Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina

Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina
bagian 10


__ADS_3

Rio"


galih refkek teriak ketika melihat rio sudah terjatuh ke lantai,semua murid meboleh ke arah mereka.


"Astaga,rio knapa"tanya guru berlari mendekat.


"Iiih ayang rio knpa,kok bisa pingsan"sisil dengan gaya centil nya khawatir akan keadaan rio,dia terang terangan mengungkapkan perasaan nya ke semua orang bahwa dia suka kepada rio.


"Tolong kalian bawa rio ke  UKS ya"guru itu berucap kepada keempat sahabat rio.


"Iya bu"jawab mereka.galih dan ijmi memegang kaki sedangkan morgan memegang pingang dan galih di bagian kepala,pelan pelan mereka membawa rio ke ruangan uks,siswa kelas x (sepuluh) yang sedang belajar penjaskes heboh.


"Duh,kenapa itu? Kenak apa itu we?"semua berteriak heboh seperti tidak pernah melihat orang yang sedang pingsan.


"Sudah,jangan ribut kalian lanjutkan latihan baris berbaris nya"ujar guru penjas marah.


Murid yang heboh kini kembali melakukan aktifitas nya.


Sedangkan di ruangan UKS rio sedang di rawat dengan alat seada nya.


"Ini knpa bisa sampai pingsan begini"tanya dokter yang bertugas di sekolah.


"Dia paksakan untuk belajar buk,padahal tadi saya sudah ingatin dia"ujar bima.


"Ya sudah kalian kembali belajar buar saya yang memeriksa nya"ujar dokter itu.


"Baik bu,kalau begitu kami permisi dulu,kami titip teman kami "ujar morgan,mereka keluar dari ruangan uks.


"Itu anak pasti kenak hujan tadi malam,dia kan emang gak bisa kalau kenak hujan"ujar morgan.yap salah atu kelemahan rio yaitu gampang sakit jika kena hujan,tapi kadang dia bisa menahan nya.


Dokter di UKS itu pun memeriksa tensi darah,suhu panas badan nya dan detak jantung rio,kemudian dokter itu menyuntikkan obat ke dalam tubuh rio agar dia kembali segar,setelah melakukan tindakan dokter itu pun meninggalkan rio di sana.


Setelah beberapa jam,rio sadar dari pingsan nya.mata nya perlahan terbuka samar samar dia melihat isi ruangan yang dia tempati lalu dia melihat ke sekitar nya.


"Dimana gue"gumam nya sembari perlahan duduk di brangkar,dia tidlk tahu harus memanggil siapa,dia berpikir untuk memanggil sahabat nya.


"Morgan"ucap nya,suara nya belum terdengar keras karena dia masih lemas,dia menunggu beberpa menit kemudian dia memanggil sahabat nya yang lain.


"Bim?"


"Ijmi?"

__ADS_1


"Galih"rio memanggil satu persatu sahabat nya,namun tidak ada satu pun ari mereka yang muncul,kemudian dia memanggil orang yang jauh di mata tapi selalu dihati


"Mak",


"Pak"dia memanggil sekeras mungkin tapi ibu nya tidak memyahut.


"Apa jangan jangan gue udah meninggoy ya"gumam nya,dia ingin memastikan ucapan nya barusan,dia mencubit satu tangan nya


"Aduuh,kok sakit"ringis nya,rio pun lega karna dia belum meninggoy.


"Syukur lah ternyata gue masih hidup,masih banyak dosa yang belum gue tebus"dia bermanolog sendiri.


Rio kembali menidurkan badan nya di atas brangkar,sekitar satu jam dia menatap langit langit akhir nya dokter yang menangani rio pun datang.


Clek.


Dokter cantik itu pun menghampiri rio yang tergelatak lemes.


"Kamu udah sadar ternyata,maaf tadi saya ke kantin,saya pikir kamu belum sadar"ujar doker itu sembari kembali memeriksa kondisi rio.


11


"Seperti nya kamu sudah mendingan" ucap dokter itu lagi ketika sudah selesai memeriksa rio.


"Kamu lagi di UKS,tadi pagi kamu pingsan pada saat pelajaran pertama"jelas dokter itu.


"Oh iya,sekarang apa saya sudah boleh masuk kelas"tanya rio,dia merasa bosan jika harus menghabiskan satu hari ini di dalam UKS


"Boleh saja,tapi kamu makan terlebih dahulu ya,karna tadi pagi seperti nya kamu belum sarapan"


"Oh iya buk,terimakasih "ucap rio,dia memang belum sarapan tadi pagi,dia pikir perut nya akan sanggup menunggu istrirahat pertama.


"Habis sarapan,kamu makan obat ini ya,ini oenambah darah"ujar dokter memberi pil sangabion.


"Siap buk"


Dokter itu keluar dari UKS lalu di susul oleh rio,dia berjalan pelan karena sebenar nya tubuh nya masih lemes,tapi karna dia merasa sangat bosan menatap langit langit dia memilih untuk keluar,tapi sebelum nya dia bergegas ke kantin untuk makan,seperti yang di perintah  oleh dokter tafi kepada nya.


Di pertengahan jalan,dia bertemu dengan karin yang keluar dari kelas nya.


"Lo dari mana? Kok muka lo pucat banget?"tanya karin beruntun.

__ADS_1


"Dari UKS"jawab rio datar.


"Lo sakit apa?"


"Gak tahu gue,dah ya gue duluan"ujar rio sembari kembali  berjalan


"Oh iya,baju lo masih du rumah besok paling gue balikin soal nya belum gue cuci"ucap rio terus berjalan.karin yang memang juga ke kantin seolah mengikuti rio dari belakang.


"Lo ngapain ngitutin gue?"rio bertanya tanpa menoleh dan terus berjalan.


"Lah,siapa yang ngintilin lo orang gue juga mau ke sana "karin berucap jutek.


"Lo udah ratu siapa pelaku yang ngempesin ban motor lo"rio masih ingat bagaimana karin memfitnah dia tadi malam.


"Belum"jawab karin cepat.


"Kenapa lo nuduh gue cobak"


"Kan cuma lo yang terlihat gak suka sama gue,selama gue sekolah disini"sahut karin,dari kejauhan terlihat mereka tidak sedang berdebat melainkan sedang mengikuti satu sama lain.


"Gue suka sama lo"


"Eh,maksud gue,gue bukan gak suka sama lo"


"Bukan gitu,gue gak pernah bilang kalau gue gak suka sama lo,tapi jangan geer bukan berarti gue suka sama lo" rio berulang kali meralat ucapan nya.


Karin hanya terdiam,secara logika dia tidak mengharapkan rio tapi entah mengapa atas ucapan rio dia merasa sedikit sakit hati.


"Ya kita lihat saja nanti,tidak akan lama lagi pasti pelaku nya akan ketahuan"karina bicara ambigu.


"Kalau lo belum pulih banget,jangan di paksain nanti nyungsep ke paret lo"ucao karin yang melihat rio berjalan sempoyongan.


"Udah lo diam aja,lagian jangan ngikutin gue knapa sih"


"Lah gue mau kekantin,dan ini satu satu nya jalan untuk ke sana" karin berjalan mendahului rio,dia kesel telah di tuduh mengikuti rio.


"Sok ganteng banget sih,dasar cowo rese"batin karin.


Sampai di kantin,dia memesan bakso keadaan kantin begitu sepi karna hanya dia dan rio yang berada di luar kelas.karin keluar kelas karna telah menyelesaikan ulangan nya.


"Nyesel banget gue kesini,mana cuma berdua aja lagi"batin karin,namun dia membuang pikiran nya dari rio yang penting dia makan dan kenyang.

__ADS_1


Pada saat makan,devano datang dan langsung menghampiri karin yang sedang menikmati hidangan nya.


"Mau gue suapin gak"


__ADS_2