
Di sebuah desa terpencil di pedalaman Indonesia, terdapat sebuah sumur tua yang konon katanya terkutuk. Konon katanya, setiap orang yang mendekati sumur itu saat menjelang sore hari akan mendengar suara-suara aneh dan melihat bayangan-bayangan menakutkan. Namun, ada sebuah cerita seram yang berbeda tentang sumur itu, sebuah cerita yang melibatkan seekor kucing lucu yang selalu berada di dekat sumur tua saat menjelang sore hari.
Kucing itu dikenal oleh penduduk desa dengan sebutan Pompom, karena bulu-bulunya yang berwarna putih seperti pompom yang indah. Meskipun kucing itu tampak imut dan ceria, penduduk desa tidak bisa menyingkirkan rasa was-was di hati mereka ketika melihat Pompom mengintip-intip sumur tua yang terkutuk tersebut.
Salah satu penduduk desa, seorang wanita muda bernama Sinta, sangat terkesan dengan kucing Pompom. Setiap sore, dia akan duduk di dekat sumur tua itu, menunggu kedatangan kucing itu. Sinta sebenarnya takut pada cerita-cerita seram yang beredar tentang sumur itu, tetapi ketertarikan pada kucing Pompom membawa di hatinya bercampur aduk.
__ADS_1
Seiring berjalannya waktu, Sinta mulai merasakan adanya keanehan pada kucing Pompom. Pada saat menjelang sore hari, Pompom akan mulai bertingkah aneh, seolah-olah ia berkomunikasi dengan sesuatu yang tidak terlihat oleh mata manusia biasa. Pompom sering berdiri di tepi sumur tua dan mengeong layaknya sedang berbicara dengan seseorang.
Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, Sinta memutuskan untuk mengikuti Pompom saat ia pergi mengintip sumur tua. Pada suatu sore yang anginnya terasa dingin, Sinta mengintip dalam sumur tua tersebut dan tersentak kaget. Ia melihat sekelompok kucing lainnya yang bergerombolan di dalam sumur itu. Mereka berbicara dalam bahasa kucing yang hanya dapat dipahami oleh kucing lainnya.
Sinta tak mampu berkata-kata. Dia sungguh terkejut bahwa semua ini benar-benar terjadi. Tidak hanya itu, Sinta melihat ada sesuatu yang bergerak di balik kumpulan kucing itu. Sesuatu yang besar, hitam dan menakutkan. Hantu! Tentu saja, itu adalah hantu yang ikut terjebak di dalam sumur itu, terjebak dalam kutukan yang abadi.
__ADS_1
Penduduk desa berkumpul di dekat sumur tua, membawa bunga dan dupa untuk melakukan ritual tersebut. Sinta dan Pompom juga ikut hadir, Pompom terlihat seperti pemimpin kelompok kucing itu. Mereka berdoa dan memohon ampun untuk arwah yang terperangkap di dalam sumur, mengirimkan doa-doa mereka agar hantu itu bisa terbebas dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik di alam lain.
Tiba-tiba, semburat cahaya putih muncul dari dalam sumur dan hantu itu hilang seiring dengan suara angin yang berhembus. Penduduk desa bersatu dalam kegembiraan, mereka percaya bahwa arwah yang terperangkap telah bebas dan mendapatkan perdamaian yang mereka layak.
Setelah kejadian tersebut, Sinta tidak pernah melihat hantu atau mendengar suara aneh lagi dari sumur tua itu. Pompom masih berada di dekat sumur tua, tetapi sekarang dengan tingkah yang lebih tenang dan damai. Penduduk desa bahkan mulai menganggap Pompom sebagai pelindung mereka karena telah membantu membebaskan arwah yang terperangkap.
__ADS_1
Dan sejak itu, desa tersebut menjadi terkenal dengan kucing-kucing lucu yang selalu berada di dekat sumur tua saat menjelang sore hari. Mereka yakin bahwa kucing-kucing tersebut adalah penjaga yang penuh kasih dari arwah-arwah yang telah mereka bebaskan.
Cerita seram tentang kucing lucu yang selalu berada di dekat sumur tua saat menjelang sore hari, tetapi pada akhirnya membawa harapan dan pembebasan bagi arwah yang terperangkap, membuktikan bahwa kadang-kadang, kehidupan dan kematian saling terikat dalam cara yang tak terduga.