
"Anj**g lo" andra merasa geram,ingij melayangkan tinju ke arah rio,namun tiba tiba salah satu teman nya sedikit berteriak.
"Ndra ada guru"ucap nya,dia tidak mau bos nya terkena masalah.
"Hmm,masih takut sama guru aja udah kek merasa pahlawan"sindir rio,,andra yang menghormati guru pun hanya bisa menahan amarah.
Pesanan rio telah datang,dia menyantap bakso nya dengan tenag tanpa menghiraukan andra yang menatap diri nya tajam.
Kring kring kring
Bel pun berbunyi menandakan tiba waktu untuk masuk kelas,semua murid yang sedang berada di kantin dan juga di halaman sekolah bergerak menuju kelas masing masing,para murid itu sesekali bercanda dengan teman teman nya.
Rio duduk di kursi nya,sembari mengekuarkan buku pelajaran terkhir.
"Oi men,lo gak takut sama bang andra" tanya morgan menoleh ke belakang,kebetulan kusi morgan berada di depan rio.
"Lah emang kenapa ?,orang sama sama makan nasi kok"ujar rio santai,sebenar nya dia telah belajar bela diri sejak kelas 2 SD,namun karena dia jarang mengasah bela diri nya,dia kadang lupa sama jurus nya.
"Dulu gue,satu sekolah sama bang andra waktu smp,dia kelas dua dan gue kelas satu.jadi gue tahu dia orang nya kayak gimana.bahkan dulu dia pernah nolongin gue waktu di jegat sama preman,dan lo tahu dia menghabisi preman itu sendirian tanpa bantuan siapapun."
"Nih gue kasih tahu ya,dia bahkan setiap hari berantam sama murid di sekolah yang tidak mau tunduk terhadap nya.dia tu udah kek cakhicen bela diri nya jago banget,kalau lo terus melawan lo bakal di habisin sama dia usul gue sebaik nya lo minta maaf aja sebelum lo kena bogeman dia" jelas morgan,dia tidak mau sahabat nya babak belur akibat pukulan dari abang kelas nya waktu smp.
"Insyaallah gue gak takut"ucap rio.
"Ee,gaya lo udah kek ustad pake insyaallah segala patah tulang baru tahu rasa"morgan jengkel melihat sahabat nya tidak bisa di bilangin.
"Gue tahu lo bisa bela diri,tapi kalau ngelawan bang andra gue pastiin lo bakalan kalah"ucap moragan menginhatkan.
"Gak ah,gue gak bisa bela diri kok"elak rio.
"Astaga,kalau lo gak tahu bela diri knapa lo seberani ini,gue pikir dengan gaya lo yang sok kalem tadi setidak nya lo bisa matahin tangan orang"mkrgan tak habis pikir dengan sahabat nya dan dia juga percaya atas ucapan rio yang berkata tidak bisa bela diri padahal sebenar nya bisa.
Rio hanya tersenyum melihat morgan yang mencemaskan diri nya.
"Udah lo tenang aja,kan ada lo buat bantuin gue nanti"ucap rio tanoa beban.
"Eh kampr*t,gue aja di tolongin sama bang andra lah elo malah minta bantuin gue buat lindungin lo.kalau masalah bang andra gue angkat tangan "ucap morgan.
"Gak angkat kaki sekalian"sahut rio.
Morgan hanya geleng geleng kepala,guru mata pelajaran pun datang dan dan memberikan materi terhadap murid murid,selama satu jam pelajaran berlangsung,di sertai dengan tanya jawab antara guru dan murid hingga bel pun berbunyi para murid pun bersorak hore.
Rio yang sedang,merapikan buku kedalam tas terkejut dengan kedatangan sahabat nya ke kursi nya,dia hanya menatap bingung.
"Lo mau langsung pulang,atau mau kemana dulu"tanya bima.
"Lah kan emang biasa nya gue langsung pulang,kalian pada kenapa sih kok aneh gitu"rio balik bertanya karena heran
__ADS_1
"Gue dengar lo nantangin bang andra,bener"tanya galih memastikan.
"Gak nantangin sih,gue cuma ngebela diri sendiri biar gak kelihatan bodoh di depan orang orang"jawab eio santai.
"Seperti nya orang itu,sedang merencanakan sesuatu sama lo,karna tadi gue lihat dia lewat kelas kita sebelum bel berbunyi"ucap galih.
"Dan gue dengar tadi bang andra sempat ngehajar devano si belakang sekolah"
"Masa,kok bisa ?"tanya rio penasaran,dia mengenakan tas ransel nya.
"Iya,malahan wajah nya sampai babak belur,alasan nya sih gue gak tahu kenapa yang jelas devano sok nantangin dia"ujar bima.
Sangking fokus pada buku nya,rio tidak sadar tadi teman teman nya berlari ke luar.
"Trus,lo mau ngajakin gue buat jenguk devano?" Tanya rio.
"No.inti nya lo kudu hati hati karna tadi lo udah nantangin dia"ujar galih.
"Oke,gue bakalan hati hati,thanks atas perhatian nya,lo sosweet banget"ujar rio menirukan gaya kemayu.
"Jijay" ucap ketiga sahabat nya.
"Udah lah,yuk pulang biar gue kawal lo dari belakang"ujar morgan.dia sudah pastikan jika andra pasti akan memberi oelajaran kepasa sahabat nya ini.
"Oke,gue duluan ya"rio berjalan ke arah parkiran.
"Gan,agak cepat dikit,itu rio udah kejauhan "ujar bima.
"Siap bos"morgan mempercepat laju motor nya.
"Tapi jangan terlalu dekat gini gan,menjauh sedikit,jaga jarak kita pantau dari jarak sejauh mata memandang"ujar galih.
"Kalian ini pada bagaimana?,dekat salah jauh juga salah"ucap ijmi yang dari tadi menyimak.
"Dari sini kek nya udah aman deh"sahut morgan fokus menatap ke arah jalan,bersamaan itu segerombolan para siswa bermotor mengikuti rio dari belakang mereka berjumlah sepuluh orang.
"Mampus,banyak banget orang itu gays,cepetan jangan sampai kita kehilangan jejak" ucao galih memperhatikan sekitar luar mobil.
Tiga orang yang berada tepat di samping rio yang lain mengekori dari belakang,morgan pun mempercepat laju motor nya.
Namun tiba tiba seorang nenek nenek melintas di jalan
Ciittt
"Knapa gan kok ngerem mendadak"tanya ketika sahabat nya.
"Itu ada nenek² lagi nyebrang"jawab morgan.
__ADS_1
"Iya,aduh lo bantuin dulu gih bim kasihan gue" ujar galih
"Mendingan kita turun semua deh kita bantuin rame rame, tu barang nya juga gue lihat banyak bangat di halte"ucap morgan,nenek itu memang sedang mengantari jualan nya ke arah sebrang.
Setelah memarkirkan mobil,morgan dan teman teman nya keluar dari dalam mobil dan menghampiri nenek yang sedang menyebrang.
"Nek,ada yang bisa kami bantu"galih menjadi juru bicara mereka.
"Ah,tidak usah nak,takut ngerepotin"ujar nenek itu,dia terlihat kesusahan membawa barang yang ada diatas kepala nya.
"Tidak kok nek,si biar saya yang bawa"ujar bika mengambil barang atangbada di atas kepala nenek itu.
"Apa yang di sana itu barang nenek?"tanya morgan
"Iya,itu barang nenek.anak nenek tdi jatuh dari motor jadi,tidak bisa bantuin,lagian kalau naik becak ongkos nya kemahalan"ujar nenek itu.
"Yaudah kalau seperti itu biar kami bantu ya nek"
"Iya nek,ijinkan kami membatu yah" ijmi meminta persetujuan nenek itu terlebih dahulu.
"Iya silahkan nak"
Morgan dan yang lain nya pun menyebrangkan jualan si nenek,butuh waktu limabelas menit mereka memindahkan nya karena harus menunggu para pengendara yang juga ingin melintas.
"Aduh gawat juga sih
rio ini,dia pasti sudah di keroyok sama bang andra"manolog morgan dalam hati.
"Nek kami udah memindahkan barang benek semua nya ke sini,kira kira apa ada lagi barang lain?"tanya bima,dia ingin memastikan jika nenek itu tidak lagi menyebrang.
"Sudah tidak ada lagi kok nak,terimakasih banyak ya sudah noongin nenek"ucap nenek itu ,dia merasa senang telah di tolong oleh anak SMA.
"Iya sama sama nek,kalau begitu kami pulang ya nek"ucap mereka.
"Iya,hati hati ya.semoga rezeky kalian lancar"ucap nenek itu.
"Aminn"
Mereka berlari cepat ke dalam mobil morgan, guna ingin mengejar rio dan komplotan para pemotor,dengan jalan yang terlihat lurus kedepan tidak ada belokan sedikit pun,morgan memandang lurus kearah jalan itu,namun tidak ada salah satu dari segerombolan pemotor tadi terhat di jalan.
"Mereka pada kemana ya,gak ada kelihatan satu pun"ucap galih yang juga fokus ke depan.
"Mereka pasti udah jauh,secara kita bantuin nenek tadi pun kayak nya lama"ujar bima.
"Terus kita harus cari rio kemana ?,kalau kita terlambat udah di pastikan besok rio pasti tidak sekolah karna badan nya bonyok"ucap bima,morgan memacu kendaraan nya sembari berpikir.
"Seperti nya gue tahu,rio kemana"ucap morgan.
__ADS_1
"Dimana?"tanya sahabat nya bersamaan.