Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina

Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina
bagian 22


__ADS_3

Prakk


"Sial*n lo ya,brani brani nya lo nyiram kepala bos kita"ucap teman andra yang hanya menyimak dari tadi.


"Knpa gue harus takut,emang nya dia siapa?"balas siska sewot.


"Nyesel gue bilang lo cantik"ujar aris yang baju nya sudah di basahi oleh siska.


"Udah lah sis,lo balik ke kelas aja biar gue yang ngurusin ini"ucap rio,dia sungguh tidak menyangka jika siska bisa melakukan hal siram menyiram di kantin.


"Kenapa bang?"morgan datang untuk membela andra dari siska dan rio.


"Biasa lah,ada murid yang belagu di sekolah ini"jawab andra membuka baju nya yang sudah basah akibat siraman kuah bakso yang siska lakukan,semua siswi yang melihat badan andra yang berisi dan ber otot terlihat tergila gila dengan badan andra itu.


"Wihh,gagah banget,mana kulit nya putih bening begitu"gumam para siswi  menyanjung andra


"Iya,kalau yang di depan abang itu memang manusia yang gak tahu diri"sahut morgan.


"Oh ya? Kok tahu?"andra menimpali.


"Iya tahu lah,dia ni satu tahun berteman sama gue.kemarin gue sadar kalau dia emang kayak anj*ng"rio dengan cepat melihat ke arah morgan dia kaget mendengar ucapan sahabat nya barusan.


"Ya sudah lah,gak penting juga ngurusin manusia an**ng ini"ucap andra kepada siska.


"Lo anak baru kan,sebaik nya bagus bagus deh nyatik teman jangan kek dia nyar lo nyesal di belakangan"ujar morgan berlalu pergi kemudian dia berbalik lagi ke arah mereka.


"Satu lagi,sebelum lo nyiram kepala bang andra,lo kenali dulu dia siapa,dan siap siap aja masa depan lo bakal hancur di tangan nya bang andra"morgan berbalik arah lagi,siska mengejar nya lalu menarik kerah baju morgan


Plakkk.


Satu tamparan mendarat di pipi morgan sehingga meniysahkan perih yang begitu nyata,mirgan memegang pipi nya.


"Dan gue juga tunggu,apa yabg bakal lo lakuin ke gue setelah gue nampar lo"ujar siska kembali ke temoat duduk nya.


"Kalian mau ngapain lagi disini,sana pergi"teriak siska yang membuat telinga orang yang di sekitar nya terasa sakit.


"Lo tunggu aja waktu nya"tunjuk aris ke arah rio,padahal sedari tadi rio hanya menyimak dan tersenyum tipis tipis melihat perlakuan siska ke mereka,tapi biarlah di tunggu saja apa yang akan di berikan kepada rio.


"Gue tunggu bray"jawab rio dengan menunjukkan wajah songong nya,pepatah hati nya mengatakan lo songong gue lebih songong.


Bel pun berbunyi pertanda waktu nya masuk kelas,semua murid yang memperhatikan perdebatan mereka kini berbubaran.


Rio masuk kedalam kelas dengan diri nya yang baru,dia berusaha melupakan persahabatan nya dengan morgan dan untuk galih dengan yang lain itu terserah mereka jika mereka mau berbicara rio mau menyambut dengan senang hati.


Kini rio sudah tidak memiliki sahabat sama hal nya waktu dia pertama kali masuk ke sekolah ini,sendiri  tanpa mengenal siapa pun.


Membuang perasaan yang tidak enak hati terhadap orang lain,dan lebih menghargai diri nya sendiri.


"Rio lo bisa gak ajarin aku mate matika,gue belum ngerti karna banyak ketinggalan pelajaran"ujar siska menghampiri meja rio.


"Aduh,gimana ya sis gue gak bisa kalau pelajaran itu,karna pelajaran itu yang paling merusak otak gue"ujar rio,dia tidak malu menutupi kebodohan nya.


"Yah,yaudah deh"ujar siska kembali ke meja nya kemudian dia menghampri morgan yang lumayan bisa dalam pelajaran itu.


"Lo bisa gak ngajarin gue soal yang ini?"tanya siska menunjuk buku nya yang berisi soal mate matika yang menurut nya sangat sulit.


Morgan pun menerangkan bagaimana cara mengerjakan soal itu,dia berpikir ini kesempatan untuk nya agar menjauhkan rio dari siska agar rio benar benar tidak memiliki teman.


"Kalau lo kesulitan,lo bisa belajar ke gue saat pulang sekolah"ujar morgan memberi tawaran.


"Serius lo,gue sih belum pernah di tawari yang seperti ini tapi boleh lah"ujar siska.


"Oke,kabarin aja kapan lo mau di ajarin"ucap morgan


"Gue kasih tahu sama lo,jangan berteman sama orang yang bodoh ntar lo ketularan lagi"ujar morgan menyindir rio.


Siska tidak terlalu perduli atas ucapan morgan barusan dia duduk kembali di kursi nya.


***


Pulang sekolah telah tiba,rio cepat menghampiri karina di gebang sekolah.


"Hai karin,mau pulang bareng gak?"tanya rio dia sudah mengendarai motor nya.


"Emang gak ngerepotin?"tanya karina.


"Iya gak lah,kan gue yang nawarin.tapi kalau lo mau sih gue gak maska lho"ujar rio.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu,morgan datang dengan membawa mobil bersama dengan galih,sisil,ijmi dan bima.


"Rin yuk pulang"morgan langsung mengucapkan kalimat itu,karina dan rio menoleh ke arah morgan.


"Gue udah bawa teman gue nih,ada cewe nya juga kok kemarin gitu kan janji nya"sambung morgan lagi.


"Yah,motor kalah deh sama mobil mewah semua orang emang gitu temenan nya mandang harta"ucap rio,galih dan ketiga dan kedua sahabat nya yang lain.


"Motor lo gak muat men kalau kita semua naik di situ"sahut galih mengeluarkan kepala nya dari jendela mobil.


"Eh ada kalian jugak"ujar rio menatap ke arah galih.


"Gimana rin,lo mau sama mereka ?,kalau iya biar gue duluan soal nya gue masih mau kerja "tanya rio.


"Gue sama rio aja gan,kalian kan udah banyak jadi pasti gak bakal kesepian"ujar karina sembari naik ke atas motor rio.


Wajah morgan berubah masam,dia memukul stir mobil nya.


"Sial*n"umpat nya.


"Duluan gays"ucap rio menarik gas motor nya.


"Kok lo mau mau nya naik motor,bukan nya lo?"rio menghentikan ucapan nya,dia takut menyinggung perasaan karina.


"Gue knpa?".tanya karin


"Bukan nya lo mau pacaran sama yang udah mapan ya?"


"Ngaco lo,gue blum punya pacar"ujar karina


"Trus gang kemarjn di cafe itu siapa?"rio masih ingat waktu dia melihat karina bersama dengan seorang pria di sebuah kafe.


"Ohh,haha pikiran lo ya dia itu abang kandung gue,jadi salah paham deh"ujar karina,dia khawatir rio salah paham.


"Jadi yang kemarin bareng lo itu abang lo?"rio menjadi tidak enak hati


"Iya,maka nya jangan asal menyimpulkan sendiri"ucap karina.


"Berarti lo belum punya pacar?"


"Terus yang kemarin lo bilang pacar lo sama devano yang mana apa udah putus"?


"Gue cuma ngomong asal waktu itu,biar dia gak gangguin gue terus"


"Berarti gak ada yang marah kan kakau gue goncengin lo"


"Ada sih"


"Abang lo?"


"Iya"


"Kalau itu sih gampang gue turunin lo di depan pagar aja gak perlu masuk rumah"ujar rio.


"Trus kalau abang gue lagi di depan pagar lo gak takut?"


"Ngak lah,kan sama sama cowo"


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh,akhir nya mereka telah sampai di depan rumah karina.


"Thanks ya"


"Ok sama sama,gue balik dulu"


"Hati hati"karina melamoaikan tangan nya,dia tidak tahu mengapa doa merasa sangat bahagia.


Sedangkan di sebuah rumah mewah morgan sedang asik bermain game di PS nya,selagi menunggu loading dia mengambil pinsel lalu menghubungi seseorang


"Hallo bang,kalau lo mau hajar anak yang sok jagoan itu lo tunggu aja di simpang merpati dia kerja di radio muna fm"ujar rio dia menghubungi andra dan memberikan informasi dimana rio berada malam nanti.


"Yakin lo"tanya andra di sebrang sana.


"Yakin bang,biasa nya dia pulang sekitar jam jam sepuluhan"


"Oke"


***

__ADS_1


malam telah tiba,kini rio telah selesai bekerja,sfit nya telah selesai seperti biasa dia pamit kepada orang yang menggntikan nya.


Di simpang empat yang bernamakan simpang merpati terdapat lima motor sedang parkir di tengah jalan sehingga menghalangi jalan rio,dia menghentikan motor nya lalu memasang standart motor nya,dia samar samar mengenali salah satu motor yang terbentang di jalan itu.


"Mau apa lagi sih mereka"gumam rio,dia tahu mereka adalah geng andra,dia kembali ke motor nya lalu menghidupkan lagi kendaraan metik itu.dia ingin memancing geng andra agar motor yang terbentang di jalan itu berpindah.


Rio pura pura memutar motor nya,seperti prediksi nya kelima orang yang punya motor di jalan itu berlari ke arah motor masing masing lalu mengejar motor rio.motor yang di gunakan orang orang andra adalah motor spot sehingga kevaoatan nya begitu mudah mengejar motor rio.


Ciitt,aris menyalip di depan mootr rio sehingga honda beat itu hampir menabrak nya,rio pun dengan cepat menghentikan motor nya.


"Lo bisa bawa motor gak "ucap rio kesel.


"Lo bisa bawa motor gak "rio kesel dia hampir saja menabrak motor yang di bawa teman andra itu


"Bisa lah bego,kan lo bisa lihat gue lagi bawa motor "jawab si penyalip.kelima orang itu pun saling menoleh dan tertawa berhak bahak.


"Dia ini emang bego,tapi sok pinter"aris menimpali.


"Gimana gays?,kita sikat sekarang aja gimna"tanya andra.


"Sikat lah bos,gak perlu lama lama"ujar keempat teman nya sembari tertawa ria.


"Lo pada gila ya,ketawa mulu"ujar rio datar.


"Lo yang gila sil*n"marah andra.


"Lo pada minggir gih,gue mau lewat"ujar rio dia berusaha menghindari perkelahian,karna dia paling malas untuk membuat keributan.


"Lo kira segampang itu bebas dari kita?,setidak nya kepala lo puyeng dulu baru lo bisa merasakan angin segar"ujar aris,teman nya yang lain ikut mengangguk membenarkan perkataan aris.


Rio mencari jalan di sekitar nya,agar bisa lari dari mereka ber lima,pandangan nya pun tertuju pada jalur jalan yang tidak terlalu tertutup diantara andra dan aris,dia mengambil ancang ancang untuk melewati jalan itu,namun dengan cepat andra mengeser motor nya,rio tidak kehabisan cara rio melompat dari motor nya kemudian melewati aris dan andra yang masih setia duduk di motor.


"Mau kemana lo,dasar pecundang"umpat mereka.


"Haha,kalian yang pecundang brani nya main keroyokan aja"ucap rio berlari sedikit jauh dari mereka,andra tidak memberikan rio lepas dengan mudah dia menyuruh teman teman nya untuk mengejar rio,aris pun turun dari motor dan berlari mengejar rio,sedangkan empat lagi mengejar dengan menggunakan motor,karena motor nya sulit di putar mereka sedikit lama.dan itu kesempatan bagi rio untuk lari lebih jauh.rio menoleh ke arah belakang dan melihat aris berjalan mengejar nya,rio pun berhenti menunggu aris dekat dengan diri nya.karena dia yakin aris tudak akan bisa melawan nya jika sendirian seperti itu.


"Cemen lo,brani nya keroyokan kalau lo brani sini lo lawan gue "ucap rio mengacungkan jempol nya ke bawah,aris merasa geram lalu menerim tantangan rio,dia berlari dan ingin menerjang rio.dengan cepat rio mengelak dan mengkap tangan aris kemudian membalikan ke belakang.


"Aduh,aduh sakit set*n lepasin"ringis aris.


"Segitu doang kemampuan lo,cemen!"seru rio dia pun memperkuat tarikan nya lebih ke atas dan membuat aris tidak tahan.wajah nya berubah pucat karena tangan nya terasa sakit.aris menggerakkan kaki nya kebelakang untuk menedang rio,tapi dengan mantap rio mengelakkan nya,andra dan ketiga teman nya yang lain kini sudah dekat.rio mencampakkan aris ke samping dengan kuat sehingga aris tergeletak di aspal rasa nya dia ingin pingsan.


"Huu cemen lo pada,empat lawan satu iya kali gue takut"ujar rio menyombongkan diri,seketika andra berlari dengan cepat dan ingin memukul rio namun dengan cepat rio mengelak sembari mundur ke belakang.


"Hmm,bisa menghindar juga lo"ucap andra tersenyum miring sembari menggepalkan tangan nya.


"Lo masih bisa menghentikan ini andra "ucap andra.


Tapi ucapan rio barusan dianggap angin lalu oleh andra.


"Ayo lawan gue,jangan kebanyakan gaya tapi ternyata bisa nya cuma menghindar"ujar andra.


"Males gue"balas rio,mendengar ucapan rio andra langsung melayangkan tinju ke arah wajah rio,ternyata rio masih bisa mengelak sepontan rio menunduk dan bergerak ke sebelah kanan.


"Sini lo lawan gue kalau brani"andra semakin emosi dibuat nya.


"Gue gak pernah bilang,kalu gue takut sama lo"jawab rio,namun dia masih bisa santai tidak ada tanda jika dia sedang ketakutan.


"An*ing lo ya"maki andra dia memberi kode ke pada teman teman nya agar mengepung rio.


"Hemm,gak bisa mengelak lagi ni seperti nya Gue gak bisa ngelak lagi harus olah raga malam deh"manolog rio dalam hati.


"Kapan lagi kita hajar ni orang bos"tanya teman andra.


"Sekarang aja lah,gue lihat dari tadi ni orang songong banget"sahut yang lain.


"Seraam"seru bobi.


"Serang bego"andi meralat ucapan teman nya.


"Seraaaaaaanggg"teriak bobi.


Bobi,andy,heru dan juga andra berlari bersamaan ke arah rio,rio berusaha mengelak dia belum memberikan pukulan kepada empat orang ini,andra sangat geram melihat semua ini.dia tidak sabar ingin segera memukul wajah rio dengan tangan nya.


Buggh,satu pukulan mengenai perut rio dan andra sangat senang melihat itu tidak puas dengan satu pukulan.


Bugghh

__ADS_1


__ADS_2