
"Kalau seperti itu gue mengundurkan diri"
Semua anggota itu menoleh ke arah karin.
"Belagu banget sih tu orang"cibir mereka
"Iya sok cantik kali "sahut yang lain,karin mendengar cibiran orang orang sekitar nya.
"Emang gue cantik,"jawab karin
"Gak bisa mengundur kan diri,lo kan di rekomdendasikan sama guru seni"ujar rizal.
"Udah zal,kalau dia gak mau jangan di paksa"ucap mona,salah satu pengurus pembuatan cerpen.
"Gak bisa mon,ini sesuai dengan permintaan kepsek.kalau kalian keberatan silahkan komplain sama pak kepsek"ujar rizal.
"Gue sih oke aja,tapi please di percepat ya,waktu kerja gue sebentar lagi masuk"ujar rio sedikit memohon,karna jika dia terlambat maka dia akan kehilangan pekerjaan nya.
"Udah sih rin,ini kan drama doang anggap aja lo gak pernah kenal sama gue pada saat akting nanti"ujar rio,dia tahu karin tidak mau menjadi fatner nya karna diri nya yang begitu jahat.
Mendengar ucapan rio seperti itu,karin mencoba untuk melakukan tugas nya yang di perintah oleh guru seni.
"Baik lah jika memang pemeran utama sudah tidak bisa diganti lagi,gue akan mencoba nya"jawab karin.
"Gitu dong dari tadi,gak perlu banyak tingkah"cemoh yang lain tidak suka.
"Oke,kita kan udah nentuin pemeran nya siapa saja,nah sekarang tinggal masalah waktu nya.kapan kita latihan"lagi pertanyaan itu yang keluar dari mulut rizal.
"Gue,mau nya latihan pulang sekolah aja"
"Gue juga"kebanyakan anggota nya memilih latihan di jam pulang sekolah,mau tidak mau, rio mengalah karna hanya dia yang tidak bisa ikut latihan pada saat pulang sekolah.
"Gini aja gue kasih dialog buat lo,nanti lo hapal dan lo gak perlu gabung latihan,tapi satu kali seminggu lo bisa kan ikut gabung latihan ?"rizal memberi saran sekaligus bertanya
"Oke Nanti gue usahain".
Pertemuan telah selesai,semua anggota itu pun bubar dan pulang ke rumah masing masing.
Di parkiran motor karin sedang melihat ban motor nya yang kempes.
"Aduh,kerjaan siapa sih ini"kesel karin mengepalkan tangan nya.
"Ini pasti kerjaan nya si cowo rese"gumam nya mengigit gigi nya sendiri,dari ke jauhan devano memandang karin yang sedang marah marah,dia tersenyum lalu mandatangi karin.
"Ban nya kenapa rin.?"devano bertanya sembari mendekat.
__ADS_1
"Gak tahu ni,kayak nya bocor deh"
"Boleh aku cek gak"
"Silahkan". Devano melihat ban motor itu lalu sedikit menekan nya.
"Ini bukan bocor rin,cuma kurang angin doang"ucap devano.
Karin sama sekali tudak curiga dengan ucapan cowo yang ada di depan nya itu,padahal devano sendiri yang sengaja mengurangi angin di ban motor karin.
"Oh gitu,bentar ya gue pinjam pompa bu kantin dulu"ujar karin sembari berjalan menuju kantin,namun setelah sampai di sana karin tidak mendapatkan barang yang ingin dia pinjam.
"Ada gak"tanya devano,padahal sebenar nya devano yang sudah menyusun rencana ini untuk mendekatkan diri kepada karin.
"Lagi di pinjam orang kata nya"jawab karin.
"Gue duluan ya,"ucap karin sembari mendorong motor nya
"Jangan rin,eh maksud gue lo pulang sama gue aja besok biar gue bawain pompa"tawar devano.
"Gak usah dev,tempel ban ada kok dekat dari sekolah kita" karin tidak mau merepotkan siapa pun.
"Tempel ban nya lagi tutup"ujar devano
"Kok bisa"
"Maksud gue,kok lo bisa tahu kalau tempel ban nya tutup"karin mulai curiga.
"Ya- ya bisa dong pemilik tempel ban itu kan saudara gue" jawab devano glagapan,dia sebenar nya menyuruh bengkel yang tidak jauh dari sekolah agar tutup untuk sementara.
"Oh,gak apa apa lah dev dibawa jalan juga gak masalah ban nya.nanti tinggal ganti ban kalau rusak"ujar karin,dia masih tetap keukeh tidak mau di antar oleh devano.
"Tapi itu bahaya karin"devano mengingatkan,dia berpikir karin tidak akan mau membawa motor nya dalam keadaan kempes.
"Gak lah,gue udah biasa bawa motor seperti ini" karin menghidupkan motor nya.
"Gue duluan ya"ujar karin sembari memutar gas motor nya pelan,terlihat bahwa jalan motor nya bergoyang goyang.
"Tapi rin,"devano menarik rambut nya.
"Haah,susah banget sih ngakalin tu cewe"devano bergumam kesal.
"Lihat aja karin,kali ini gua mengalah tapi nanti lo pasti bakalan mau sama gue"manolog devano dalam hati.
☆☆☆
__ADS_1
Rio sampai di radio fm muna lima menit sebelum sift kerja nya mulai,hati nya lega karna tidak terlambat,seperti biasa dia menerima panggilan dari pendengar setia radio fm muna,dan membacakan pesan pesan yang datang dari pendengar,setelah beberapa jam menemani pendengar kini waktu nya dia pulang,karna jam juga sudah menunjukkan pukul 09:00 malam dan sift nya telah berakhir.
Dia menarik nafas dalam kemudian menghembuskan nya."kelar juga kerjaan gue"dia memacu motor nya agar cepat sampai kerumah dan beristirahat.
Di tengah perjalanan pulang,dia melihat anak SMA yang tengah di jegat oleh preman.dengan cepat dia mendatangi lalu menendang kuat para preman.
"Siapa lo,jangan sok jadi pahlawan ya"teriak preman itu lalu mendekat ke arah rio dan mendorong cowo itu dengan kuat.
"Masih anak ingusan aja,kok mau jadi pahlawan"ujar preman meremehkan rio.dengan cepat rio kembali berdiri dan berusaha melawan preman itu sesekali wajah nya kena bogem dari preman,tapi dia tidak mau kalah.
Bugh bugh bugh,dia memukul preman yang barbadan besar,tangan nya terasa sakit.
"Ya allah selamatkan gue dan perempuan ini"batin rio
"Segitu doang kemampuan lo"ucap preman itu geram,rio tidak mau kalah dengan cepat dia mengambil ancang ancang dan menendang inti preman
Bughh,
"Aaaaaa"preman itu teriak kesakitan,dia memberi kode ke teman teman nya agar pergi dari tempat itu.
Setelah merasa aman rio mendekat ke arah cewe itu.
"Lo gak apa apa" tanya rio.cewe itu menoleh ke arah rio.
"Elo"
"Lo"ucap mereka bersmaan,cewe itu adalah karin dia baru pulang karna harus menganti ban nya di bengkel dan bengkel itu sangat ramai dia harus ikut mengantri panjang.
"Kok lo baru pulang,lo kerja juga"tanya rio.
"Malah nanya lagi, ini semua kan gara gara lo"
"Loh kok gue,udah mending lo gue tolongin"
"Siapa suruh lo tolongin gue"
"Iya gue gak tahu orang yang gue tolongin bentukan nya kayak lo,udah di tolongin bukan nya terimakasih malah marah marah gak jelas"ucap rio kesel.
"Lo kan yang udah ngempesin ban motor gue"tuduh karin.
"Gue gak punya waktu untuk mengerjain orang kayak lo,kan lo juga tahu kalau tadi gue buru-buru pulang untuk kerja".
"Trus siapa yang kempesin ban gue" karin berpikir keras.
"Udah gak usah banyak mikir,sekarang lo pulang ini udah semakin malam bakalan banyak preman yang berkeliaran seperti tadi"ucap rio.sedangkan karin dia masih saja mematung di tempat.
__ADS_1
"Oi karina,kok malah diam kek patung ayo buruan biar gue kawal dari belakang"