.
Kelima sahabat itu sedang duduk di warung,untuk makan siang.
"gimana gan?"tanya Galih penasaran.
"ah,gue di tolak "Raut kecewa ada di wajah Morgan sekarang.
"yah gagal deh makan pizza sebulan"sahut Bima
"ko punya pikiran di makanan terus"Ijmi menyenggol lengan Bima.
"baru kali ini lho Morgan di tolak sama cewe,padahal gue udah yakin banget dengan gombalan manis nya si Rio"kata bima terheran heran.
Kebetulan Karin sedang ke kantin.
"tuh Gan,cewe nya panjang umur"bisik Galih.
"udah lah! ngapain ngurusin cewe yang sok kecakepan itu"ujar Morgan menohok,sedangkan Rio dia berusaha tidak memandang ke arah Karin.
bel kini telah berbunyi,menandakan jam pelajaran terkahir akan di mulai,Rio pamit duluan ke sahabat nya,karna dia ingin ke toilet terlebih dahulu.
Setelah selesai,dia malah berjumpa dengan Karin di depan pintu toilet.
"ini toilet cowo lho"Rio memberitahu kepada Karin,karna dia takut Karin akan malu.
"tahu kok,nih!"karin memberikan surat yang di tulis Rio tadi malam.
"di bayar brapa lo sama morgan?"tanya Karin mengejek.
"maksud lo?"tanya Rio bingung,namun bukan nya menjawab karina pergi meninggalkan Rio yang sedang kebingungan,tak mau menjadi orang bodoh,Rio membaca lagi surat itu.dia mengutuk diri nya sendiri karna dia begitu ceroboh.
Tak mau ketahuan sahabat nya,rio memasukkan surat itu kedalam kantong celana.
__ADS_1
"ais bego banget sih gue!"umpat nya sembari mengacak acak rambut.