Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina

Cerita Cinta Rio Senyaja & Karina
bagian 19


__ADS_3

Morgan menatap kepergian rio,sorot mata nya begitu tajam dengan tangan di kepal,dia merasa jika rio telah menghianati persahabatan mereka,padahal dia hanya salah paham eh ? Lebih tepat nya tidak mau mengaku kalau dia telah salah menuduh.


"Udah lah gan,yok cabut jangan biarkan emosi lo merusak persahabatan kita"ucap galih menepuk bahu morgan,morgan terdiam lalu melepaskan tangan galih dari bahu nya.


"Bukan gue yang merusak persahabatan,tapi dia"ucap morgan sembari masuk ke dalam mobil nya,di sepanjang jalan dia memukul mukul stir nya tiga sahabat nya memperhatikan,mereka khawatir morgan dan rio akan adu otot.


Meskipun emosi,morgan tetap mengantarkan sahabat nya satu persatu kerumah masing masing,wajah nya tetap dingin dan begitu benci kepada rio.


***


Hari minggu adalah hari yang di tunggu para murid sekolah,dan itu lah yang dirasakan oleh rio dia terlihat begitu menikmati hati libur nya.


Dia sedang bersandar di ayunan panjang yang disediakan oleh ibu kos di depan kosan nya


"Oi senjaya,kalau ku lihat lihat,hari ini kau santai sekali apa gak pergi kerja kau?"tanya ucok sepupu rio dari medan yang tinggal satu kos dengan rio beberapa mingu ini.


"Gak lah cok,aku mau libur hari ini,narik ojek di tutup dulu.aku pun ingin menikmati indah nya hari libur"ujar rio.


"Mantap lah itu,kalok begitu kita pergi makan dulu yok,kau tenang aja biar aku yang bayar"ujar ucok.


"Ck,ah mantap kali bah sering sering lah kau traktir aku,yok gass"rio mengambil jaket jeans yang berwarna biru lalu mengenakan nya kemudian menaiki motor nya.


"Ayok cok,naik"ujar rio


"Cepat kali kau gerak nya ah"sahut ucok menaiki motor metik rio.


"Nama nya makan gratis,sikat terus"ujar rio


Tidak memerlukan waktu yang banyak,kini mereka telah sampai di cafe yang lumayan mewah tapi tidak menguras kantong,kedua nya memesan yang ingin di santap.saat menikmati hidangan rio melihat seorang perempuan yang seperti nya dia kenal mata nya tidak pernah berpaling dari cewe itu hingga seketika pangan nya dan pandangan cewe itu beradu.


"Karina"

__ADS_1


"Rio"


Kedua nya pun saling memalingkan wajah.


"Astaga tuhan, masa karin jadi simpanan nya om om"manolog rio dalam hati.padahal jika di pandang, rapi tidak terlalu tua karena umur nya juga masih jalan tiga puluh tahun namu penampilan nya memang terlihat lebih dewasa di banding rio.


Sedangkan di meja karina,abang nya sedang menasehati karin.


"Dek,kamu lihat deh cowo yang di meja sebelah sana"arga menunjuk ke arah meja rio.


"Iya,emang kenapa kak?"tanya karin.


"Jangan pilih cowo seperti itu ya,lihat aja tu pakaian nya ! Kakak lihat juga dari tadi mata nya jelalatin lihatin ke arah sinj"ujar arga


"Ohh,iya kak,tampang nya emang kayak cowo palyboy."ujar karina.


"Kamu udah selesai kan?,yuk pulang"arga mengambil kunci mobil kemudian pergi dari cafe itu,dia tidak suka adik nya di pandang seperti itu oleh laki laki.


Sedangkan karina di setiap jalan nya dia menoleh ke belakang sembari melihat ke arah rio,namun rio pura pura buang muka padahal dia begitu penasaran.hingga saat pulang pun rio masih saja memikirkan siapa laki laki yang makan bareng karin di cafe tadi.


Kring kring kring.


"Astaga"rio terkaget,kemudian dia melihat siapa orang yang menghubungi nya.


"Morgan"gumam nya,rio pun mencoba mengangkat ponsel nya.


"Hallo"ujar rio ketika panggilan sudah tergubung.


"Hallo,gue tunggu lo di tempat nongkrong"morgan memutuskan sambungan telepon setalah selesai berbicara.


Rio berpikir sejenak dia masih menimbang nimbang untuk pergi.setelah berpikir matang dia pun menghamoiri morgan di tempat yang sudah di tentukan yaitu tempat mereka biasa nongrkrong ketika waktu libur.

__ADS_1


Disebuah gubuk yang terlihat cantik,di hiasi dengan bunga dan gambar yang sangat indah,disana sudah berdiri seorang lelaki yang tidak lain adalah morgan tataoan nya tajam menatao ke arah gubuk favotir mereka,pelan pelan morgan datang mendekat.


"Ada apa gan?"tanya rio,suara nya bahkan sudah seperti biasa dia sudah melupakan kejadian tadi malam,mendengar pertanyaan rio itu semakin membuat morgan emosi dia menggepalkan tangan nya kemudian berbalik badan dan menatap tajak ke arah rio,selolah rio ini adalah orang yang sangat dia benci.


Melihat reaksi morgan,rio memilih mengambil ancang ancang agar tidak terkena bogem mentah dari sahabat nya itu.morgan mendekat ke arah rio dengan rahang yang telah mengeras.


"Santai bro"ucap rio menepuk bahu morgan,tangan yang terlihat masih unyu itu di tepis oleh morgan.


"Singkirkan tangan kotor lo dari baju gue"ucap morgan dengan sombong,rio tersenyum kecut.


"Lo kenapa sih,sensi banget"ujar rio yang berusaha masih santai.


Bugh, morgan melayangkan tinju di pipi rio sehingga keluar sedikit darah di pipi nya,rio melap cairan itu dari pipi nya.


"Itu buat orang yang udah menghianati persahabatan"


Bugh,satu pukulan mendarat lagi di perut rio,sehingga dia meringku sakit rio memandang ke arah morgan dengan tatapan tidak suka.


"Lo dengar ya,persahabatan kita sampai disini.dan lo inget baik baik gue menyesal pernah sahabatan sama lo"ujar morgan.


Rio berdiri perlahan lalu memukul wajah morgan,dia juga meninju perut nya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Bughh,ketiga rio memukul kembali perut morgan.


"Gue juga menyesal sahabatan sama lo,hanya karena cewe lo selalu berkata seperti ini,dulu lo salah paham karena gue dekat sama pacar lo,padahal sebenar nya gue gak ada hubungan apa apa sama cewe lo.Dan sekarang lo nuduh gue! Oke gue jujur kalau saat ini gue emang suka sama karin.dan lo gak bisa ngelarang itu."


"Apa yang lo takutkan sementara lo punya segala nya,bahkan kalah jauh dari gue.gue tahu kok lo cuma gak mau terlihat kalah dari gue,padahal lo sendiri yang membuat pertandingan yang gak pernah ada"


Rio berbalik arah membelakangi morgan.


"Gue selalu mengalah demi sebuah persahabatan,gue selalu mengalah demi menjaga perasaan sahabat gue,tapi ternyata sahabat yang gue jaga perasaan nya malah menuduh tanpa bukti."rio berjalan pergi meninggalkan morgan yang masih saja menggepalkan tangan nya.

__ADS_1


"Selamat datang di pertandingan morgan,kita lihat siapa yang bisa memiki hati karina seutuh nya"ucap rio kemuidan pergi meinggalkan morgan.


"Bacot lo,kita lihat aja lo gak ada apa apa nya sama gue! Gue pasti dapetin hati karina"teriak morgan sekeras keras nya.


__ADS_2