
Bulan telah merambah malam, dan suasana desa yang tenang hanya terganggu oleh suara angin berbisik di antara pepohonan tua. Di tengah kegelapan itu, sebuah rumah kayu berdiri sendiri, yang dihuni oleh seorang nenek tua yang dikenal sebagai tukang urut terbaik di desa.
Nenek itu, bernama Nyai Mawar, memiliki kemampuan yang tak wajar dalam mengobati berbagai penyakit dan gangguan. Wajahnya yang keriput dan rambut putihnya yang panjang menjadi bahan pembicaraan warga desa. Beberapa orang mengatakan dia memiliki kekuatan gaib, sementara yang lain yakin bahwa dia bekerja sama dengan makhluk halus.
Satu malam, seorang pemuda bernama Dika datang ke rumah Nyai Mawar dengan keluhan luar biasa di punggungnya. Ia telah mencoba berbagai jenis pengobatan tanpa hasil. Dengan berdebar-debar, ia mengetuk pintu rumah kayu tersebut.
Nyai Mawar membukakan pintu dan menyambutnya dengan senyuman ramah. Dika duduk di meja kayu tua di tengah ruangan yang penuh dengan bau rempah-rempah dan lilin yang menyala samar-samar.
"Saya telah mendengar bahwa Anda dapat menyembuhkan penyakit yang sulit disembuhkan," ucap Dika dengan keraguan.
Nyai Mawar tersenyum lembut.
"Aku akan mencoba yang terbaik," katanya sambil meminta Dika untuk berbaring di atas meja.
Ia mulai mengurut punggung Dika dengan lembut, dan seiring dengan sentuhan ajaibnya, pemuda itu merasa sebuah kehangatan yang tak terkatakan mengalir melalui tubuhnya.
Namun, saat Nyai Mawar mendekati bagian punggung yang paling sakit, suasana berubah. Ruangan tiba-tiba menjadi sangat dingin, dan lilin-lilin padam dengan sendirinya. Dika merasakan sesuatu yang tidak benar, tapi ia tak bisa bergerak.
Lalu, dengan tiba-tiba, Nyai Mawar mengeluarkan suara serak yang mengerikan dan wajahnya berubah menjadi sesuatu yang jauh dari manusia. Mata berwarna merah menyala dan gigi yang tajam terlihat. Ia melepaskan cengkeramannya dari punggung Dika yang terguncang, dan sebuah suara gelap berkata,
__ADS_1
"Kau telah datang terlambat, anak muda."
Dika terlompat dari meja dengan nafas yang terengah-engah, mencoba memahami apa yang baru saja ia saksikan. Nyai Mawar, atau yang ia pikir adalah Nyai Mawar, kini mengambang di udara dengan wujud yang menyeramkan.
"Siapa kamu?" teriak Dika dengan ketakutan yang memenuhi hatinya.
Entitas yang mengambil rupa Nyai Mawar itu terkekeh dengan suara yang menusuk jiwa.
"Aku adalah yang telah lama menunggu saat ini. Aku hidup dalam tubuh Nyai Mawar, menghisap energi para penderita yang datang padanya."
Dika merasa nafasnya tersangkut di tenggorokannya, dan dia berusaha menjauh dari entitas itu. Namun, entitas itu meluncur dengan cepat dan melayang di atasnya. "Kau tahu rahasia, anak muda, bahwa banyak yang datang ke sini tidak pernah pergi dengan tubuh mereka yang utuh."
Dalam ketakutan yang melumpuhkan, Dika tiba-tiba mengingatkan dirinya pada cerita-cerita lama yang dia dengar tentang cara mengusir makhluk-makhluk jahat. Ia membaca sebuah mantra dalam hatinya dan mencoba menciptakan lingkaran perlindungan dengan pikirannya.
Dika terus menguatkan mantra dalam hatinya dan mempertahankan lingkaran perlindungan. Entitas itu makin melemah dan akhirnya dengan suara yang membeku, ia menghilang. Nyai Mawar yang sebenarnya, seorang nenek yang lemah, terkulai tak sadarkan diri di lantai.
Dika segera memanggil warga desa untuk membantu Nyai Mawar. Setelah sadar, Nyai Mawar tidak ingat apa-apa tentang apa yang terjadi dan mengapa Dika datang. Cerita tentang entitas jahat yang merasukinya pun tetap menjadi rahasia antara Dika dan warga desa.
Namun, Dika tahu bahwa di balik wajah ramah seorang tukang urut bisa tersembunyi bahaya yang mengerikan. Dan kisahnya tentang pertarungan melawan entitas jahat yang menghuni tubuh Nyai Mawar akan menjadi pelajaran tentang hati-hati dan keberanian di desa itu.
__ADS_1
Cerita horor ini akan berlanjut dalam penelusuran Dika untuk mengungkap misteri di balik entitas jahat tersebut.
Dika merasa tekadnya semakin kuat untuk mengungkap misteri di balik entitas jahat yang hampir merenggut nyawanya. Dia tahu bahwa hanya dengan menggali lebih dalam, dia bisa menghentikan kejahatan yang bersembunyi di balik wajah lembut Nyai Mawar.
Malam itu, Dika mulai menyelidiki lebih dalam mengenai sejarah keluarga Nyai Mawar. Dia mendengar cerita-cerita dari warga desa yang mengatakan bahwa keluarga Nyai Mawar memiliki hubungan dengan dunia gaib sejak generasi lama. Mereka dikatakan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk halus, meskipun ada harga yang harus mereka bayar untuk kekuatan tersebut.
Dengan tekad yang tak tergoyahkan, Dika mulai mempelajari buku-buku kuno tentang ilmu supranatural dan okultisme. Dia mencoba menghubungi seorang dukun tua yang tinggal jauh di hutan untuk memahami lebih banyak tentang cara mengatasi entitas jahat yang menghuni Nyai Mawar.
Berhari-hari berlalu, dan Dika terus belajar. Dia mengumpulkan pengetahuan tentang cara mengusir entitas jahat dan melindungi dirinya sendiri. Namun, semakin dalam dia menjelajahi misteri tersebut, semakin kuat perasaannya bahwa ada kekuatan besar yang berada di balik semua ini.
Suatu malam, ketika bulan purnama menerangi desa dengan cahaya lembutnya, Dika memutuskan bahwa saatnya untuk menghadapi entitas jahat itu sekali dan untuk semua. Dia kembali ke rumah Nyai Mawar, yang kini telah pulih, dan meminta izin untuk mencoba mengusir entitas tersebut.
Nyai Mawar dengan hati-hati setuju, mengetahui bahwa Dika memiliki pengetahuan dan tekad yang dibutuhkan untuk menghadapi bahaya ini. Bersama-sama, mereka mempersiapkan ritual perlindungan yang kuat dan memanggil entitas itu.
Saat entitas itu muncul, mereka melakukan pertarungan gaib yang hebat. Dengan mantra-mantra kuno dan kekuatan spiritual, Dika dan Nyai Mawar berusaha mengusir entitas itu keluar dari tubuhnya.
Pertarungan itu berlangsung lama dan keras. Entitas itu mencoba melawan dengan segala daya yang dimilikinya, tetapi akhirnya, dengan cahaya terang yang menyilaukan, mereka berhasil mengusirnya. Entitas jahat itu lenyap dalam hembusan angin malam yang dingin.
Nyai Mawar, yang kini lemah, tersenyum lembut pada Dika.
__ADS_1
"Terima kasih, anak muda," katanya. "Kau telah membantu saya membebaskan diri dari kutukan ini."
Dika merasa lega, tetapi dia juga tahu bahwa dunia gaib masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap. Cerita horor ini mungkin berakhir dengan kemenangan, tetapi petualangan Dika dalam menghadapi makhluk-makhluk jahat belum berakhir.