Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina

Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina
bagian 3


__ADS_3

"Ngak kok,tapi seperti nya  gue kelelahan gue mau pulang aja"ujar karin.


"Mau gue anterin gak"tawar devano.


"Gak usah,gue bisa sendiri"tolak karin,devano sedikit kesel namun dia berusaha menahan nya.


Sementara rio,dia sedang melihat anak smk yang telah menggebuki dia tadi sore,dengan cepat rio menghampiri cowo itu,lalu menarik nya ke tempat sepi.


"Eh..? lo kan yang keroyok gue tadi sore"ucap rio tersulut emosi.


"Lo salah orang kali,gue gak ada keroyok siapun"kilah cowo itu.


"Brani nya main kroyokan lo,kalau lo laki sini lawan gue satu lawan satu"ujar rio geram,dia sangat kesel jika mengingat perlakukan lelaki itu pada nya.


Karena sendirian anak smk itu ketakutan,dia ingin berteriak tapi rio langsung menarik nya dan melempar ke tumpukan rumput.


Bugh bugh,dua pukulan mendarat tepat di wajah anak smk itu,rio merasa lega sekarang.


Malam semakin larut,kini para tamu undangan sudah berkurang,karin yang kehilangan jejak nina pun menjadi bingung,karna dia datang ke pesta itu bersama nina,dia berusaha menghubungi teman sebangku nya itu,namun tidak ada jawaban,sedangkan nina dia yang merasa jika karin sudah pulang,dia tidak khawatir dia pun merebahkan tubuh nya di ranjang dan meletakkan ponsel di meja rias,ponsel nya pun masih dalam mode silent.


Diacara pesta,karin sedang menunggu nina di depan gerbang,berharap teman sebangku nya itu muncul dan membawa diri nya pulang,dia sudah menghubungi nomor nina tapi tetap tidak ada jawaban.


"Karina,ko pulang sama siapa.?" Tanya ijmi ketika dia melihat karina tengah menunggu seseorang di depan gerbang.


"Lagi nunggu nina"jawab karin ramah.


"Seperti nya nina sudah pulang,karna yang di dalam tinggal anak cowo"jelas ijmi


Ijmi yang menggunakan motor skuter,tidak brani menawarkan tumpangan kepada karin,dia merogoh ponsel lalu menghubungi galih.


"Hallo,kalian cepatlah kemari aku menunggu kalian di gerbang"ucap ijmi ketika panggilan nya sudah terhubung,tidak menunggu lama galih beserta kedua sahabat nya muncul.


"Behh,ijmi start duluan ah"goda bima,mereka hanya tersenyum kecuali rio.


"Kalian tolong bawa nona cantik pulang sudah,saya tidak berani nanti lecet bisa kacau"ujar ijmi.


"Lo bawa lah yo,gue kan sama galih"ucap bima


"Iya bawa yo,kasian loh dia"ucàp galih.


"Gak mau gue kalau harus boncengan sama cowok kasar kayak dia"tolak karin,namun hati nya berdo'a agar rio memaksa nya.


"Tuh kalian pada dengar sendiri kan dia gak mau gue bonceng"sarkas rio.


"Ck,masa lo tega sih yo,ninggalin cewe secantik dia"ucap bima,sedangkan karin dan rio saling melirik tidak suka.


"Lah,orang dia nya gak mau kan gak mungkin gue paksa males banget"ucap rio.


"Udah lo pulang sama rio aja ya rin..?,kalau sama gue,kan gak mungkin kita tarik tiga  bisa dikata cabe-cabean ntar"bujuk bima.


"Yaudah kalau maksa"ucap karin.


"Gue gak maksa ya"ucap rio.


"Helem gue mana"tanya karin.


"Emang lo punya helm..?"rio heran.


"Masa gue gak pake helm,nanti di tilang dong"


"Bim,mana helm lo"rio menguluskan tangan ke bima,dengan cepat bima memberikan helm nya kepada rio,


Rio melepaskan helm nya lalu memberikan kepada karin,dan dia menggunakan helm bima


"Lo bisa pake sendiri kan?"tanya rio tanpa menoleh ke arah karin,cewe itu menerima helm lalu memakai nya,kemudian dia naik ke motor metik rio.


"Pegangan"ucap rio memperingati,karin tidak menggubris ucapan rio dia malah melihat ke arah lain seolah tidak ada yang berbicara dengan diri nya.


Rio kesel tidak di dengarkan,dia memutar gas secara mendadak sehingga kaein memeluk diri nya erat,ada senyum di bibir rio saat karin memeluk pinganggang nya begitu erat.


"Kesempatan lo ya"marah karin.


"Maka nya lo pegangan dong"ucap rio,menjalankan motor nya.


Tidak sampai disana perdebatan kedua insan itu,di tengah perjalanan pun kedua nya masih saja bertengkar.


"Lo pelan-pelan dong,jangan nyari kesempatan di dalam kesempitan"ucap karin sebel,rio memang sengaja memainkan gas motor nya agar karin memeluk pingang nya,biasa lah modus nya cowo.


"Kalau lo mau jatuh,silahkan lepas pegangan nya "ucap rio,karin benar benar melepaskan pegangan nya dari pinggang rio,tapi dia memegang besi motor yang ada di belakang.


Rio semakin gentar mengerjai karin,dia menggeber-geber motor nya dan memacu dengan cepat.

__ADS_1


"Pelan pelan dong senjaya,gue belum mau mati"teriak karin histeris dada nya berdegup kencang,sudah berteriak setengah mati namun rio tidak menggubris ucapan karin malah semakin menambah kecepatan.


"Oiii budeg lo ya,..?bisa pelan gak lo"


"Aduh senjaya,gue belum nikah"meskipun teriak seperti itu,tapi tangan nya enggan untuk memeluk pinggang rio.


"Turunin gue"teriak karin sebel,belum ada tanda tanda rio ingin memberhentikan motor nya,karin semakin sebel dia kemudian mencubit pinggang rio dengan putaran 180°,seketika itu rio langsung ngerem secara mendadak.


"Aduh,perih banget"keluh rio,dengan wajah kesel karin turun dari motor nya.


"Mendingan gue jalan dari pada di bonceng sama lo"ucap karin merajuk,dia berjalan mendahului rio,dan sial nya si karin ini merajuk di jalan yang sepi penuh dengan hutan.


"Yakin lo,mau jalan sampai rumah"tanya rio datar.


"Yakin lah,dari pada sama elo ntar pala gue bocor lagi"jawab karin dengan wajah yang masih sebel,dia terus berjalan rio mengikuti dari belakang.


"Rin,karin"panggil rio lembut membuat karin tersenyum,namun dia masih saja berpura pura ngambek.


"Karina"ucap rio merayu,karin menoleh namun wajah nya tetap di buat cemberut.


"Minta helm gue dong"pinta rio mengukurkan tangan,dan itu semakin membuat karina marah,


"Nih"karin memberi helm nya,lalu berjalan meninggalkan rio.


"Rin"panggil rio,cewe yang berpakaian dres berwarna merah itu pun menoleh.


"Hati-hati ya,gue dengar dengar sih hutan ini punya penunggu"ucap rio sembari memacu motor nya meninggalkan karin berjalan sendiri.


"Iiiihh rese"teriak karin,namun seketika dia memperhatikan sekeliling nya,dia berubah menjadi merinding.


"Mama...


                                    


***


Karin menangis,dia merasa sedih di perlakukan seperti itu oleh rio.dia berusaha menepis rasa takut nya,lalu berjalan cepat untuk mencari taksi,tak lama dia pun menemukan taksi.


"Taksi"panggil nya,supir taksi sempat ragu untuk berhenti karna berpikir jika yang memanggilnya adalah mahkluk astral,secara saat ini dia sedang di pinggir hutan gays,namun dia memberanikan diri untuk berhenti.


"Mau kemana neng..?"tanya supir taksi.


"Jalan harapan bunda pak,"jawab karin sembari masuk ke dalam taksi,di sepanjang jalan dia terus saja mengelurkan air mata nya,ucapan dan perlakuqn rio terngiang ngiang di pikiran nya.


Sementara rio,dia merasa bersalah telah meninggalkan karin di tengah jalan,apalagi ini sudah tengah malam dan dia seorang perempuan.


"Duhh,lo bego banget yo,mana otak lo gimana kalau dia kenapa napa di sana"umpat rio,dia mamaki diri nya karena menganggap diri nya benar benar bodoh,dia pun memutar balik ingin menjemput karin,tapi ternyata sudah tidak ada lagi,karin sudah pergi.dia sangat khawatir lalu mencari karin di sekitar hutan.


"Rin,"


"Karina"


"Karin"


Dia tidak menemukan karin,tidak kehabisan ide dia menghubungi ijmi untuk menanyakan nomor ponsel karin.


"Hallo ij,lo punya nomor nya karin gak"tanya rio ketika sambungan telepon sudah terhubung.


"Tidak punya,memang nya kenapa to??"


"Oh,yasudah lah"ujar rio memutuskan sambungan telepon,tidak mendapatkan info rio menuju rumah nina.


Tok tok tok.


Clek


Pintu rumah nina terbuka,memperlihatkan wanita paruh baya di depan pintu.


"Ada apa ya nak..? "Tanya wanita itu.


"Em, ini bu saya teman nya nina,bisa bertemu dengan beliau sebentar"tanya rio ragu ragu.


"Boleh,tunggu sebentar ya,tak pangilkan dulu"


Tidak menunggu lama nina muncul di ambang pintu,dia terlihat sangat senang melihat rio menghampiri rumah nya.


"Eh rio,tumben lo mampir kerumah gue,ayo masuk dulu"ajak nina.


"Ah,gak usah nin,gue kesini cuma mau nanya,apa lo punya nomor nya karina anak batu itu"


Mendengar ucapan rio,nina berubah datar dia diam sebentar.

__ADS_1


"Ada kok,emang kenapa"


"Tolong Coba lo hubungin dia ya,tadi dia gue tinggalin di jalan"ucap rio menyesal.


"Oh iya bentar ya biar biar gue ambil ponsel dulu"ujar nina sembari mengambil ponsel nya di atas meja rias dia melihat beberapa panggilan takk terjawab dari karin.


"Astaga handphon nya gue silant,duh maaf yan karin"gumam nina merasa bersalah,dia pun kembali ke luar menemui rio.


"Tadi handphone gue di silant,ada beberapa panggilan daei karin gak terjawab"ucap nina menyesal.


"Coba lo hubungi balik nin"ucap rio,nina pun memanggil karin.


"Hallo rin,gue minta maaf ya tadi handphone nya gue silant jadi gak dengar kalau lo hubungiin gue,btw lo gak apa apa kan?? Aduh maaf ya tadi gue kira lo udah pulang duluan jadi gue gak nyariin lo di pesta itu"ucap kaein panjang lebar.


"Iya gak apa apa kok,gue baik baik aja,ini udah sampai rumah."


"Emang kenapa kok lo kek panik gitu"tanya karin penasaran.


"Gak ini,ada yang khawatir sama lo"jawab nina.


"Siapa..?"


Tut tut tut,panggilan berakhir dan karin benar benar penasaran siapa yang khawatir dengan diri nya.


"Is nina gak jelas bener"gumam karin,sembari merebahkan tubuh nya di kasur.


"Lo apaan sih main matiin handphone orang sembarangan"ucap nina sebel,rio tidak mau karina merasa di khawatirkan oleh nya.


"Gue cuma gak mau dia GR,udah ya gue cabut,thanks "ucap rio sembari pergi dari rumah nina.


Hati nya terasa lega karena telah mengetahui keadaan karina,jadi rio bisa tidur nyenyak malam ini.


Sedangkan bima dan galih,mereka sedang di tilang polisi karena salah satu dari mereka tidak mengenakan helm.


"Berhenti"ucap polisi itu,biasa nya razia zebra kross akan di umumkan dan di laksanakan di pagi hari,namun kali ini polisi menjegat kedua sahabat itu,bima yang merasa tidak memiliki kesalahan dengan cepat memarkirkan kendaraan nya.


"Ada apa ya pak..?" Tanya bima.


"Kok lo berhenti sih,malah nanya ada apa lagi,kita di tilang pe'a"bisik galih geram.


"Lah kok..?"


"Dimana helm kamu"tanya polisi itu.


"Aduh,tadi saya pake helm pak,tapi di pinjam sama teman saya"jawab bima terus terang.


"Alasan basi,sebagai hukuman nya kalian berdua hormat helm itu agar kalian selalu menghargai keamanan dalam berkendara"perintah polisi itu tegas.


"Dia aja lah pak,kan saya pake helm"bela galih,


"Tega banget lo,lih"protes bima.


"Sama saja,kamu juga ikut hormat "ucap polisi itu.


"Aduh apes banget sih hidup kita"keluh galih,kedua sahabat itu pun melakukan perintah polisi itu.


☆☆☆


Hari ini adalah hari sabtu,seperti biasa setiap pagi sekolah pelita itu mengadakan senam dan itu sudah jadi rutinitas para siswa dan siswi beserta seluruh guru di sana semua siswa termasuk guru mengenakan pakaian olah raga,setiap diadakan senam tidak pernah aktifitas itu berjalan selurus jalan tol pasti ada murid yang kelakuan nya abstrut dan murid itu tidak lain adalah pemuda harapan kelas xl ips 1,yaitu rio beserta teman teman nya.hanya murid yang paling depan saja yang konsen mengikuti senam itu,padahal senam sangat baik untuk kesehatan namun kelima sahabat itu nampak nya lebih suka berjoget tiktok.


Musik yang ber irama sorong kekanan e,seharus nya jalan di tempat dan sedikit bergerak kekanan dan kekiri malah di buat menjadi joget pargoy oleh bima dan ijmi,sedangkan rio,galih dan morgan membuat gerakan sendiri,kadang ketiga nya saling tarik tarikan,setelah hampir 30 menit melakukan senam akhir nya seluruh siswa masuk ke dalam kelas.


Rio berjalan ke arah toilet,ingin mendinginkan wajah yang terasa panas,di sana dia melihat karin yang juga hendak ke toilet,dia menyiapkan diri untuk meminta maaf atas kejadian tadi malam.


"Karin gue mau min..." ucapan rio terhenti,karna karin langsung menuduh dia tidak tidak.


"Eeii dasar ya,ngapain lo di toilet cewe mau ngintip lo ya"tukas karin,rio geleng geleng dia mengurungkan niat untuk meminta maaf.


"Lo pake mata lah,tuh lo lihat simbol nya baik baik"rio menunjuk simbol toilet,karin langsung melihat dan merasa malu,rio meninggalkan karin yang tengah malu.


"Ih malu banget sih gue"gumam karin sembari masuk ke dalam toilet.


Kelas xl ips1.


"Weyy,muka lo kenapa kusut begitu,prasaan saat senam tadi lo berdua semangat banget"ujar morgan ketika melihat bima dan galih menjadi lesu.


"Tadi malam gue sama bima di tilang"jawab galih lesu.


"Kok bisa,kalian balap kali mungkin "ujar morgan.


"Bukan,kami mah selow tapi gara gara rio minjem helm gue kenak tilang deh jadi nya"jelas bima.

__ADS_1


"Emang helm nya rio kemana.?,di curi atau di gadein?" Tanya morgan.


"Ck,helm nya rio mah ada,dia minjam helm buat si karin karna dia ngeboncengin karin tadi malam"ucap galih,seketika raut di wajah Morgan berubah masam,dada nya bergemuruh


__ADS_2