
Hari ini,para murid sekolah mengadakan upacara bendera,seperti sekolah pada umum nya.semua para murid dengan skakmat mengikuti upacara setelah bubar semua siswa dan siswi menuju jelas masing masing,di kelas xl ips¹ seperti nya sedang ada perang tatapan dingin,siapa lagi kalau bukan rio dan morgan.
"Ey,lo berdua pada kenapa sih prasaan mlotot mulu dari tadi"ucap bima dia sangat tidak suka melihat kelakuan sahabat nya itu.
"Lo pindah ke samping deh,gue duduk di situ"ucap morgan saat ini mereka sudah berada di dalam kelas,morgan memilih pindah tempat duduk agar tidak berada di dekat rio.
"Lah,kok gitu sih gan"ucap galih.
"Iya nih,morgan gak asik"sahut ijmi.
"Itu lagi muka lo kok bisa lebam gitu?,lo lagi rio bibir lo juga memar"bima berucap bingung
"Gue tahu ni,mereka berdua abis brantem iya kan ngaku deh lo pada"galih menerka.
"Kalian gak usah brisik deh,skrang gini aja kalau lo masih mau sahabatan sama gue,lo jahuin tu si tukang tikung"ujar morgan,kini dia sudah berada di kursi barisan yang lain.
Tiga sahabat morgan itu saat ini sedang kebingungan,mereka masih memikirkan prasaan rio namun mereka juga tidak mau jika harus brantam dengan morgan karena morgan lebih lama di kedihupan mereka.
Akhir nya ijmi,galih dan juga bima berpindah duduk menggantikan orang yang ada di samping dan belakang morgan.
"Hm,lo lihat aja lo gak ada apa apa nya kalau gak sama gue"batin morgan tersenyum licik.
Rio tidak pernah menduga persahabatan nya akan rusak seperti ini,namun dia juga sudah muak jika harus mengalah demi sebuah nama persahabatan.
Dia fokus pada pembelajaran,saat ini dia hanya bisa menjalankan apa yang sudah terjadi dan mengikuti alir takdir yang akan berjalan.
"Semangat rio"manolog nya dalam hati.
Setelah beberapa jam melakukan belajar mengajar akhir nya jam istrirahat telah tiba,semua para siswa dan siswi keluar dari dalam Kelas dan mencari kesibukan masing masing,rio yang merasa malas melihat morgan dan ketiga sahabat nya di kantin memutar balik,dia menuju lapangan volly dan melakukan volly sendirian,siska anak baru pindahan dari kelas xl ipa¹ anak dari oemilik sekolah pelita sedikit tertarik dengan permainan yang di mainkan oleh rio.
"Main sendirian aja"ucap siska menghampiri rio yang sedang melempar lempar bola ke atas.
"Emang lo lihat ada orang disini selain gue"jawab rio dengan masih fokus dengan bola nya.
"Jutek banget sih,tapi kok dia nganteng banget"batin siska.
"Boleh ikutan main gak"tanya siska,rii menghentikan aktifitas nya kemudian melihat ke arah siska dia seperti meningat sesuatu.
__ADS_1
"Lo kan cewe yang nabrak gue di dekat ruang kepala sekolah"ucap rio menunjuk ke arah siska.
"Oh jadi itu lo"siska menimpali.
"Hem hem"rio mengangguk,lalu melanjutkan aktifitas nya kembali.
"Jadi gue boleh ikutan gak ini"siska kembali bertanya,entah kemana siska yang sombong dan erlihat judes.
"Terserah sih,gue udah banyak nemu cewe yang modus nya kaya lo,sok sokan mau ikutan tahu nya gak tahu main padahal cuma nyarik perhatian gue"jiwa sombong rio kumat akibat pikiran nya sedang terganggu.
"Dih,songong banget.tapi gak papa biasa nya cowo kaya gini ni pasti setia"batin siska.
"Gue bisa kok main volly,bahkan ngalahin lo juga gue bisa"ujar siska,dia memang bisa main volly tapi belum tentu bisa ngalahin rio.
Sedangkan jarak kurang lebih seratus meter karin sedang memperhatikan kedua nya dia berada di ujung sekolah dan menatap rio dengan tatapan kesel
"Dih apaan sih gue kok malah jadi kesel gini"batin karin,dia masih saja setia memperhatikan rio dari kejauhan.
"Oke kalau lo emang bisa,kita bisa tanding satu lawan satu"ujar rio.
"Gimana kalau kita taruhan,kalau lo menang gue akan nuruti semua permintaan lo,tapi kalau lo kalah lo harus ngikutin semua kemauan gue gimna"ucap siska memberi tantangan.dia belum mengetahui kabar jika rio adalah orang yang mewakili sekolah mereka untuk pertandingan bola volly
"Knpa? lo takut kalah dari gue" ucap siska.
"Yaudah boleh deh,gue terima tantangan lo"ucap rio menyalurkan tangan nya,siska pun menyambut dan menyalam tangan rio.
"Oke deal"
Sedangkan karin dia terlihat semakin kesel dia pun berencana untuk pergi dari sana agar tidak melihat rio lagi.
"Karin,lo sedang apa,gue cariin lo dari tadi lho"devano mendekat ke arah karin.
"Gue habis dari perpus trus langsung kesini,dan rencana nya gue mau ke kantin,ada apa lo nyariin gue"karin baik bertanya.
"Ngak gue cuma mau ngajak lo ke kantin sih"ujar devano,karin masih kesel perkara devano mengempeskan ban nya waktu itu.
"Ohh,iya udah yuk"ujar karin,mereka pun berjalan menuju kantin di sepanjang jalan devano bercerita tentang diri nya dan keluarga.
__ADS_1
"Oh iya gue mau nanya sesuatau sama lo" ucap karin.
"Tanya apaan?"
"Lo kenapa ngempesein ban motor gue,bahkan sampai dua kali"?,devano tercekat dia sulit untuk bernafas dia sangat takut sekaligus kebingungan kenapa karina bisa tahu kalau dia yang mengempeskan ban motor karin.
"Mak maksud lo?"devano berusaha mengelak.
"Maksud gue,kenapa lo ngempesin ban motor gue"karina mengulangi pertanyaan nya.
"Gak ada kok"kilah devano.
"Gue gak nanya apa lo pelaku nya!,yang gue tanya knpa lo ngelakuin itu"karin mulai kesel.
"Itu nama nya lo nuduh gue"devano berusaha santai.
"Gue gak nuduh kok,gue punya bukti nya,yang perlu sama gue itu,apa alasan lo berbuat seperti itu"
"Apa perlu gue ngasih lihat bukti nya?"
"Ok,gue ngaku gue lakuin itu biar lo ikut pulang bareng gue"akhir nya devano berkata jujur.
"Astaga"karina tak habis pikir mengapa devano senekat itu.
"Itu gue lakuin karna gue suka sama lo karin" devano menggenggam tangan karina.
"Sejak lo masuk ke kelas gue,suka sudah jatuh hati sama lo karin,gue cinta sama lo"
"Gue gak pernah sebucin ini,baru kali ini gue cinta sama seorang cewe"ujar devano beruntun,karina menahan tawa.
"Berarti selama ini lo suka sama cowo dong"ucap karina tertawa.
"Bukan seperti itu juga maksud gue,arti nya gue belum pernah jatuh cinta"devano berusaha menjelaskan.
"Iya wajar lah,umur kita pun masih seumur jagung masa udah cinta cintaan"karin menimpali.
"Seumur jagung,sekalian aja lo bilang masih bau kencur"ujar devano sedikit kesel.
__ADS_1
"Rin,gue serius sama lo,gue benar benar sudah jatuh cinta sama lo karina"
"Gue nggak tuh,gimana dong?"