
"Karinaa"ucap rio mengeraskan suara nya,dia melambaikan tangan di hadapan karina namun tetap saja pikiran karina kepada devano.karina mengulang lagi ingatan tdi sore saat devano menawarkan tumpangan.
Puk,rio menepuk pelan bahu cewe itu,hingga karina tersadar dari lamunan nya.
"Jangan melamun,ntar kesambet"rio berjalan ke aeah motor nya lalu menaiki motor itu.
"Ayo buruan,gue mau istirahat"rio menghidupkan motor nya,dia benar benar sudah mengantuk dan jika berlama lama sudah di pastikan besok pagi dia akan terlambat ke sekolah.
"Kayak nya gue harus hati hati deh sama devano"gumam karin sembari menaiki motor nya.
"Mau jalan gak,atau gue tinggalin nih"ancam rio,dia merasa karin terlalu lama.
"Iya iya,jalan cerewet banget sih"
"Maka nya jangan lelet banget"sahut rio.
Mereka pun memacu motor,karin di depan dan rio di belakang menjaga cewe itu dari kejahatan.
"Eh karina lo bisa agak kencang gak ?"teriak rio dia merasa kecepatan karin terlalu lambat.
"Gak bisa,gue masih punya cita cita gue masih takut mati"jawab karin yang juga teriak,rio hanya bisa sabar menunggu karina sampai di rumah.
Setelah setengah jam perjalanan akhir nya mereka sampai di depan rumah karina,masing masing mereka mamatikan mesin motor nya.
"Terimakasih ya lo udah nganterin gue"ucap karin turun dari motor nya.
"Santai aja kali,udah lo masuk gih ntar masuk angin lho"
"Iya,lo gak mau mampir dulu"tawar karin.
"Gak usah,ini udah malam banget,gak baik cowo mampir ke rumah cewe kalau larut malam."tolak rio,dia sudah tahu tentang karin yang menjadi yatim piyatu sudah di pastikan tidak ada yang melarang dia membawa cowo masuk ke rumah nya.
"Ya udah deh,kalau gitu gue masuk dulu ya"ucap karin membuka pagar rumah nya
"Sip" rio masih menunggu karina masuk ke dalam rumah,tiba tiba hujan deras menghampiri
Seer seeer,suara deras nya hujan yang begitu mengganggu di pendengaran,rio membuka jok motor nya untuk mengambil jas hujan nya,tapi ternyata jas tersebut tinggal di kosan,baju nya sudah basah kuyup karena hujan yang begitu deras.karina yang melihat itu buru buru mengambilkan payung lalu berlari menghampiri rio.
__ADS_1
"Lo masuk aja ke rumah dulu,ini hujan nya deras banget.bakalan bahaya kalau lo paksain untuk pulang"ucap karin ketika dia sudah memayungi rio,kini mereka satu payung berdua.
"Lo tenang aja,kita gak bakalan berdua dirumah,ada bibi gue"jelas karin,akhir nya rio mau ikut masuk kedalam rumah karina,terlihat isi rumah nya begitu bagus dan barang mahal.
Karina mengajak rio duduk disofa yangbada di ruang tamu
"Lo duduk bentar,biar gue buat kan teh"ucap karin,rio mengangguk lalu duduk di sofa yang terlihat empuk itu.
"Bi"panggil karin ke art nya,onah datang menghampiri.
"Ada apa non"tanya onah,art nya sempat khawatir karena karin telat pulang tapi karena karina sudah memberi tahu lewat pesan dia tidak terlalu khawatir lagi.
"Tolong buat kan teh hangat ya,buat teman nya karin"pinta karin.
"Siap non"
"Gue ganti baju dulu ya,lo tunggu aja disini,anggap aja kek rumah sendiri"ucap karin sembari berlalu kekamar nya.
"Orang kaya rupa nya,rumah gue di kampung aja gak ada apa apa nya di banding ini"gumam rio.
Tak berselang lama art kaein datang dengan membawa dua gelas teh hangat ke duang tamu.
"Iya bu,terimakasih ya"ucap rio,memgangguk kecil,selang beberapa menit karin datang dengan membawa satu pasang baju.
"Nih,lo ganti baju dulu,nanti lo masuk angin lho"karin memberi baju itu ke pada rio,cowo itu pun ragu untuk menerima nya.
"Lo tenang aja,ini belum pernah di pake kok,lihat aja tuh merek nya masih ada,belum di lepas"ucap karin.
"Udah gak usah gue pake ini aja,bantar lagi hukan nya pasti bakal reda kok"tolak rio.
"Pake aja lah,udah gue bawa juga"ujar karin cemberut,dan itu membuat rio merasa bersalah,dia pun mengambil baju itu dari tangan karin.
"Oke"
"Kamar mandi lo dimana".
"Lurus aja sampai tembok sana,habis tu belok kiri"
__ADS_1
Rio pun menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian nya,baju itu sangat cocok di badan nya.baju kaos dan celana training membuat dia terlihat macho di mata karin.setelah selesai memakai baju rio kembali menemui karin di ruang tamu
Rio kembali duduk di sofa,kemudian meminum teh yang telah di sediakan oleh bi onah untuk nya.hujan semakin deras kilat dan petir juga ikut menununjukkan diri bersama hujan.
"Lo ada jas hujan gak,kek nya hujan ini bakalan lama reda nya"rio bertanya sembari melirik ke arah semua tempat.
"Ada,bentar gue ambilin dulu"karin pergi ke bagasi rumah untuk mengambil jas hujan dari motor nya.
"Nih"jas berwarni pink yang bermotif bunga bunga di berikan kepada rio.
"Gue pinjem dulu ya"rio menerima jas itu.
"Tapi gak papa bentuk jas nya seperti itu ?"
"Gak apa apa lah emang knpa "
"Ya, warna nya pink dan lo bisa lihat sendiri "tunjuk karin.
"Ya elah,jas doang.lagian ini malam gak akan ada orang yang lihat"ujar rio.
"Lo gak takut,tengah malam jalan sendiri, ada begal lho"
"Masih jam sepuluh,begal keluar nya jam 12,lagian hujan deras mana mau orang itu hujan hujanan".
"Kok lo tahu,jangannjangan lo salah satu nya"tuduh karin bercanda.
"Kok lo tahu sih,jangn jangan lo ikut lagi komplotan mereka"
"Iga gak lah,begal itu datang nya pas lagi sepi banget,mana brani mereka datang pas jalan masih rame bisa di gebukin masa dia"jelas rio.
"Yaudah kalau lo ngotot untuk pulang,tapi hati hati"ujar karin.
"Iya,gue pulang dulu ya,thanks buat baju dan teh nya"rio berjalan keluar,karin hanya menganguk kecil,tanpa di sadari karin sudah berubah lembut kepada rio.
Rio menembus hujan yang begitu deras,dia memecu motor dengan kecepatan yang tinggi,tapi masih dengan kemampuan nya,tidak seperti rossi yang kecepatan nya begitu kencang.
Tiga puluh menit menempuh perjalanan akhir nya rio telah sampai di rumah nya,dia memasukkan motor ke dalam bagasi kontrakan
__ADS_1
"Astagfirullah"