
Saat nina ingin menjauh boneka itu tertawa dan memanggil nina.
"kemari lah wahai nafas cantik, hahahaha" ucap boneka itu sambil tertawa mengerikan.
"kau harus menyelesaikan apa yang menjadi urusan mu dengan ku, HAHAHAHAHAHA" sambung boneka itu sambil mengeluarkan suara tertawa yang menggema semakin keras dan memenuhi ruangan itu.
Tawa menyeramkan yang keluar dari boneka itu mengguncang hati dan jiwa Nina. Memanggilnya dengan suara menakutkan, boneka tersebut membuatnya merasa terperangkap dalam situasi yang semakin mencekam. Nina merasa seperti boneka tersebut memiliki kekuatan yang aneh dan mungkin bahkan supranatural.
Namun, meskipun merasa takut, Nina merasa bahwa dia mungkin harus mendekati boneka tersebut untuk mencari tahu apakah itu memiliki petunjuk atau kunci yang dia butuhkan untuk keluar dari gedung tua ini. Dia harus mempertimbangkan dengan hati-hati risiko yang terkait dengan langkah ini, tetapi dia juga tahu bahwa dia tidak punya banyak pilihan.
Dengan hati yang berdebar, Nina mendekati boneka tersebut, siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin terjadi selanjutnya.
"Kemarilah nafas cantik, selesaikan urusan mu dengan ku" ucap boneka itu kembali.
Ucapan boneka itu membuat bulu kuduk Nina merinding. Suara boneka yang menggoda dan menyebutnya dengan kata-kata yang tidak biasa membuat situasi ini semakin menyeramkan. Nina merasa bahwa boneka ini mungkin memiliki agenda yang sangat gelap.
Meskipun terdengar menakutkan, Nina mencoba untuk tetap tenang dan menjawab, "Siapa kamu? Apa yang kamu inginkan dariku?"
Namun, boneka tersebut hanya tertawa dengan suara yang lebih menyeramkan lagi. Situasi ini semakin membingungkan dan menegangkan, dan Nina harus mencari cara untuk mengatasi interaksi dengan boneka ini dan mencari jawaban atas semua misteri yang mengelilinginya.
Nina bertanya dengan ketakutan dan rasa ingin tahu yang mendalam kepada boneka tersebut,
"Ada urusan apa yang kamu maksud dengan 'urusanmu dengan ku'? Siapa kamu sebenarnya?"
Boneka tersebut masih memandang Nina dengan mata yang kosong, dan saat ini hanya boneka itu yang bisa memberikan jawaban. Nina merasa bahwa dia harus tetap berani dan mencari tahu lebih banyak tentang boneka ini dan alasan mengapa dia tiba-tiba muncul di dalam gedung tua yang misterius ini.
"Apa kamu lupa dengan ku" boneka itu bertanya dengan mata yang melotot dan mengarah kepada nina.
Nina merasa semakin tidak nyaman dengan pertanyaan boneka tersebut. Dia merenung sejenak sebelum menjawab dengan hati-hati, "Aku tidak tahu siapa kamu atau apa urusanmu dengan aku. Sampaikan apa yang kamu ingin katakan."
Nina mencoba untuk tetap tenang dan berbicara dengan bijaksana, meskipun dia merasa terancam oleh kehadiran boneka yang semakin menyeramkan ini. Dia ingin mencari jawaban dan informasi lebih lanjut, tetapi juga harus tetap waspada terhadap semua potensi bahaya yang mungkin terkait dengan boneka tersebut.
__ADS_1
"Coba kau ingat ingat saat masa kecul mu" nina. Ucap boneka itu lagi.
Boneka tersebut membuat pernyataan yang semakin misterius, mengatakan kepada Nina untuk mengingat masa kecilnya. Nina merasa kebingungan dan mencoba merenung untuk mengingat kenangan masa kecilnya yang mungkin terkait dengan situasi ini.
Dalam keadaan yang semakin tegang, Nina mencoba memutar ingatannya ke masa lalu dan memikirkan apakah ada hubungannya dengan kehadiran boneka ini. Dia merasa bahwa jawaban mungkin terletak dalam kenangan masa kecilnya, dan dia harus mencari tahu lebih lanjut untuk mengungkap misteri yang semakin membingungkannya.
"Apa kamu sudah lupa, aku adalah boneka yang menemani mu sewaktu masih kecil" boneka itu berteriak.
Ketika boneka tersebut mengungkap bahwa dia adalah boneka yang menemani Nina sewaktu masih kecil, Nina merasa terkejut dan teringat dengan jelas tentang boneka tersebut. Dia pernah memiliki boneka yang sangat mirip dengan yang ada di depannya sekarang.
"Apa kau lupa sewaktu kecil kau bermain dengan ku, kau mengikat ku, tapi saat kau keluar ruangan karena di panggil ibu kau tak pernah kembali, nina"
Nina teringat dengan jelas saat-saat itu. Ia merasa campur aduk antara ketakutan dan rasa bersalah karena kenangan masa kecil yang memilukan itu kembali menghantuinya.
"Aku ingat... aku mengingatnya sekarang," bisik Nina dengan suara gemetar.
"Tapi aku tidak tahu bagaimana kamu bisa di sini dan mengapa kamu memanggilku sekarang." ucap nina.
Pernyataan boneka tersebut membuat Nina merasa sangat bersalah dan terpukul. Dia tidak pernah tahu bahwa boneka tersebut akan tetap menunggu setelah semua ini waktu. Kejadian masa kecilnya yang menyakitkan kembali menghantuinya, dan dia merasa tanggung jawab yang mendalam atas nasib boneka tersebut.
Nina berusaha menjelaskan,
"Aku minta maaf, aku tidak tahu bagaimana kamu bisa berakhir di sini atau apa yang terjadi setelah aku pergi. Ini semua begitu... mengerikan."
Boneka itu tetap diam, dan suasana di ruangan itu semakin menegangkan. Nina tahu bahwa dia harus mencari cara untuk mengatasi situasi ini dan menemukan jawaban yang dia cari, sambil mengatasi semua perasaan bersalah dan trauma masa kecilnya.
"Aku terus menunggu dan menunggu mu nina, tapi kau tak pernah kembali lagi" ucap boneka itu lirih.
Pekataan tersebut membuat Nina merasa terpukul dan penuh dengan penyesalan. Ia tidak pernah tahu bahwa boneka tersebut akan tetap menunggu selama ini. Keadaan masa kecil yang menyakitkan itu kembali menghantuinya, dan ia merasa begitu bersalah karena meninggalkan boneka tersebut.
Nina mencoba menjelaskan,
__ADS_1
"Aku tidak pernah tahu bahwa kamu akan tetap menunggu. Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi setelah aku pergi."
Namun, boneka itu tetap diam, dan suasana di ruangan tersebut semakin menegangkan.
Tiba tia boneka itu di lumuri darah dan menjadi semakin mengerikan dengan aura kemarahan membuat Nina merasa terkejut dan ketakutan lebih lanjut. Situasi ini berubah dari misterius menjadi sangat menakutkan, dan Nina merasa bahwa ia mungkin dalam bahaya nyata.
Dalam ketakutan yang semakin meningkat, Nina harus mencari cara untuk melindungi dirinya sendiri dan menemukan jalan keluar dari situasi yang mencekam ini.
Nina, dalam kondisi panik dan ketakutan yang semakin memburuk, berlari dengan cepat dari ruangan tersebut mencari jalan keluar, tetapi pada kenyataannya, tidak ada jalan keluar yang terlihat.
Nina terus berlari dan berlari sambil mencari jalan keluar, tapi hanya teriakan boneka itu yang terdengar lirih.
"mau kemana kamu nina" ucap boneka itu.
Tapi nina tidak mempedulikan dan terus berlari.
"Apa yang harus ku lakukan agar kau memaafkan? ku ucap nina smbil berlari ketakunan karena sosok boneka itu semakin mengerikan.
Nina merasa bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan boneka tersebut dan mencari jalan keluar dari situasi yang semakin menakutkan ini. Dia ingin meminta maaf atas kepergiannya dan memahami apa yang mungkin membuat boneka tersebut merasa terluka atau marah.
Namun, boneka tersebut hanya tersenyum dengan senyuman yang semakin menyeramkan dan tidak memberikan jawaban yang jelas. Situasi ini semakin membingungkan dan Nina merasa tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Tersandung tiba-tiba membuat Nina terjatuh ke lantai ruangan yang gelap dan dipenuhi kabut. Kejadian ini menambahkan kebingungan dan kecemasan dalam situasi yang sudah sangat menakutkan.
Nina mencoba untuk bangkit kembali dan melihat apakah ada sesuatu yang menyebabkan dia tersandung.
Rupanya itu adalah sebuah bingkai foto, dan Nina merasa semakin terkejut ketika menyadari bahwa bingkai foto tersebut berisi foto bersama boneka tersebut. Hal ini semakin memperkuat kenangan masa kecilnya dan hubungannya dengan boneka itu.
Dengan hati-hati, Nina mengamati foto tersebut untuk mencari petunjuk atau pesan yang mungkin terkandung di dalamnya.
Dengan melihat foto bersama boneka tersebut, Nina mulai menyadari bahwa dia mungkin tahu apa yang harus dia lakukan untuk mengatasi situasi ini. Foto itu mungkin mengingatkan dia pada kenangan masa kecilnya yang hilang, dan itu bisa menjadi kunci untuk memecahkan misteri di balik kejadian-kejadian misterius ini.
__ADS_1
BERSAMBUNG..!!!