Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)

Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)
Suara Macan


__ADS_3

Saat malam mendekati puncak keheningannya, di sebuah desa kecil yang terpencil, terdapat sebuah cerita mengerikan yang telah tersebar dari generasi ke generasi. Cerita itu berkisah tentang suara yang menyeramkan, suara macan yang terdengar setiap malam Jumat tengah malam. Sebelum kita membenamkan diri lebih dalam ke dalam kisah ini, kita harus memahami asal-usul desa tersebut dan sejarah mengerikannya.


Desa itu, dikenal sebagai Desa Madepura, terletak di tengah hutan lebat yang selalu digembar-gemborkan dengan cerita-cerita mistis. Terisolasi dari peradaban modern, Madepura adalah desa yang hidup dalam ketidakpastian, dikepung oleh hutan yang tampaknya penuh misteri. Penduduk desa ini telah menjalani kehidupan yang sederhana, menggantungkan diri pada mata pencaharian pertanian dan berburu.


Namun, ada satu aspek dari desa ini yang membuatnya sangat unik dan mengerikan. Setiap malam Jumat tengah malam, suara macan yang mengerikan akan terdengar. Orang-orang desa menyebutnya "Suara Macan Malam Jumat." Suara ini menggema di sekitar hutan, dan terdengar begitu jelas di tengah malam yang gelap.


Awal mula cerita ini belum jelas, namun, para penduduk desa selalu meyakini bahwa ini adalah kutukan yang mereka warisi dari para leluhur mereka. Menurut legenda, satu abad yang lalu, di dalam hutan ini terdapat makam seorang raja yang sangat jahat. Raja tersebut, yang dikenal sebagai Raja Bhairava, adalah sosok yang kejam dan haus kekuasaan. Dia diyakini memiliki kemampuan untuk berubah menjadi seekor macan besar yang ganas.


Ketika Raja Bhairava meninggal, tubuhnya dikuburkan di dalam hutan, dan penduduk desa berdoa agar roh jahatnya tidak mengganggu mereka. Namun, suara macan mengerikan yang terdengar setiap malam Jumat dianggap sebagai bukti bahwa kutukan Raja Bhairava masih hidup.


Penduduk desa Madepura hidup dalam ketakutan yang mendalam setiap kali malam Jumat mendekat. Mereka tahu bahwa saat suara macan muncul, itu adalah tanda bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi. Anak-anak kecil ditakut-takuti dengan cerita ini, dan orang dewasa menjalani ritual-ritual khusus untuk melindungi diri dari malapetaka.

__ADS_1


Suatu malam, di dalam rumah yang sederhana di desa itu, hidup seorang wanita bernama Sita. Sita adalah seorang janda muda yang tinggal sendirian setelah suaminya meninggal beberapa tahun yang lalu. Dia adalah satu-satunya orang di desa yang tampaknya tidak terpengaruh oleh suara macan mengerikan tersebut. Meskipun mendengar cerita-cerita tentang kutukan itu, Sita tidak pernah terlihat takut.


Suara macan mengerikan malam Jumat terdengar lagi saat Sita duduk di beranda rumahnya. Matanya merem, dan dia tampak seakan-akan menantikan sesuatu. Teman-teman sejawatnya sering bertanya kepadanya mengapa dia tidak takut dengan suara itu. Sita hanya tersenyum dan berkata, "Aku punya rahasia ku sendiri."


Malam itu, di bawah cahaya rembulan, Sita berjalan ke hutan. Penduduk desa yang melihatnya berkomentar tentang keberaniannya. Mereka merasa bahwa Sita memiliki cara khusus untuk melindungi dirinya dari kutukan Raja Bhairava. Beberapa bahkan menduga bahwa dia memiliki ikatan dengan makhluk gaib yang mendiami hutan.


Namun, apa yang tidak mereka ketahui adalah bahwa Sita memiliki alasan pribadi untuk berani menghadapi suara macan mengerikan itu. Beberapa tahun yang lalu, ketika suaminya masih hidup, mereka memutuskan untuk memulai petualangan berburu yang berbahaya di dalam hutan Madepura. Mereka ingin membuktikan bahwa cerita tentang Raja Bhairava hanyalah mitos.


Namun, petualangan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka bertemu dengan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari yang mereka bayangkan. Mereka menemukan makam Raja Bhairava dan mencoba membukanya, berharap menemukan harta karun yang konon terkubur bersama raja jahat itu. Namun, tindakan ini hanya mengganggu roh jahat, dan Raja Bhairava muncul dalam wujud macan yang ganas.


Sita menyadari bahwa dia telah membunuh makhluk itu, dan sejak saat itu, dia merasa bertanggung jawab untuk menjaga agar Raja Bhairava tetap dalam makamnya. Itulah alasan mengapa dia berani mendekati hutan setiap malam Jumat. Dia merasa bahwa hanya dia yang bisa menghentikan kutukan ini.

__ADS_1


Selama beberapa bulan, Sita terus berjalan ke hutan pada malam Jumat untuk memastikan bahwa makam Raja Bhairava tidak terganggu. Suara macan mengerikan itu mungkin menakutkan, tetapi bagi Sita, itu adalah pengingat tentang kewajibannya. Dia mungkin satu-satunya orang yang tahu bagaimana melawan makhluk itu jika itu harus muncul lagi.


Suatu malam, ketika Sita berjalan ke hutan seperti biasa, sesuatu yang tidak terduga terjadi. Dia mendengar suara macan yang lebih keras dari biasanya, dan itu tampaknya semakin mendekat. Sita tahu bahwa ini bukan seperti sebelumnya. Sesuatu yang buruk akan terjadi, dan dia harus bersiap.


Saat dia mencapai makam Raja Bhairava, dia melihat sesuatu yang membuatnya kagum. Makam itu terbuka, dan Raja Bhairava dalam wujud macan besar dan ganas berdiri di depannya. Namun, kali ini, macan itu tidak menyerangnya. Sebaliknya, makhluk itu hanya menatapnya dengan mata yang penuh dengan kebingungan dan rasa sakit.


Sita tahu bahwa makhluk itu adalah roh Raja Bhairava yang masih tersiksa. Dia mendekati makhluk itu dengan hati-hati dan berbicara padanya. "Apa yang kau inginkan?" tanya Sita. Makhluk itu hanya melolong, dan Sita bisa mendengar rasa sakit dalam suara makhluk itu.


Sita menyadari bahwa Raja Bhairava adalah makhluk yang malang, terperangkap di antara kehidupan dan kematian. Dia memutuskan untuk mencoba membantu roh itu menemukan kedamaian. Dalam beberapa minggu berikutnya, dia datang setiap malam Jumat ke makam itu dan berbicara dengan Raja Bhairava. Dia mendengarkan cerita tentang kehidupan dan kematian Raja Bhairava, tentang kejahatan dan kesalahan yang dia lakukan.


Sita mencoba memberi penghiburan kepada makhluk itu dan berbicara tentang kebaikan yang bisa dia lakukan dalam kehidupan setelah kematian. Dia juga berusaha mengajaknya berdamai dengan para leluhur dan roh- roh yang dia sakiti dalam hidupnya. Seiring waktu, Raja Bhairava mulai merespons dan menghentikan suara macan mengerikan yang selalu menghantui desa itu.

__ADS_1


Ketika penduduk desa menyadari bahwa suara macan mengerikan itu telah mereda, mereka kagum dengan keberanian Sita. Mereka ingin tahu rahasianya, dan Sita dengan rendah hati menceritakan pengalamannya. Mereka mulai menghormati dan menghargai upayanya untuk menjinakkan roh jahat Raja Bhairava.


Malam Jumat tidak lagi menjadi momok yang menakutkan di Desa Madepura. Suara macan yang mengerikan telah terdengar untuk terakhir kalinya, dan desa itu akhirnya bebas dari kutukan yang telah menghantui mereka selama bertahun-tahun. Sita menjadi pahlawan desa, dan ceritanya menjadi legenda yang akan diceritakan kepada generasi mendatang.


__ADS_2