
Kini jam menunjukkan pukul tiga sore,saat nya pulang sekolah.karin yang kesel karna ban motor nya di bocorkan lagi oleh devano memesan ojol dan meninggalkan motor nya di sekolah.
"Karin..!" Cewe itu menoleh ke arah sumber suara. Seorang cowo yang menggunakan mobil memanggil nama nya.
"Lo nunguin siapa,trus motor lo mana biasa nya kan bawa motor"morgan memberi pertanyaan beruntun.
"Gue nunggu ojol.motor, gue bawa kok cuma ada orang yang kurang kerjaan ngempesin ban gue"ujar karin.
"Lho siapa sih,kurang ajar nama nya itu"morgan juga ikut geram,karin tidak bisa memberitahu siapa pelaku nya,biar dia dan tuhan saja yang tahu.
"Entahlah"
"Mau bareng gue gak"tanya morgan.
"Gak usah gan,gue udah pesan ojol lain kali aja ya"ujar karin.
"Ohh,yaudeh deh"ucap morgan dia keluar dari mobil lalu mendekat ke arah karin.
"Lho,kok malah turun pulang sana nanti kulit lo hitam kena matahari"
"Ck,nyindir apa gimana lo"
"Ngak nyindir,kn benar kulit lo nanti bisa hitam,akibat sinar matahari"
"Kalau gue hitam demi lo gak masalah nanti juga bakalan putih lagi setelah di kasih kaporit"
"Bisa aja lo"
"Malam minggu ada acara gak?"
"Ya elah baru juga hari selasa udah nanyain malming aja lo"ujar karin.
"Kan buat planing dulu,biar gak keduluan orang"ujar morgan.
"Hmm,gue ada acara sih lo bisa ikut kalau lo mau"
"Acara apa?"
"Bibi gue ultah,lo datang aja jangan lupa bawa teman teman lo yah.soal nya gue gak terlalu banyak undang orang"ujar karin.
"Knpa gak undang anak kelas xl aja,kan gak terlalu banyak juga jumlah nya"saran morgan.
"Gak dulu deh,lagian yang ultah bibi gue.masa iya tamu undangan nya kebanyaan anak ABG".
"Iya juga ya,yaudah lah ntar gue ajak kawan kawan tuh kek nya ojol pesanan lo"ujar morgan ketika melihat seorang ojek mendekat ke arah mereka.
"Atas nama karina?"tanya ojol itu.
"Iya pak,gan gue duluan ya"karina naik ke atas motor.
"Iya hati hati".
☆☆☆
__ADS_1
Hari ini rio tidak masuk kerja,karena merasa badan masih kurang sehat.dia menghabiskan sore hari untuk tidur.
"Kau gak kerja ya"ucok bertanya ketika melihat rio sedang terbaring di tempat tidur.
"Iya,badan aku kurang botster"
"Saran ku,kau telpon mak kau dulu,kek nya kau rindu sama mamak kau itu"ujar ucok.
"Tapi aku takut,nantik mamak ku jadi kahawatir kalau tahu aku lagi sakit kekgini"ucap rio,bimbang.
"Alah,setiap orang tua pasti akan khawatir sama anak nya,trus maksud mu gak kau telpon telpon mamak kau"ucok tidak habis pikir dengan ucapan rio barusan.
"Yaudah lah biar ku telpon lah dulu mak ku ya"
Rio pun menghubungi nomor ibu nya.
"Hallo mak"ucap rio ketika sambungan telpon sudah terhubung.
"Hallo,eh gimana kabar mu di sana nak"tanya indah,dia terlihat senang ketika rio menelpon diri nya.
"Sehat mak,mamak sama bapak sehatkan"tanya rio.
"Sehat lah,tapi"ucapan indah terhenti seperti nya dia tidak ingin anak nya mengetahui yang terjadi.
"Tapi apa itu mak?".
"Tapi kantong nya yang sakit hehe"tawa renyah dari indah menggelegar di ponsel rio.
"Udah lah, makan itu kan nomor satu"ujar indah membuat rio lebih tenang ketika mendengar candaan dari ibu nya.
"Bapak mana mak,gak ada ku dengar suara nya dari tadi?"
"Keluar,nyarik angin kata nya"
"Di rumah emang nya rusak kipas angin kita?
"Rusak sih ngak,cuma token di rumah mati"
"Alamak kok bisa mak?"
"Lampu nya mati karna ada pembenaran listrik di kampung sebelah"
"Ooh,gak takut mamak di sana gelap gelap"
"Apa yang mamak takutkan,lebih seram lagi mukak mamak mu ini dari pada siapapun"
Sekitar dua jam rio ngobrol sambil bercanda bersama ibu nya,rindu nya pun telah terobati walau tanpa bertatap muka.
☆☆☆
Dua minggu berlalu acara pentas teater pun di langsungkan di acara ulang tahun sekolah pelita.
Semua sudah pada siap,rio di make up dengan baju pangeran dan karin dengan baju tuan putri.
__ADS_1
Sebelum tampil di depan Semua nya melakukan akting percobaan di balik gorden pentas,kini gorden telah terbuka mereka pun melakukan akting nya.
----------------
Terlihat di depan pentas terdapat di sebuah hutan pangeran yang berpakaian kerajaan sedang memanah.
Sisil yang notabene begitu mengagumi rio benar benar terpesona melihat kegagahan rio di atas panggung.
"Pangerean,sarangheo"teriak sisil dari kursi penonton,semua siswi yang juga mengangumi rio pun ikut berteriak.
Rio yang mendalami peran menjadi pangeran pun dengan tatapan ke depan dia menarik anak panah nya.
"Hey kamu sedang apa di kawasan ku"karin yang menjadi sang tuan putri datang bersama dengan penjaga empat orang.
"Tidakkah kamu melihat aku sedang memegang panah ?,berarti aku sedang memanah disini" pangeran berucap dingin tanpa melihat kearah siapa yang bertanya kepada nya.
"lancang sekali kamu memanah di kawasan ku?"sang ratu terlihat murka.
"Beh,lo bisa jadi artis yo akting lo bagus banget"teriak bima.
"Karin habis ini kita ke KUA ya"devano juga ikut berteriak penampilan karin saat ini bak seperti ratu di mata nya
"Disini hutan,tidak ada yang bisa melarang ku untuk memanah"rio fokus ke hewan yang ingin di panah nya,pada saat dia menarik panah dan melepaskan nya hewan bidikan nya lari.
"Ais,hewan nya pergi kan,ini semua gara gara kamu"pangeran marah dan berjalan kearah ratu,ketika dekat mimik wajah nya seolah jatuh cinta kepada sang ratu.
"Sebagai ganti nya,kamu harus menikah dengan ku"
Tirai tertutup acara pameran cerpen telah selesai.
"Akting kalian sangat bagus perlu diapresiasi,pak kepala mengundang kita untuk makan malam besok"ujar rizal ketika anggota nya telah selesai menganti pakaian.
"Lo cantik banget rin,sumpah kek ratu beneran"ujar salah satu anggota rizal.
"Terimakasih kita semua cantik kok"ujar karin.
"Gak lah gue ganteng kali"sahut rio.
"Iya lo ganteng dari lobang pipit blek"ujar karin menjulurkan lidah.
"Iya rio ganteng,ganteng banget malah. Lo mau gak jadi pacar gue"ujar salah satu anggota cewe.
"Lah murahan banget lo marini"canda yang lain.
"Iya gak apa apa kali,kalau dia mau"jawab marini.
Rio hanya tersenyum,niat hati ingin melawani karin malah menjadi bahan omongan para anggota.
"Oh iya, gue duluan ya masih ada kerjaan soal nya"ujar rio keluar dari tempat berkumpul.
"Tungguin gue,lo kan udah janji mau nikahin gue gmna sih,jangan main php dong"canda karin,rio tersenyum dan menunggu karin di depan pintu.
"Mau pulang bareng kan?"
__ADS_1