Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)

Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)
Nyi Roro Sarah (Penunggu Laut)


__ADS_3

Dalam sebuah desa kecil yang tersembunyi di sebuah pegunungan, hiduplah seorang gadis bernama Maya. Desa itu terisolasi dari dunia luar, dikelilingi oleh hutan yang lebat dan gelap. Orang-orang di desa itu hidup dengan kepercayaan kuat pada roh dan makhluk halus yang menghuni hutan tersebut. Namun, di antara semua kisah horor yang mereka dengar, ada satu yang terkenal paling menakutkan—kisah tentang Nyi Roro Sarah.


Nyi Roro Sarah, sang ratu laut yang memiliki kekuatan gaib, dikatakan mengatur takdir para nelayan yang pergi memancing di laut terbuka. Maya, seorang gadis berusia 16 tahun yang pemberani, tidak terguncang oleh cerita-cerita tersebut dan memutuskan untuk mencari tahu apakah semua itu benar. Namun, para tetua desa melarangnya karena takut dia akan jatuh ke dalam genggaman Nyi Roro Sarah.


Tetapi semangat petualangan dalam diri Maya terus membara. Suatu malam yang gelap, dia mencuri beberapa peralatan dan memasukkannya ke dalam sebuah tas sederhana. Maya mengambil sebuah peta yang diberikan kepada ibunya oleh neneknya, serta kompas tua yang telah dilewati dari generasi ke generasi.


Dengan hati berdebar, Maya menyusuri jalan setapak yang menuntun ke dalam hutan yang angker. Hutan itu mengelilinginya seperti raksasa hitam yang siap menelan segala sesuatu yang masuk. Kabut tebal menyelimuti langit, membuatnya semakin sulit untuk melihat kemana ia harus pergi.

__ADS_1


Maya melanjutkan perjalanan, mengikuti petunjuk yang diberikan oleh peta. Setelah berjalan selama beberapa jam, dia tiba di sebuah gua tersembunyi yang konon menjadi tempat bermusyawarah para makhluk halus. Rahangnya terkatup ketika dia melihat dua sepasang mata berbinar seperti intan mengawasinya dari dalam gua.


Menggigit bibirnya, Maya mengumpulkan keberanian diri dan memasuki gua itu dengan hati-hati. Dia membawa senter tua milik ayahnya yang memberikannya sedikit cahaya. Tapi semakin dalam dia masuk, semakin gelap dan dingin. Sinar senter itu hanya menerangi ruang di depannya; ruang lain tersembunyi dalam kegelapan.


Dalam kebisuannya, Maya bisa mendengar suara gemuruh yang samar. Dari kejauhan, dia merasa ada seseorang memanggil namanya. Hatinya berdetak kencang saat dia menyadari bahwa panggilan itu adalah suara Nyi Roro Sarah sendiri. Tetapi Maya tahu bahwa ini adalah kesempatan langka dan dia harus menyusul suara itu.


Senternya meredup saat dia merangkak di lorong sempit menuju suara itu. Seketika, gelap benar-benar menyelimutinya. Dia terkejut ketika senter mati dan dia merasa sedang terhisap ke dalam kegelapan yang tidak berujung.

__ADS_1


"Selamat datang, Maya," suara Nyi Roro Sarah bergema di dalam ruangan itu. "Anda telah menunjukkan keberanian yang luar biasa dengan datang kemari. Tapi, apa yang Anda cari di sini?"


Sambil menelan ludah dengan gugup, Maya menjelaskan bahwa dia ingin tahu apakah cerita tentang Nyi Roro Sarah itu benar. Dia ingin tahu apakah roh itu yang benar-benar mengatur takdir nelayan di desanya.


Dengan tersenyum, Nyi Roro Sarah mengangguk. "Itu adalah keinginan yang mulia, Maya. Tetapi nyawa Anda berada dalam bahaya besar jika tetap berada di dunia bawah laut ini. Karena itulah, saya akan mengembalikan Anda ke dunia manusia. Tetapi ingatlah bahwa pengetahuan tidak selalu membawa kedamaian.”


Maya seketika kembali ke gua di dalam hutan yang tersembunyi. Dia tersadar bahwa apa yang dia alami akan menjadi rahasia yang susah diceritakan. Dia menggenggam peta dan kompas tua itu dengan erat, merasa bertanggung jawab atas pengetahuan yang telah diperolehnya.

__ADS_1


Sejak petualangannya, Maya mulai mendengarkan dengan penuh rasa hormat pada cerita-cerita yang berkembang di desa. Dia menyadari bahwa hidup ini penuh dengan misteri, dan meskipun hal itu menakutkan, ketakutan itulah yang membuatnya hidup benar-benar berarti.


Note : Cerita ini hanya fiktif belaka dan 100% hanya karangan penulis, bila ada kesamaan dalam cerita maupun alur itu adalah hal yang tidak kami sengaja


__ADS_2