Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)

Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)
Saat Gerimis Menjelang Magrib


__ADS_3

Seorang petani bernama Surya tinggal di sebuah desa terpencil di lereng gunung. Desa ini dikelilingi oleh hutan yang lebat dan memiliki cuaca yang seringkali mendung dan gerimis menjelang magrib. Meskipun demikian, Surya dan warga desa hidup dengan damai dan menjalani rutinitas mereka tanpa banyak gangguan, setidaknya sampai hari itu.


Suatu sore, saat awan-awan mendung mulai menggantung rendah di langit, Surya memutuskan untuk pulang ke desanya setelah seharian bekerja di sawah. Dia mengenakan jaket tebal dan membawa sebuah payung tua yang sudah lusuh. Sepanjang perjalanan pulang, gerimis halus turun dan menciptakan suara yang menenangkan. Surya mengikuti jalan setapak melalui hutan yang lebat, merasa tenang dalam keheningan yang hanya dipecah oleh suara jatuhnya tetes air hujan di dedaunan.


Namun, ketika dia berjalan melewati suatu tempat yang cukup terpencil, dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang aneh. Payungnya tiba-tiba terbuka dengan sendirinya, meskipun tidak ada angin yang bertiup. Surya merasa takjub, tetapi juga agak khawatir. Dia berusaha menutup payung itu, tetapi semakin dia mencoba, semakin keras payung itu terbuka. Rasa cemas mulai menyelinapinya, dan dia mulai merasa bahwa dia tidak sendirian di hutan ini.


Tiba-tiba, dia mendengar suara langkah perempuan yang lembut di belakangnya. Suara itu seperti mengikuti langkahnya dengan lembut. Surya menoleh ke belakang, tetapi tak ada siapa-siapa di sana. Hanya pepohonan dan tanah basah yang terkena gerimis. Dia mencoba untuk tidak terlalu takut, berpikir bahwa mungkin itu hanya imajinasinya, tetapi suara langkah itu semakin dekat.


Surya melanjutkan berjalan, berharap bahwa mungkin dia hanya paranoid. Namun, ketika dia mencapai sebuah jembatan kecil yang melintasi sungai kecil, dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut. Di ujung jembatan, di antara kabut yang semakin tebal, dia melihat sosok seorang wanita. Wanita itu berdiri di sana, dengan rambut panjang yang basah tergerai di payungnya. Payung itu tampak seperti payung yang dia bawa, tetapi ini tidak seperti yang pernah dia lihat.


Wanita itu tampak cantik, dengan gaun putih yang basah terkena gerimis. Dia tidak berkata apa-apa, hanya berdiri di sana dengan mata yang tajam menatap Surya. Surya merasa kedinginan, dan getaran mengejutkan mengalir di seluruh tubuhnya. Dia tahu bahwa ini bukan sesuatu yang biasa, bahwa wanita ini bukan manusia melainkan makhluk alam gaib.


Dalam hening senja yang semakin merayap, Surya memandangi wanita misterius yang berdiri di depannya. Gaun putih yang melekat di tubuhnya memberikan kesan anggun dan samar-samar memantulkan sinar senja yang berubah menjadi gerimis. Matanya yang tajam seperti pedang menembus seakan-akan bisa melihat ke dalam jiwa Surya.

__ADS_1


Saat itu, seluruh hutan terasa begitu sunyi, hanya dipecahkan oleh suara jatuhnya tetesan air hujan ke daun yang berlapis. Tapi ada ketegangan dalam udara yang tak bisa dijelaskan. Surya merasa bahwa dia berhadapan dengan sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri, sesuatu yang tak mungkin dijelaskan oleh logika manusia.


Wanita itu tak bergerak. Dia berdiri di sana dengan kemegahan yang menakjubkan, seolah-olah dia adalah bagian dari alam itu sendiri. Rambut panjangnya basah oleh gerimis, dan Surya bisa melihat tetesan air yang berkilau di ujung-ujungnya. Wanita ini tak pernah menyentuh payung yang dia pegang, tetapi payung itu tetap terbuka lebar.


Surya merasa takut dan kagum sekaligus. Dia merasa seperti dia berada di hadapan entitas gaib yang tak bisa dimengerti oleh pikirannya. Hanya dengan melihat mata wanita itu, dia merasa seperti semua rahasia alam semesta terbuka di depannya.


Wanita itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya berdiri di sana, dengan ekspresi yang tak berubah. Tapi saat mata mereka bertemu, Surya merasakan sesuatu yang jauh lebih dalam daripada kata-kata. Ada sebentuk komunikasi yang terjadi di antara mereka, seperti dia bisa membaca pikiran wanita itu, dan wanita itu bisa melihat ke dalam jiwa Surya.


Saat itu, Surya mulai merenungkan apa yang mungkin menjadi maksud dari penampakan ini. Apakah wanita ini merupakan pelindung alam, atau apakah dia adalah roh yang telah lama tinggal di hutan ini? Atau mungkin ada pesan yang ingin dia sampaikan kepada Surya?


Malam semakin dalam, dan gerimis terus turun. Surya tahu dia harus segera pulang, tapi dia juga tak ingin meninggalkan wanita ini. Ada sesuatu yang membuatnya terpesona dan tak bisa bergerak dari tempatnya. Dia merasa seolah-olah ada tautan yang tak terlihat yang menghubungkan mereka berdua.


Lama kelamaan, Surya merasa rasa kedinginan yang semakin intens, meskipun gerimis itu sendiri tak terlalu deras. Dia merasa getaran aneh merayap ke seluruh tubuhnya, dan dia menyadari bahwa dia harus pergi. Tapi ketika dia berbalik untuk meninggalkan wanita itu, dia merasa seolah-olah ada tangan yang menahan lengan bajunya. Tapi ketika dia melihat, tidak ada apa-apa.

__ADS_1


Dengan hati yang berdebar kencang, Surya akhirnya meninggalkan tempat itu. Dia berjalan menjauh dari wanita itu, meninggalkan hutan yang semakin gelap karena malam semakin dalam. Tapi dia merasa bahwa pengalaman ini akan tetap terukir dalam ingatannya selamanya.


Kembali di desa, Surya merasa tidak bisa menyimpan cerita ini untuk dirinya sendiri. Dia bercerita kepada teman-temannya, tetapi mereka hanya mendengarkan dengan tatapan heran. Mereka tidak bisa memahami pengalaman yang dia alami.


Beberapa hari kemudian, cerita tentang penampakan wanita berpayung itu mulai menyebar di desa. Orang-orang mulai mendengar tentang pengalaman Surya, dan beberapa dari mereka bahkan menceritakan pengalaman serupa. Mereka mulai berkumpul dan berdiskusi tentang apa yang mungkin menjadi arti dari penampakan ini.


Ada yang mengatakan bahwa wanita itu adalah roh hutan yang menjaga alam, sedangkan yang lain merasa bahwa dia adalah penjaga gerimis yang muncul saat hujan turun. Ada juga yang menganggapnya sebagai pesan dari alam, bahwa kita harus lebih peduli terhadap lingkungan.


Tapi satu hal yang semua orang sepakati adalah bahwa penampakan ini adalah sesuatu yang tak bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Ini adalah pengalaman yang mendalam dan penuh misteri, yang meninggalkan kesan mendalam pada siapa pun yang mengalaminya.


Surya terus mengunjungi tempat di hutan di mana dia pertama kali melihat wanita itu, berharap bisa melihatnya lagi. Namun, wanita itu tidak pernah muncul lagi. Surya merasa bahwa dia telah mengalami sesuatu yang luar biasa, dan meskipun dia tak tahu apa arti sebenarnya dari penampakan itu, dia merasa bahwa itu adalah pengalaman yang akan dia kenang seumur hidupnya.


Misteri penampakan wanita berpayung saat gerimis menjelang magrib tetap menjadi cerita yang diceritakan di desa itu. Setiap kali gerimis turun, orang-orang akan berkumpul di bawah payung mereka dan mengingat cerita Surya. Mereka merasa bahwa alam memiliki keajaiban yang tak terbatas, dan kita hanya perlu membuka mata dan hati kita untuk melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2