
"Tidak usah anak-anak,itu tidak akan berguna karna anak ini memang benar pemilik sekolah pelita"ujar guru,dia tidak mau siswa nya terkena masalah.
"Gak bisa gitu buk,ini gak bisa di biarain bisa besar kepala dia kalau kita takut dengan dia hanya karna dia anak pemilik sekolah ini"ujar devano.
Siska tersenyum sinis "lihat aja,kalau bokap gue udah marah dan mecat lo dari sekolah ini,jangan harap gue bakalan bantu"ujar siska sombong.
"Gue gak butuh bantuan lo,asal lo tahu aja,sekolah bokap lo yang lo banggain ini gak bakalan jalan kalau bokap gue gak ngasih donasi yang besar setiap tahun paham lo"ucap devano seketika sinta berubah pucat.
Ayah devano memang selalu memberi donasi kepada sekolah yang membutuhkan dana.
"Udah gak usah di ladeni lagi,mendingan kita langsung aja ke KTU"ujar nina,siska ingin memohon agar satu kelas itu tidak ke ruangan KTU namun dia terlalu gengsi.
Sesuai dengan saran karin,seluruh murid kelas xl ipa¹ selain dari pada intan dan rita berbondong bondong ke ruangan KTU,mereka ingin komplin kepada pihak sekolah karna siska begitu sangat mengganggu acara belajar mengajar mereka.
Dua siswi yang tidak ikut komplian berpihak kepada siska karna mereka merupakan satu teman siska dari smp.
"Loh,ada apa ini kenapa pada keluar semua,pelajaran saya kan satu jam lagi"ujar guru penjaskes yang melihat anak didik nya menuju ruangan guru.
"Kami mau komplain pak pak"para murid.
"Komplain apa..?,kelas kalian gak dapat bansos?"ujar guru penjas itu,sedikit bercanda.
"Udah,masuk nya jangan ramai ramai begitu,sebagian masuk kelas"perintah boby guru penjas.
"Gak mau pak,kami gak akan mau masuk sebelum kami bertemu dengan KTU"jawab para siswi.
"Seperti nya ini masalah besar..!!,kalau seperti itu kalian ke aula saja biar muat,kalau masuk ruang guru kesempitan,mana keringat kalian pada bauk "ujar bobi.
"Ayo we,kita tunggu di aula"ucap devano,dia adalah ketua kelas di xl ipa¹.
Murid yang berjumlah 39 itu pun pergi ke arah aula seperti yang di perintah oleh devano,mereka dengan tertip duduk di sana.lima menit kemudian KTU,beserta kepala sekolah dan sebagian guru datang ke tempat yang sudah dintentukan.
Kepala sekolah yang heran melihat para murid nya langsung bertanya.
"Ada perlu apa kalian ingin bertemu dengan KTU" tanya kepsek,devano yang notabene sebagai ketua kelas pun menjawab.
__ADS_1
"Bapak kenal kan dengan siska anak baru di kelas kami"
"Dia telah membuat rusuh di kelas,dan menganggu konsentrasi kami saat belajar"ujar devano,pak kepsek pun bingung harus berkata apa,jika dia membela anak pemilik sekolah di depan devano sudah pasti donasi di sekolah ini akan di berhentikan mengingat ayah devano penyalur donasi terbanyak nomor dua di sekolah nya.
"Oke,nanti saya akan menegur siska langsung"ucap kepsek.
"Kalau dia gak mau keluar dari kelas kami,saya dan satu kelas ini yang akan keluar dari sekolah ini"ucap devano,para murid pun saling berbisik.
"Brani banget devano ngomong gitu ya,gmna kalau kita beneran di keluarkan dari sekolah ini,bisa di ganyung gue sama nyak (mama)".
"Itu cuma gertakan aja pe'ak."
"Tapi iya deng,dari pada satu kelas sama nenek lampir itu, bagus gak usah sekolah"
Begitu lah bisikan para murid,kepala sekolah berpikir keras untuk menjawab ucapan devano.
"Oke,saya akan selesaikan masalah ini dengan cepat,kalian masuk kelas saja"perintah kepsek.
"Baik pak,tapi kalau dia masih di kelas kami,biar ayah saya aja yang berurusan dengan sekolah ini"ucap devano,kemudian mereka pun keluar dari aula.
"Iya dong,siapa dulu"
☆☆☆
Jam pulang sekolah telah tiba,rio senjaya menuju aula sebagaimana janji mereka tadi.
Semua anggota duduk dengan rapi,posisi siswa di kanan dan siswi di kiri.
"Oke teman teman,kita kumpul disini untuk menentukan jam latihan yang akan kita lakukan selama dua minggu,teman teman boleh memberikan usul terlebih dahulu"ujar rizal ketika dia telah melihat semua anggota nya berkumpul.
"Gue punya usul kak,jadwal kita latihan sebaik nya diadakan pulang sekolah aja,takut nya akan mengganggu proses belajar kita"ujar karin,dia salah satu anggota yang baru di masukkan oleh guru seni tadi siang.
"Iyap betul,itu memang salah satu waktu yang tepat bagi kita,tapi sebagian teman kita punya pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan"rizal menjelaskan secara rinci.
"Kita semua juga punya urusan masing masing kali,kalau merasa punya pekerjaan kenapa daftar jadi anggota"ujar salah satu anggota.
__ADS_1
"Lagian siapa sih yang merasa sok sibuk itu"sahut yang lain.
"Gue,"rio berdiri dari duduk nya dengan wajah datar dia menghadap ke semua anggota.
"Aiihh,ayang gue"ujar anggota penggemar berat rio.
"Pasti dia yang bakal jadi peran utama nih,gue boleh lah jadi pasangan nya walaupun hanya di cerita"sahut siswi lain
"Loh cowo rese kok ada disini..?"gumam karin,kemudian dia memalingkan wajah nya ke arah lain
"Gak semua orang yang hidup nya cuma makan tidur dan sekolah,ada juga orang yang harus bekerja terlebih dahulu baru bisa makan dan tidur nyenyak"ucap rio
"Dan satu lagi,bukan gue yang mendaftarkan diri untuk ikut menjadi salah satu anggota di antara kalian,tapi kepala sekolah sendiri yang meminta saya untuk ikut bergabung"
"Tapi kalau sekira nya kalian keberatan sih,gak masalah kalian bisa ngomong kepada pak kepala untuk mengantikan gue"rio kembali duduk tidak ada raut marah di wajah nya.
"Oke,jadi gimna ni gays?,apa ada yang punya ide untuk masalah ini?" Rizal kembali bertanya,dia tidak bisa memberi saran terlebih dahulu,karna jika dia sudah berkata maka angota harus mengikuti saran nya,jadi dia menunggu saran dari anggota nya terlebih dahulu.
Karin mengangkat tangan nya,untuk memberi tanggapan.
"Iya,apa saran lo"tanya rizal
"Saran gue sebaik nya kita bagi pemeran terlebih dahulu"usul karin.
"Nah ide bagus,pak kepala sudah memberi list pemeran sama gue jadi ini tinggal gue bacain aja"rizal membuka lembar buku yang berisi list nama pemeran cerpen,sedangkan rio dia tak henti nya menatap jam di tangan kiri nya,sisa satu jam lagi waktu nya dia masuk kerja.
"Rio sebagai pangeran dan karin sebagai putri".
"Usul kak,pemeran putri nya di ganti aja,gue sebagai pembantu aja".
"Iya kak biar gue aja yang jadi pitri nya"sahut siswi lain.
"Ini sudah gak bisa di ubah karna ini ketentuan dari pak kepala sekolah".
"Kalau seperti itu gue mengundurkan diri aja"
__ADS_1