
"Gue nggak tuh,gimana dong?"
Karina melepaskan genggaman devano dari tangan nya.
"Dev,gue kasih tahu ya,kita nih masih sekolah jangan pake cinta cintaan segala lah.emang lo mau sekolah lo jadi terganggu hanya karena kata jatuh cinta ada di benak lo itu,kalau gue sih jelas gak mau "ucap karin,dia memang belum terpikir untuk mencintai seseorang.
"Tapi perasaan gue gak bisa di bohongi karin,gue suka sama lo"ujar devano mereka berhenti di taman,karna jalan menuju kantin harus melewati taman terlebih dahulu.
"Oke,gue gak bisa ngelarang siapun untuk jatuh cinta dan mencintai seseorang.soo kita lanjut ke kantin gue lapar nih"ucap karina memegang perut ramping nya.
"Lo jawab dulu pertanyaan gue,lo mau kan jadi pacar gue"devano berdiri sejajar dengan karina,siswa siswi yang berada di taman tidak begitu memperhatikan mereka,karina hanya bisa menarik dalam nafas nya kemudian membuang dengan keras
"Huuff,dev lo gak ngerti inti pembicaraan kita.kan udah gue kasih tahu tadi"karina menggaruk poni nya yang tidak gatal.
"Sebaik nya gue terus terang aja sih,dari pada lo nanti berharap lebih.saat ini gue gak mau pacaran dulu gue mau fokus sekolah,masalah nanti gue gak bisa mempreduksi apa gue bakalan jatuh cinta juga sama kaya lo tapi yang jelas gue gak bisa nerima cinta lo"karin berkata pelan pelan karna takut akan melukain perasaan devano.sedangkan lelaki itu hanya bisa menahan sakit di hati nya.
"Kita bisa sahabatan kok,tanpa melibatkan perasaan"lanjut karina.
"Yaudah deh,gue juga gak bisa maksain lo tapi sekarang kita sahabatan kan"devano tidak bisa memaksa tapi dia berharap di saat mereka bersahabat akan menimbulkan cinta di hati karina.
"Siap,mulai sekarang kita sahabatan"karina menjalurkan kelingkung dan devano mun menyambut nya
"Buruan yuk ke kantin,keburu masuk lo"karina benar benar merasa lapar.
"Sebelum itu,gue minta maaf ya udah ngempesin ban mitor lo waktu itu"devano meminta maaf dengan tulus
"Iya,gue maklum kok,lo pasti khilaf.khilaf yang di sengaja"ucap karina,devano hanya bisa menyengir.
__ADS_1
"Lo bisa aja"
"Tapi gue juga pernah jatuh cinta lo,waktu SD dan sekarang gue udah lupa karna sekarang gue mikirin gimana cara gue menggapai cita cita gue"ujar karin.
"Emang cita cita lo apaan,siapa tahu gue bisa ngasih tangga biar lo gak capek capek memulai dari bawah"sahut devano.
"Kalau gue sih gak perlu tangga,gue mau menggunakan pesawat aja biar simple"ujar karina menimpali,kedua nya pun tertawa kini mereka telah sampai di kantin dan memesan makanan untuk di santap,tanpa tahu morgan sedang memperhatikan gerak gerik devano.
Sedangkan di lapangan khusus bola volly,siska masih fokus dengan perlombaan saat ini poin mereka tidak jauh berbeda rio 6 dan siska 4.
Rio mengoper bola ke siska dan berusaha tidak membiarkan bola itu jatuh di area nya dan satu lagi rio memnangkan poin kini 7:4.
"Huh,udah lah sis capek gue lima belas menit lagi bakalan masuk kelas kita minum dulu lah buat ngadem"ujar rio kini baju nua sudah basah kuyup begitupun siska keringat nya bercucuran.siska setuju dengan ucaoan dio mereka pun menuju ke kantin.
"Kalah lo kan,lo sih nantangin gue"ucap rio sembari duduk di kursi nya kini mereka telah sampai di warung kantin.
"Sadis amat ucapan lo ntar orang pada dengar gak enak lho"rio tidak enak hati jika orang yang ada di kantin itu mendengar ucapan siska barusan.
"Udah lah,gak usah di perpanjang gue cuma bercanda kok tadi,lagian gak ada juga tugas yang cocok buat lo"ucap rio dia meneguk es teh ketika ibuk warung membawakan pesanan nya.
"Masa sih,lo gak mau nyuruh gue atau apa gitu"diska memastikan.
"Iya"rio berkata datar,padangan nya tidak sengaja tertuju ke arah karina dan devano duduk,dia sedikit tidak suka lalu membuang pandangan nya ke arah lain,dia pun melihat morgan dan ketiga sahabat nya yang lain,dia membuang nafas lelah.
"Kenapa lo,nyesel karna udah bilang gue gak usah jadi babu lo"tanya siska.
"Ngak kok,gue cuma cape aja"ucap rio kembali fokus ke makanan nya,belum lama dia menikmati makanan nya geng andra datang ke kantin dan ingin membuat keributan.
__ADS_1
"Lo gak lihat gue lagi makan,lo cari aja meja yang lain masih banyak kok"ucap rio cuek,dan itu membuat karina memandang ke arah nya.
"Brani banget lo sama bang andra,lo juga kan siswa yang sok jagoan itu"ujar salah satu teman andra,sedikit mendorong bahu rio.
Sungguh rio sangat marah di perlakukan seperti itu apa lagi dia sedang menikmati makanan,rahang nya mengeras dia berusaha untuk tidak menunjukkan otot nya.
"Lo pindah duduk gih sis,mereka kayak nya mau gabung sama gue"ucap rio.
"Kami gak mau gabung sama lo,yang kami mau lo pindah dari meja ini"sahut teman andra yang lain.
"Cewe lo cantik juga,gak cocok sama lo yang muka nya sangat jauh di bawah standar"ujar aris teman andra,siska yang notabene tidak pernah di perlakukan seperti itu oleh orang lain berdiri dari duduk nya,dia mengambil es teh rio lalu menyiramkan ke arah aris.
"Ops,sorry tangan gue licin"ujar siska mengejek.
"Mau sok jagoan lo"ucap aris kesel.
"Ternyata di sekolah ini masih saja ada bentuk bully ya,kaya nya orang tua elo lo pada harus tahu"siska mengambil gambar ketiga cowo yang menganggu dia makan.
Crek.
Dia menyimpan ponsel nya ke dalam saku,lalu mengambil mangkok bakso yang yang belum habis dia makan,dengan cepat dia menyiramkan kuah bakso itu ke kela andra.
"Kurang ajar ya lo"andra geram atas perlakuan siska,dia tidak terlalu memperhatikan wajah siska yang merupakan adik kelas nya sewaktu di SMK1.
"Ternyata lo sama aja ya gak di SMK 1 gak di disini kerjaan lo cuma buat keributan aja"ucap siska yang mengenali andra sebagai siswa yang terlihat kejam di sekolah SMK nya waktu itu.dan mereka sama sama pindah sekokah,tidak di sangka malah masuk di sekokah yang sama juga.
"Ck.sialan nih cewe asik dia aja yang nyari keributan sama gue"batin andra.
__ADS_1
Praakkk