
"Kurang ajar si Rio,brani nya main blakang ya"ucap morgan dengan tatapan menerawang.
"Weys,bro gmna..?mantap jadi host tadi malam"Rio masuk dan memegang bahu Morgan,namun langsung di tepis oleh sahabat nya itu,pergi menjauh dari Rio
"Kenapa sih..?"tanya Rio heran.
"Gak tahu,habis bima cerita helm nya,lo pinjamin buat Karin dia berubah seperti itu"ucap Galih,seketika mereka pun sadar.
"Ini pasti Morgan mikir gue nikung dia "ucap Rio.
Sementara itu di kelas xl ipa1,Devano kepo,dengan siapa Karin pulang tadi malam,Nina pun memberitahu jika karin pulang bareng Rio,namun tidak seperti yang ada di pikiran Devano,karin kan ditinggal Rio di tengah jalan,tapi devano merasa cemburu padahal Karin dan diri nya belum punya status apapun.
Pelajaran pun di mulai,Morgan sama sekali tidak mau ikut berbaur dengan keempat sahabat nya,wajah nya masih masam seperti tadi,hingga saat jam istirahat,Morgan pergi terlebih dahulu ke kantin sekolah,dia berjumpa dengan Devano di perbatasan kelas ips dan ipa.
"Gak ada yang nama nya sahabat sejati"ucap Devano,Morgan melirik ke arah Devan.
"Maksud lo.?"
"Rio udah nikung lo dari blakang"kalimant itu di ucapkan Devano begitu saja,membuat Morgan menjadi kebakaran jenggot, dia menggepalkan tangan lalu pergi ke kantin dengan hati yang bertambah panas.Rio merasa ada yang mesti di luruskan pun segera menyusul morgan.
"Seperti nya ada yang perlu kita bicarakan"ucap Rio ikut duduk satu meja dengan Morgan.
"Mau bicara apa lo"tanya Morgan datar.
"Gue,gak ada hubungan apapun sama karin,bahkan gue gak ada rasa sama dia,mana mungkin gue suka sama cewe rese dan sok cantik seperti dia"
"Ck,lagian ni yah asal lo tahu tadi malam tu gue tinggalin dia di tengah jalan,lo gak tahu kan,karna dia tuh rese banget"jelas Rio,sahabat nya itu pun menoleh.
"Seriusan lo gak suka sama dia"tanya Morgan srius.
"Iya lah,punya rasa aja ngak,mana mungkin gue nikung lo dari belakang.lo tenang aja dah"ujar Rio,tanpa tahu karin mendengar semua omongan nya,tak sengaja rio melihat kearah samping dia melihat Karin berdiri dan menatap nya tajam,lalu Karin membuang pandangan.sungguh demi apapun Rio sangat merasa bersalah.
"Ngelihatin apa sih lo"tanya Morgan ketika melihat raut wajah rio menjadi tegang.
"Ngak apa apa kok"jawab Rio.
"Maafin gue Rin,hati lo pasti sakit atas ucapan dan perlakuan gue"batin Rio,dia benar benar sangat menyesal,hanya karna memikirkan persahabatan nya,dia jadi lupa memikirkan perasaan orang yang dicintai dan prasaan nya sendiri.
Jam istrirahat pun brakhir,semua para siswa-siswi mulai masuk ke dalam kelas,di perbatasan kelas ipa dan ips,Morgan menghampiri Karin sebagai lelaki yang terlihat gantle.
"Hai Karin"sapa morgan,dia memang sengaja menunggu Karin disana.
"Iya"karin menoleh ke arah suara yang mamanggilnya.
"Gue mau ngomong sama lo,punya waktu kan..? sebentar aja kok"pinta Morgan sedikit memaksa.
"Oh,boleh deh.mau ngomong apa"tanya Karin.
"untuk masalah yang kemarin gue nembak lo"
"Terus..?"
"Gue tahu itu terlalu cepat,dan gue terlihat jadi cowo yang gak gantle,dan gak mungkin juga lo terima dengan mudah,jadi..." ucapan Morgan berhenti sejenak.
"Jadi gue harap,lo lupain apa yang terjadi waktu itu"ucap Morgan
"Iya santai aja,gue udah lupain itu kok"jawab Karin senyum.
"Dan satu lagi rin,gue harap lo mau melakukan pendekatan sama gue,jika setelah melakukan pendekatan lo tetap nolak gue,kita bisa temenan aja"ucap Morgan,di jarak yang kurang dari lima puluh meter rio sedang menyaksikan kedua nya.karin melirik rio yang tidak jauh dari belakang morgan.
"Aa iya,"Karin reflek menganguk,karna dia tidak tahu harus menjawab apa.
"Kalau gitu gue masuk ke kelas dulu ya"ujar karin sembari berjalan.
"Eh,tunggu Rin,gue belum punya nomor lo "halang Morgan,dia mengeluarkan ponsel dari saku kantong nya.
"Nomor lo aja sini,ntar gue ping"ucap Karin.morgan pun menyebutkan angka nomor watsapp nya,tak lama kemudian karin mengirim pesan.
"Udah gue ping,gue masuk duluan ya "Karin sedikit berlari menuju kelas karna takut keduluan oleh guru.
Morgan masuk ke dalam kelas dengan wajah yang berbinar,dan itu tidak luput dari pandangan ke empat sahabat nya.
"Wih,muka lo kek habis menang undian "ujar Galih menatap Morgan.
"Iya tadi aja muka nya kek baju yang belum disetrika'"sahut ljmi.
"Dia menang lotre kali"ujar Bima.
"Bukan,dia di tembak sama anak nya pak budi yang jualan somay"ucap Rio,dia berpura pura tidak tahu dengan apa yang di lihat nya tadi.
"Bukan,kalian salah tebak.gue baru dapet nomor nya si Karin"jawab morgan senang.
"Ck,satu kelas nya karin juga udah pada punya kok"ujar bima.
"Beda lah bro,ni gue mau jadi cowo gantle langsung minta sama orang nya"ucap morgan.
&&&
"Gantle gak tuhh.." galih berucap.
"Jangan minta nomor nya doang gan,ajak jalan juga dong"saran rio,dia terlihat menyemangati sahabat nya itu.tapi di balik topeng nya dia merasa sedih.
Berarti lo bermuka dua dong yo.
"Ide lo mantap juga,ntar sore deh gue ajak jalan"
"Selamat siang semua"
"Siang pak"
Tidak ada yang berani bersuara lagi,sejak guru mata pelajaran MTK itu masuk ke dalam ruangan.
Pelajaran ini berlangsung selama satu jam,siswa atau siswi yang otak nya tidak mau berteman dengan perkalian dan pengurangan merasa sangat ngantuk,termasuk rio senjaya. sudah puluhan kali dia menguap hingga mata nya berair,dia merasa kedua mata nya di lem dengan lem fox,susah sekali di buka.
"Pak" rio mengangkat tangan nya,guru yang berambut keriting dan mengenakan kaca mata itu menoleh ke arah suara,dia menggerakkan kepala nya ke atas sebagai kode "kenapa".
"Saya permisi ke toilet bentar pak"ucap rio kikuk.
__ADS_1
"Silahkan"ucap pak guru itu dengan suara barito nya,dengan cepat rio keluar dari kelas itu menuju toilet.
"Kenapa sih,setiap pelajaran mtk mata gue gak bisa di ajak kompromi"kesal nya,dia mencuci wajah nya untuk menyegarkan kembali mata nya,setelah merasa segar dia kembali ke dalam kelas.
"Hari senin kita ulangan,jangan lupa untuk belajar"ucap pak guru
"gak ulangan juga gue belajar kok"bima bergumam.
"Kenapa mata pelajaran saya, nilai kamu selalu anjlok"ujar guru itu,ternyata dia mendengar ucapan bima.
"Berarti ucapan kamu barusan gak benar"ucap guru itu lagi sembari menuliskan soal di papan tulis.
"Sekarang kamu kerjakan soal ini,kerjakan sampai benar jika salah sedikit pun kamu tidak akan saya kasih pulang "ucap guru itu sembari keluar dari kelas.satu kelas itu pun tertawa berbahak bahak.
"Bego lo,udah tahu pak kiting killer malah cari masalah"ejek galih.
"Mana gue tahu telinga dia setajam silet"bima kesel,lalu melihat contoh,
soal yang ada di buku paket.
Soal yang di tulis,adalah perkalian jika di kerjakan oleh orang yang berminat dalam pelajaran MTK bakal merasa gampang.
Bima mengerjakan soal itu dalam waktu lima belas menit,hingga bel berbunyi.dia merasa lega tidak bermalam di dalam kelas itu.
Pak guru killer yang di panggil kiting itu pun kembali untuk mengambil barang barang nya,dia mengecek jawaban dari bima.
"Lumayan,tapi itu masih ada yang salah"ucap kiting membereskan buku nya.
"Kamu pelajari soal itu,senin sebelum ulangan akan saya tagih"kiting itu pun keluar dari dalam kelas.
Semua siswa pun bergegas pulang,rio yang mengejar waktu karna dia harus bekerja sebagai pengisi acara di radio muna fm.memacu motor nya dia tidak melihat ada genangan air di depan motor karin,hingga air itu mengenai baju karin sampai baju nya basah.
"Iiih,siapa sih yang gak punya mata ini"teriak karin kesel,rio melihat ke arah belakang lalu memutar kembali motor nya.
Setelah mendekat karin mengenali pemilik motor itu dengan kesel dia meletakkan tangan di pinggang,gigi nya sudah terasa lunak.
"Lo punya masalah apa sih sama gue,dasar cowo gak punya pikiran lihat nih baju gue jadi basah"maki karin,wajah nya benar benar merah seperti kepiting rebus.Rio membuka helm lalu menghampiri karin yang sedang marah marah.
"Waduh,basah ya"lagi rio mengeluarkan kantong celana depan nya.
"Yah gak bawa tissu,gimana dong"ucap rio santai,karin yang tersulut emosi langsung membelakangi rio tanpa melihat ada motor yang begitu laju.
"Karin"rio teriak lalu menarik karin hingga cewe itu berada dekat dengan diri nya,kedua nya saling menatap manik mata,dada mereka bergetar.
"Impas kan,gue udah nolongin lo"ucap rio lembut,sehingga karin terhipnotis dengan tatapan dan suara rio si cowo rese.
"Iya,impas lo udah nolongin gue"ucap karin,namun dia tersadar dan menjauh dari rio.
"Ih ralat ya,siapa juga yang minta tolong sama lo"ucap karin yang kembali kesel.
"Dih,aneh banget ni cewe udah di tolongin malah nyolot"ucap rio,dia kembali mengendarai motor nya lalu pergi dari hadapan karin.
"Huu,gue sumpahin jatoh di jalan lo"teriak karin.
"Eh gak jadi deng,maaf ya allah sumpah ku di cancel aja"ucap karin.
Morgan attala
Morgan :ping,
Morgan:lagi sibuk gak rin.?
Karin : gak kok.
Morgan: nanti sore makan yuk..!kamu gak ada acara kan ntar sore..?
Karin :gak ada sih..!!
Morgan:oke.kamu kirim aja alamat kamu nanti aku jemput..!!
Karin mengirim alamat rumah nya,dia sebenar nya belum yakin untuk jalan dengan morgan,tapi kalau bukan sekarang dia melakukan pendekatan kapan lagi.
Waktu berlalu,kini sudah sore hari dan morgan telah samoai di depan rumah karin.
"Eh buset cepat banget tuh orang"batin karin,dia cepat-cepat merapikan diri lalu menemui morgan.
"Maaf ya lama"ucap karin sembari mendekat ke arah mobil morgan.
"Iya, gak apa-apa gue aja yang terlalu cepat"
Morgan membawa karin ke sebuah kafe termahal dikota jatarca,tidak sulit bagi nya untuk membeli makanan disana karena dia merupakan anak sultan.
"Bokab lo gak marah kan kalau kita jalan kayak gini..?"tanya morgan.
"Bokap gue udah gak ada"jawab karin,tatapan morgan menerawang,dia membayangkan bagaimana menjadi karin.
"Sorry ya,gue gak tahu"ucap morgan merasa bersalah.
"Santai aja kali"ucap karin.
"Berarti nyokap lo single perent".
"Nyokap juga udah gak ada"
"Astaga,berarti karin anak yatim piatu"batin morgan.
"Gue,tahu gak akan gampang jadi lo,elo itu anak yang tangguh"ujar morgan.
"Trus lo tinggal sendiri..?"
"Gue tinggal sama bu inah,dia udah gue anggap sebagai orang tua sendiri".
"Pembantu paling ya"batin morgan.
"Gue punya abang,tapi dia kerja di luar kota.kadang tiga bulan baru balik"
"Galak gak abang lo.?"
__ADS_1
"Kalau sama gue sih gak,tapi gak tahu kalau sama orang lain"ucapan karin membuat morgan was was.
"Oh iya,teman lo yang satu itu emang begitu ya orang nya. rese ?"
"Teman yang mana.? Rio maksud lo?"karin mengangguk.
"Biasa aja sih,emang dia rese sama lo..?
"Rese banget malah"
Kedua insan itu menghabiskan waktu selama satu jam di rastaurant,morgan menggali semua informasi tentang karin.karna untuk memikat seseorang kita harus tahu semua kesukaan dan semua yang dia tidak suka.
"Kita mau pulang,atau lo masih mau jalan jalan dulu ngelihat kota jatarca.?"morgan bertanya,dia sih berharap karin minta jalan jalan.
"Kita pulang aja deh,gue udah ngantuk "ucap karin,dan morgan tidak mungkin memaksa,akhir nya mereka pun pulang.
Di sepanjang jalan,morgan bercertia tetang keempat sahabat nya,karin fokus kepada cerita tentang sahabat Morgan, yang bernama Rio dia menjadi tahu semua tentang Rio yang ternyata anak yang pergi Merantau ke kota ini untuk sebuah pendidikan dia juga tahu pekerjaan Rio yang menjadi tukang ojek online.
"Pantesan aja dia mau di bayar oleh morgan buat ngirim gombalan ke gue"batin karin.
"Tapi tetap aja dia orang nya rese"manolog karin dalam hati.
Lima belas menit di perjalanan kini mereka telah sampai di rumah karin,untung saja jalanan tidak terlalu macet.
"Thanks ya,udah ajak gue makan"ujar karin sembari kelaur dari mobil.
"Its oke,gue yang makasih, lo udah mau nerima ajakan gue dan gue harap ini bisa untuk seterus nya"pinta morgan.
"Gue gak bisa janji mor"ucap karin telak,dia tidak mau memberikan harapan untul morgan.
"Why..??"
"Gue punya kesibukan,tapi kalau gak lagi sibuk pasti gue mau kok"ucap karin.
"Kalau gitu gue masuk dulu ya,sekali lagi thanks" karin berlalu,masuk kedalam rumah.
Hati morgan benar benar bahagia,bisa makan bersama karin,selama dia berpacaran dia tidak pernah sebahagia ini,karna baru kali ini dia mengejar cewe,selama dia mengenal cinta perempuan yang selalu mengejar diri nya.salah satu nya karna dia anak sultan dan royal kepada pasangan nya.
Sementara di tempat siaran radio,rio sedang melakukan pekerjaan nya sebagai penyiar,membacakan pantun gombalan yang telah ia rangkai setiap hari,di sana dia tidak menggunakan nama asli jadi siapa apun tidak akan mengenal nya,saat ini adalah sesi menerima panggilan dan sms,setiap pendengar yang mengirim pesan ke fm muna akan di bacakan oleh rio satu persatu.
Saat ini adalah sesi menerima panggilan,siapa yang cepat dan duluan memanggil,maka dia yang berhak mengobrol dengar penyiar itu,kata kunci dari radio itu adalah "bersatu kita sementara,berserak kemudiannya".
"Oke,kita terima panggilan pertama yah,hallo dengan fm muna,ada siapa di sana"ucap rio menerima panggilan pendengar setia radio.
"Bersatu kita semtara,berserak kemudiannya,saya nina bang,dari sorek"
"Oke mau rekues lagu apa ni mbak nina"tanya rio,dari suara nya yang terdengar lembut membuat jiwa jomblo nina meronta ronta.
"Hemm,lagu,nikahin aku bang"sahut penelepon.
"Emang ada,judul lagu kaya gitu."batin rio
"Siapa penyanyi nya ni mbak,?"rio bertanya karna dia belum pernah mendengarkan lagu berjudul seperti itu,dia berpikir lagu yang di rikues itu merupakan keluaran baru.
"Saya gak tahu bang yaya"jawab nina.panggilan rio sebagai penyiar radio adalah yaya.
"Oke,nanti biar tak cari ya mbak,tapi kalau gak ada,mau diputarin lagu yang mana ni ganti nya"
"Terserah bang yaya aja "
"Baik,ada yang mau di sampaikan salam salam nya mbak"
Nina pun menyampaikan salam salam ke pada teman yang juga suka mendengar radio.
Panggilan pun brakhir,rio telah mencari lirik yang di rikues oleh nina tadi. tapi tidak di temukan sama sekali,akhir nya dia memutar lagu lain.
☆☆☆
hari ini minggu seperti ini rio senjaya selalu mencari pelanggan untuk pekerjaan nya sebagai tukang ojek online.sudah beberapa jam dia menunggu orderan di pangkalan itu.tempat mangkal nya berada di caffe choco.
Dia yang berprofesi sebagai ojek online itu kadang mendapat pesanan makanan.
Tringg.satu orang memesan makanan daei apikasi tempat dia bekerja.
"Alhamduliilah"gumam nya,dia pun membeli pesanan orang tersebut lalu mengantar nya ke alamat tujuan,tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tempat tujuan.
Rio mengirim pesan bahwa dia telah sampai dirumah custemar.
"Total nya 45 rb buk"ucap rio sembari memberikan pesanan custemar.
"Belum di bayar ya den,sebentar ya saya ambil duit dulu"ucap bu onah.pesanan itu adalah milik karina.
"Non,pesanan nya belum di bayar ya.?"tanya onah sembari berjalan cepat.
"Iya bi,bibi sih gak dengar teriakan aku tadi"ujar karin.
"Biar karin aja yang ngasih uang nya bi,nanti bibi bisa kecapean"karin berlalu keluar untuk memberikan uang kepada kang ojol.
Bu onah merasa senang selalu di perlakukan lembut seperti itu oleh karin,jika orang lain melihat,bu onah bukan sebagai asisten di rumah karin melainkan ibu atau tante nya.
Karin menghampiri kang ojol,dia mencium aroma cowo rese di indra penciuman nya.
"Ah pewangi seperti ini kan banyak"manolog karin.
"Mas,ini uang nya"ujar karin sembari menyodorkan uang 45 ribu kepada rio,cowo itu menatap karin lekat,dia menatap manik mata karin yang berwarna hitam.
"Jadi dia tinggal disini"batin rio,dia pun menerima uang itu,karin tidak mengenali diri nya karna dia mengenakan helm.
"Terimakasih mbak"ucap rio,lalu pergi
"Gue selalu menghindari dia,tapi kenapa dia malah selalu di hadapkan dengan gue"rio mengumam di atas motor nya.
"Apa jangan jangan dia emang jodoh gue yang udah di siapin oleh sang pencipta"
"Aihh,mikirin apa sih lo rio,dia itu pdkt an morgan,dan lo gak sebanding dengan morgan yang terkenal dengan julukan the king di sekolah"
Jangan menyerah yo,kalau emang cinta perjuangin.! Jangan hanya memendam rasa
__ADS_1
hayoo siapa ni yang dukung karin♡rio..?