
Di dalam kota kecil yang terletak di daerah pegunungan, terdapat sebuah gudang tua yang ditinggalkan. Gudang ini terkenal di kalangan penduduk setempat karena sering dikaitkan dengan kisah-kisah mistis. Konon, gudang itu merupakan tempat tinggal bagi makhluk halus, terutama pocong.
Suatu malam, sekelompok remaja pemberani dari desa tersebut memutuskan untuk menjelajahi gudang tua tersebut. Mereka bertekad membuktikan keberadaan makhluk halus yang konon sering muncul di sana. Ada Ardi, pemimpin grup yang pemberani dan tidak pernah takut dengan hal-hal mistis. Kemudian ada Dika, gadis yang pintar dan selalu penasaran dengan misteri-misteri. Lalu, ada Rian, teman sejati Ardi yang sering mengikuti ide-ide gila temannya. Terakhir, ada Maya, seorang gadis pemalu dan misterius yang kadang-kadang terlihat peka terhadap dunia mistis.
Ketika malam semakin larut, keempat remaja tersebut mendekati gudang tua yang dipagari dengan ranting-ranting pohon yang seakan-akan melindunginya. Ketika mereka memasuki gudang, ketegangan mulai terasa. Suasana dingin dan gelap membuat bulu kuduk mereka merinding. Langkah-langkah mereka yang berani menghantarkan mereka ke ruang bawah tanah gudang.
__ADS_1
Di ruang bawah tanah, mereka menemukan berbagai barang-kuno yang tergeletak di atas rak kayu. Buku-buku tua, jam dinding berdebu, dan benda-benda lainnya mengisi ruangan tersebut. Seketika, Ardi merasakan keberadaan energi yang berbeda di sekitar mereka, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Tiba-tiba, suara gemuruh terdengar dari sudut gudang itu. Keempat remaja itu terdiam, menatap satu sama lain dengan ketakutan. Kemudian, mereka melewati lorong sempit yang akan membawa mereka ke ruang bawah tanah yang lebih dalam. Langsung dari balik cerobong asap, seorang pocong muncul dan berdiri di depan mereka.
Semua remaja itu terperangah dan takut setengah mati. Pocong itu terlihat seperti muncul dari arah yang tak terduga, melayang-layang di udara tanpa kaki, dengan kain kafan putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun, meskipun pocong itu menakutkan, ia tidak menunjukkan niat jahat kepada mereka. Pocong itu hanya berdiri di depan mereka dengan tatapan mata yang tajam, seolah-olah memiliki pesan yang ingin disampaikan.
__ADS_1
Saat Maya menyentuh pocong tersebut, tampak kilatan cahaya yang tiba-tiba menyelimuti mereka. Ruang bawah tanah yang tadinya gelap menjadi terang benderang. Ternyata, pocong itu bukanlah makhluk halus yang jahat, melainkan roh penasaran seorang pejuang kemerdekaan yang nama dan jasanya telah terlupakan oleh sejarah.
Roh pejuang kemerdekaan tersebut kemudian menceritakan kisah hidupnya kepada Maya dan teman-temannya. Ia adalah seorang pejuang yang gugur di pertempuran melawan penjajah pada masa perang kemerdekaan. Namun, nama dan pengorbanannya tak pernah dihormati dan diakui oleh masyarakat setempat.
Maya dan teman-temannya merasa terpanggil untuk menghormati jasa sang pejuang tersebut. Mereka berusaha mencari tahu lebih banyak tentang sejarah pejuang tersebut dan mempromosikan ceritanya kepada seluruh warga desa. Mereka juga membangun sebuah taman peringatan untuk mengabadikan nama sang pejuang yang telah lama terlupakan.
__ADS_1
Kisah tentang gudang tua yang dihuni oleh pocong, ternyata memiliki makna yang dalam dan mengharukan. Keberanian dan kepekaan Maya dan teman-temannya telah mengubah pandangan masyarakat atas seorang pejuang yang telah lama terlupakan. Dengan kisah ini, mereka menyadari pentingnya menghormati dan mengenang jasa para pahlawan di balik kemerdekaan yang mereka nikmati saat ini.