Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina

Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina
bagian 18


__ADS_3

"Rio"


"Morgan"


Saat ini rio tidak bisa meneguk ludah nya sendiri dia tercekat,wajah nya seakan ketahuan habis nyolong kambing.


"Eh,morgan,gue kira lo gak jadi dateng,thanks ya udah mau datang"ujar karina,dia melirik rio dan morgan secara bergantian dia melihat ada aura panas yang tidak busa di jelaskan.


"Lo di undang juga?"tanya morgan ke rio terlihat dimgin.


"Iya"jawab rio datar


"Iya,gue undang dia udah yuk masuk acara nya udah mau mulai"ucap karin,sembari berjalan meninggalkan mereka yang masih betah tatap tatapan.karin kembali menoleh kerah rio dan morgan lalu mengampiri kembali.


"Kalian pada kenapa sih?,kok pada diam gitu kek patung"tanya karin,sedangkan ijmi bima dan galih hanya bisa diam menunggu aoa yang akan terjadi.


"Kok lo gak bilang,kalau diundang ke acara nya bibi karin?"kemudian morgan bertanya.


"Gue baru ngasih tahu dia tadi jam tiga sore "sahut karina mendekat,dia tahu apa yang akan terjadi,karna sejauh yang karina tahu morgan suka terhadap nya,dan dulu pernah meminta rio untuk mengutarakan perasaan nya.


"Oh gitu.lo baru nyampe?"tanya morgan ke rio


"Udah lumayan kama sih"


"Kalian mau pada ngomong apa mau ikut acara bibi gue"kesel karina.

__ADS_1


"Aa iya,yok kedalam gays"ujar rio,semua para sahabat nya mengikuti dari belakang.rio sejenak melupakan rasa tidak enak hati nya kepada morgan.


Acara ulang tahun itu pun di mulai,aisten yang menemani karina selama lika belas tahun itu sudah menolak agar tidak perlu di lakukan acara semewah ini namun karina terus memaksa,mau tidak mau bu onah mengikuti keinginan majikan nya.


Di acara itu,karina terlihat seprti ibu dan anak,tidak terlihat sedikit pun jika onah asisten nya karina,mulai dari acara pemotongan kue,dilanjut suap menyuap dan kemudian ucapan onah yang berucap syukur.


"Terimaksih buat non karina,karna sudah menyiapkan ini untuk saya.acara ini sebenar nya tidak cocok untu saya yang hanya sekedar pembantu" karina menatap tidak suka atas ucapan onah barusan,dia bahkan tidak pernah berpikir sampai sejauh itu.


Semua para undangan memandang heran,bukan kah karin berkata jika yang ulang tahun saat sekarang ini adalah bibi nya.


Karina mengambil mic dari tangan bik onah.


"Bi onah,selamat ulang tahun ya,semoga dengan bertambah usia,bertambah juga rezky untuk kita berdua,asal bi onah tahu sayan tidak oernah menganggap bibi sebagai pembantu,karna saya sudah menganggao bi onah seperti orang tua saya"ucap karina bergetar,bi onah yang mendengar itu hanya bisa terharu dia mendekat ke karina lalu memeluk wanita itu."sekali lagi terimakasih" ucap onah di dalam tangis nya.


Setelah mengucapkan kata terimakasih,di lanjutkan ke ara pitong kue dan suap suapan,semua bertepuk tangan ketika bi onah menyuapkan kue ultah je karina,lalu di lakukan sebalik nya.


"Gue pulang dulu ya rin,terimakasih atas hidangan nya"ujar rio,begitu pula dengan teman teman nya yang lain mereka juga ikut mengucapkan rasa terimakasih.


"Gue duluan gays"teriak rio ketika dia sudah berada di motor nya dan kendaraan nya dalam posisi hidup,morgan dan teman teman nya juga masuk ke dalam mobil,morgan memacu kecepatan tinggi untuk mengikuti rio dari belakang,hingga di sebuah tempat sepi,morgan menyalip rio.


Ciittt.


"Apa apaan ini"marah rio,dia membuka helm nya yang tadi ia gunakan,kemudian turun dari motor nya dia tahu yang menjegat dirir nya adalah morgan.


"Knpa sih sob?"tanya rio menghampiri mobil morgan kebelakang,dengan kuat morgan  mendorong tubuh rio hingga terjatuh ke aspal.rio masih bingung dengan apa yang terjadi dia kembali berdiri dengan cepat morgan melayangkan tinju ke arah rio.

__ADS_1


Galih dan teman nya yang lian dengan cepepat keluar dari mobil dan menghampiri morgan.


"Kalian kenapa sih,kok malah pada brantem kek anak SD sih"ujar bima,sedangkan rio dia membersihkan darah yang sedikit kwluar daei bibir nya.


"Dia udah main belakang bim,kita kan udah sepakat kalau dia gak bakalan nikung gue dari belakang,tapi kenyataan nya kalian pada lihat sendiri kan dia datang ke pesta karin tanpa memberi tahu kita"ujar morgan menggebu.


"Lo kan udah di jelasin karin tadi waktu di sana"ucap galih.


"Gak,gue gaak percaya kalau karin ngundang dia pas jam tiga sore tadi"morgan menatam rio geram.


"Lo ngomong dong rio,bilang kalau yang di katakan karin itu betul"ujar bima,rio tetap diam menatap ke arah morgan dengan tatapan kosong.ingatan nya kembali pada kejadian satu tahun yang lalu,dimana dia juga di tuduh nikung morgan waktu itu.


"Lo pada lihat sendiri kan,dia gak bisa jawab "morgan menimpali.


"Itu tanda nya apa yang gue katakan benar"sambung morgan lagi,rio tersenyum miring.


"Cuma gara gara cewe doang lo nonjok gue,padahal cewe itu bukan pacar lo dan bahkan udah di tolak mentah mentah sama tu cewe,dengan gampang nya lo bilang kalau gue nikung lo"


"Gue jelasin gan,gue dikatan nikung lo kalau lo udah jadian sama tu cewe,sedangkan sekarang ini lo gak ada hubungan apa apa sama karin emang salah kalau gue dekat sama dia,siapa pun berhak kali dekat sama karin selagi dia belum punya pacar.lagian dia juga gak keberatan kalau gue dekatin,jadi orang jangan terlalu takut untuk disaingi gan" ujar rio datar.


"Jadi lo suka sama karin"tanya bima.


"Siapa yang gak suka sama cewe secantik karin"jawab rio mantap,morgan sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi,dia ingin melayangkan tinju lagi ke pada rio tapi dengan cepat rio menangkap tangan morgan.


"Gak semua masalah diselesaikan dengan kekerasan"rio membuang tangan morgan dari genggaman nya.

__ADS_1


"Bacot,lo udah nikung gue anj*ng"geram morgan.


"Lo ingat ?,waktu gue bilang ada cewe cantik ikut nonton pada saat lo balapan sama devano,cewe itu adalah karin gue duluan yang suka sama  dia.tapi karna lo bilang lo juga tertarik sama dia,akhir nya gue mengalah.tapi dengan melihat kelakuan lo saat ini gue memilih untuk maju tanpa memikirkan kalau lo pernah sabahatan sama gue"ujar rio pergi meninggalkan keempat sahabat nya


__ADS_2