
Rio masuk kedalam kelas dengan wajah yang datar,hati nya tercoleh mengingat perkataan karin.
"dibayar berapa lo"ucapan itu terngiang ging di dalam pikiran nya.
jam pelajaran terakhir,kelas sedang mengadakan lomba bolla volly antar jurusan,rio yang notabene sebagai ketua regu itu pun harus ikut walaupun hati nya sedang tidak baik baik saja.
Babak pertama,kelas xl ips1 melawan kelas xl ipa1,seluruh siswa dan siswa kelas xl menjadi penonton di lapangan sekolah,pada saat bola mengarah ke pada rio,bola itu terjatuh karna rio masih saja memikirkan perkataan karina di toilet tadi.
"huu,cemen"teriak karin,sembari mengarahkan tangan jempol nya ke bawah,lalu mengejek dengan gerakan lidah,tidak tahan dengan ejekan karin,rio melakukan smash namun malah mengenai kepala karin sehingga membuat karin jatuh pingsan,para penonton pun membawa karin ke ruangan uks.
"jahat bener lo yo"ujar teman teman nya.
"gue gak sengaja sumpah"ucap rio, dia memang tidak sengaja mengenai karin.
"sudah-sudah,ayo lanjut lagi"ujar pelatih itu,karna karina sudah di bawa ke ruangan uks,jadi guru penjaskes sekaligus pelatih itu tidak mempermasalahkan lagi,biar itu menjadi urusan rio setelah perlombaan selesai.
Setelah menghabiskan waktu sekitar kurang lebih 60 menit perlombaan pun selesai,dan yang masuk ke babak akhir adalah kelas xl ips 1 dan kelas xll ips 1.Yang akan di seleksi di hari berikut nya untuk mendapatkan pemenang dan akan membawa nama sekolah untuk lomba antar provinsi.
Rio sedang menunggu karina di Atas motor metik nya di parkiran.
"minta maaf ngak..?minta maaf nggak.?"kalimat itu yang di ucapkan rio berulang kali sembari menghitung jari nya,dia sedang bimbang,Hingga pada akhir nya karina muncul dari dalam sekolah mengarah ke sepeda motor nya
"ah minta maaf aja deh"Dengan rasa gugup rio menghampiri karina di sana.
"elo?" karina bungung bercampur kesel melihat rio yng sedang berdiri di hadapan nya.
"mau ngapain lagi lo,mau ngetawain gue karna udah kena bola lo ??belum puas buat kepala gue sampe memar seperti ini"tukas karin sembari menunjuk kening nya yang memang sudah memar akibat bolla volly yang di layangkan rio
"atau lo mau lempar gue lagi iya..?" cecar karin
Mendengar ucapan cewe itu rio memilih untuk mengurungkan niat buat minta maaf.
"kok lo jadi nyolot sih..?gue cuma mau ngecek aja,kepapa lo pecah atau nggak"jawab rio gamblang.
"eh kalau sampai kepala gue pecah,udah pasti kepala lo juga bakalan di pecahin sama bokap gue"ucap karin,padahal sebenar nya dia sudah tidak memiliki orang tua lagi,dia tinggal dengan sendiri di temani oleh asisten rumah tangga almarhum kedua orang tua nya,dia memiliki saudara namun juga bekerja di luar kota.
"yah,malah bawa bawa bokap,dasar cewe manja"ejek rio.
"biarin aja dari pada lo,cowo kasar"balas karin.
"biarin kasar,dari pada lo sok cantik"rio melipat tangan di dada.
"emang cantik"balas karin kesel.
"menurut gue ngak "
"biar,yang oeting banyak yang suka sama gue".
"haha yang suka buta kali mata nya"rio masih saja mengejek karin.
"heh,cewe rese kaya lo,gue sumpahin gak bakal laku"ucap rio,dan tentu saja itu hanya bercanda,karena diri nya saja sudah jatuh cinta sama karin.
"kok lo nyumpahin gue sih,"hiks, karin menangis,"dasar gak tahu diri udah buat orang luka,gak minta maaf sekarang malah nyumpahin"ucap karin ersedu.
"dasar jahat,tega" hiks,
"nyebelin"rio menatap pekat wajah karin yang sudah basah dengan air mata.
"ya elah nangis,"
"yah cengeng"
"haha mau nangis..?" "udah ah malas ngomong sama anak cengang "ujar rio terkekeh,Lalu dia merogoh kantong celana nya.
"yah gue gak bawa tisu,gimana dong"ucap rio kemudian sedikit mundur lalu pergi meninggalkan karin yang sedang menangis.
"dada cewe cengeng"teriak rio sembari melambaikan tangan dan memacu motor nya.
pertengahan jalan menuju rumah,rio malah dipalak oleh anak sekolah smk nusa bangsa anak-anak yang seusianya.
"berhenti lo" teriak anak smk berjumlah lima orang,Rio pun memberhentikan motor nya.
"ada apa "rio bertanya dengan wajah yang tenang karna dia sedikit bisa bela diri
"serahin uang lo"perintah salah satu anak smk itu.
"gak mau gue,kenapa..??"tantang rio,uang yang ada di kantong baju nya tinggal 100 ribu dan itu untuk makan hari ini dan besok pagi.
"nantangin lo ya"rio di tarik turun dari motor nya,sehingga motor rio ikut terjatuh,Kerah baju sekolah yang rio gunakan di tarik oleh anak smk itu,dengan cepat rio melepas kerah baju nya dari tangan anak smk itu.
"ngelawan lo ya"salah satu dari mereka ingin melayangkan tinju ke arah rio,dan dengn cepat rio menepis dan balik melayangkan tinju.
__ADS_1
Bugh.
Satu anak smk tejatuh di tanah,lalu keempat nya bergantian ingin memukul rio tapi mereka sama seperti yang pertama,mereka jatuh ke tanah,Rio ingin melanjutkan perjalanan nya karena sudah merasa aman,namun kelima anak smk itu bersamaan menarik rio dan menghajar nya.
bugh bugh bugh
Rio tergeletak di tanah dengan bibir yang berdarah dia kalah karna anak smk itu menang jumlah.Yah mungkin karna dosa nya juga yang sudah Usilin karin kali yak..?.
"maka nya jangan melawan"ujar salah satu anak smk.
"uhuk"rio terbatuk menahan sakit nya di gebukin.
"geledah kantong nya"Keempat komplotan anak smk itu ingin meeriksa seluruh kantong rio
Namun tiba tiba suara srene polisi terbunyi,wiuw wiuw wiuw.Kelima anak smk itu dengan cepat berlari ke arah motor lalu memacu dan meninggalkan rio disana,Rio membuang nafas lega "huuuffs"
Rio berdiri pelan lalu membenarkan letak motor nya,badan nya terasa remuk suara wiuw wiuw yang dia dengar tadi seketika menghilang,tapi dia tidak terlalu memikirkan itu.
"syukur lah uang makan gue gak jadi ra'ip"gumam nya,Dia sangat senang.
Brum brum,rio menoleh ke arah motor yang berhenti di depan nya,itu adalah motor karina.
"kakak gak pa...." ucapan karin mengambang di udara dia berpikir orang yang dia selamatin dari pemalak bukab lah rio.
"elo..?" Rio berpikir sejenak "lo yang udah selamatin gue"tanya nya.
"Gak"jawab Karin singkat,lalu berbalik dan bergegas pergi dari hadapan rio,dia masih kesel atas sumpah yang sudah di lontarkan oleh rio kepada nya.
"lah,aneh banget"gumam rio.
Karin mengendarai motor nya pelan,sesekali dia melirik ke arah spion apakah rio sudah pergi dari tempat itu,namun motor rio masih di tempat yang sama.
"jangan-jangan pingsan lagi"karin bermanolog,Kemudian dia memutar balik,sedangkan rio dia malah membaringkan tubuhnya di aspal dia ingin melihat apakah karin benar-benar tidak punya rasa kemanusiaan,timbul senyum di bibir nya ketika suara motor karin semakin mendekat.
"astaga tuhan,kok malah pingsan"ucap karin heboh,tempat itu sangat sepi dan tidak terlalu banyak orang yang berlulu-lalang.
Kaein mendekat ke arah tubuh rio,lalu mengguncangkan nya.
"hei bangun,lo jangan mati disini, nanti gue jadi serem,cuma ini satu-satu nya jalan ke rumah gue"ucap karin,Kemudian dia mengecek denyut nadi di tangan rio lalu merasakan nafas di hidung cowok itu.
"lah,denyut nadi masih berdenyut tapi kok nafas nya gak berhembus..??"karin berpikir lalu dia memiliki ide.Ditutup nya hidung Rio beberapa menit dan betul saja Rio langsung menepis tangan lembut karin dari hidung nya.
"Gila lo yah! kalau gue sampai gak bernafas lagi,bisa hilang semangat siswi sma pelita tau"ucap Rio sembari duduk dan menghirup udara sedalam mungkin.
***
"dih sok ganteng banget lo"cibir karin
"Emang gue ganteng"ujar rio sombong.
"Iya,lo ganteng kalau dilihat dari lubang pipet"ujar karin sembari pergi meninggalkan rio yang terlihat datar.
Kali ini karin memacu motor nya tanpa melirik ke arah spion,dia tidak mau lagi memperdulikan cowo itu,sementara rio,dia tersenyum mengingat perlakuan karin.
''Ternyata hati mu baik''gumam nya.
Di rumah yang terlihat mewah,karin sedang memegang buku paket,nampak nya dia sedang belajar namun pikiran nya mengingat kata-kata rio yang menyakiti hati nya.
"Diihh rese,gue benci sama rio"geram nya,tidak fokus untuk belajar,dia memainkan ponsel lalu membuka aplikasi chat,terlihat di watsapp group xl ipa1,sedang ramai membahas undangan ulang tahun.
Xl ipa 1
Nina :ini ada undangan ultah mendadak gays,dari talita,jam 19:00 malam ini.dia baru ngabarin gue.
Devano"iya mendadak banget,gue gak sempat nyarik fatner.
Arif: sama karin aja dev.
Devano:mau gak lo rin..? Dengan menyebut nama karin di sana.
Tidak ada jawaban dari karin,dia hanya membaca pesan pesan teman satu jelas nya,dan juga tidak berminat untuk menjadi fatner devano.
Devano:karin..?,mana sih lo,mau gak biar gue jemput kerumah"
Arif:emang lo tahu rumah nya karin ada dimana..?
Nina:gak usah mau rin..!!devano itu playboy.
Vino:Lah si nina iri,udah lo sama gue aja biar gak ngurusin mreka.
Nina:ogah.
__ADS_1
Percakapan pun mulai sunyi,karin meletakkan benda pipih itu di meja belajar nya,dia ingin ikut ke Pesta ulang tahun itu,namun dia minder karna dia merasa jika diri nya orang baru di sekolah itu,dia hanya kenal dengan nina saja.dengan pikiran bimbang karin menemui irt di runah itu.
"Bik,aku mau nanya dong,boleh..?"
"Ya ampun ya boleh lah non,mau tanya apa"irt itu onah nama nya,dia sudah bekerja dengan alm orang tua karin selama 15 tahun.
"Em,karin di undang ke pesta ulang tahun,tapi karin belum kenal banyak orang"keluh karin.
"Justru itu non,biar disana bisa punya kenalan baru,tapi ya kudu hati hati,ya nama nya juga baru kenal orang pasti belum mau menunjukkan sifat asli nya"saran onah.
"Siap bi,makasih atas saran nya,bibi memang yang terbaik muachh"ucap karin sembari mencium pipi bi onah,wanita paruh baya itu hanya tersenyum senang.
Sementara di sebuah kamar kost,rio sedang menerima panggilan dari sahabat nya.
Kring kring
"Hallo''jawab rio ketika panggilan sudah terhubung.
"Hallo bro,ntar malam lo datang ya ke acara ultah talita,anak xl ipa gue dapat undangan nya ini,gue shere lokasi nya ya"ucap galih.
"Yang lain udah pada lo kabarin belum?" Tanya rio.
"Udah,morgan malah jadi host nya tahu"ujar galih.
"Tu anak emang the best,orang kaya ya kan"ucap rio
"Bokap nya yo,bukan dia"
"Tapi dia pewaris yang bakal gantiin posisi bokap nya"
"Yah,malah ngomongin pewaris,kalau bokap nya bangkrut kan sama aja dia bakal merintis dari nol lagi'" ucap galih serius.
"Eh,ikan teri lo jangan nyumpahin orang dong,gak baik omongan lo bakal jadi do'a tahu gak"
"Nggak"
"Memang ****** lo"umpat rio
"Btw,lo pergi nya sama siapa..?"Tanya galih
"Sendiri,ngapa lo mau nebeng.?"
"Hehe,iya ntar pulang nya sama bima deh"ujar galih.
"Oke,lo tunggu aja di rumah gue mau siap siap dulu"
Panggilan berakhir,rio pun bergegas untuk bersiap siap,tidak perlu mandi lagi karna sepulang sekolah tadi dia langsung mandi,ini bukan soal malas tapi air bayar ***.
Dengan memakai baju kemeja dan jas berwarna hitam juga celana yang berwarna hitam,rambut sedikit di oles dengan minyak rambut pomed,dan minyak wangi di bagian badan nya tak menunggu lama penampilan rio sudah sempurna sekarang.
Dia mengunci kontrakan dan berlalu pergi menuju rumah galih.
Tin tin tin,suara klakson motor rio menggema di depan rumah galih.
"Tunggu dulu woi,lo masuk aja dulu ke dalam"ucap galih memanggil rio.
Seperti permintaan galih,rio masuk kedalam dan duduk di sofa.
"Kak rio,mau undangan juga ya"tanya intan,dia adalah adik galih yang masih kelas 3 smp.
"Iya tan,kamu mau kemana nih,"tanya rio,dia melihat penampilan adik sahabat nya itu sangat rapi seperti nya hendak bepergian juga.
"Teman aku juga ada yang lagi ulang tahun"jawab intan.
"Ohh"rio ber oh ria,dia mengejek ponsel nya,jam sudah menunjukkan pukul 18:30,tapi galih belum muncul juga.
"Abang kamu kek perempuan ya tan,dandan nya lama banget"ucap rio sedikit kesel.
"Haha,paling si endut minta ikut kak"ujar intan terkekeh,endut adalah adik galih yang masih berumur 3 tahun.
"Udah kek emak-emak aja ya"gumam rio senyum,lima menit berlalu galih kini sudah datang menghampiri rio.
"Maaf ya lama"ucap galih.
"Udah gak usah banyak cingcong,kita cabut sekarang, ini udah mau jam 7"jawab rio sembari berjalan ke arah motor nya.
☆☆☆
Di sebuah rumah mewah di sertai lampu lampu berkelap kerlip di sana lah acara ulang tahun talita di laksanakan,rupa nya setengah murid SMA pelita di undang oleh nya.
Acara pun di mulai morgan yang sebagai host di acara itu,fokus dengan pekerjaan nya,sedangkan karin dia sedang menikmati makanan di acara itu,tadi dia sedang bersama nina,tapi karna nina sedang mengambil minuman karin malah pergi ke belakang untuk melihat seluruh rumah itu,dia merasa suntuk karna tidak memiliki teman,hingga pada akhir nya karin memutuskan untuk pulang,ternyata devano memperhatikan karin sejak tadi,jadi dia memberanikan diri untuk mendekat
__ADS_1
"Lo pasti gak nyaman ya?" tanya devano berbasa basi.