
Malam itu, angin dingin meniup perlahan di tengah hutan yang terpencil. Lima sahabat, Rizky, Maya, Dini, Tirta, dan Farhan, berencana untuk menghabiskan waktu bersama selama akhir pekan di sebuah pondok di tengah hutan itu. Namun, apa yang mereka tidak tahu adalah bahwa malam itu akan mengubah hidup mereka selamanya.
Mereka memasuki pondok itu dengan semangat, berencana untuk bermain kartu, menonton film, dan bercerita seram. Ketika mereka membuka pintu, suasana yang aneh langsung terasa. Dinding tergores-gores dan sederetan potongan rambut menghiasi lantai. Sebuah perasaan mencekam menusuk hati mereka, tetapi mereka mencoba mengabaikannya.
"Kita jangan mengambil risiko, mungkin kita harus pergi dari sini," ucap Farhan dengan wajah pucat.
Namun, semua orang tertarik pada ketertarikan mereka terhadap teka-teki rumah itu. Rizky yakin bahwa ini hanya trik yang dibuat oleh pemilik rumah untuk menakuti mereka. Kesenangannya akan adrenalin dan petualangan baru naik saat dia mengajak mereka untuk tetap tinggal. Maya dan Dini akhirnya setuju, meskipun dengan ragu-ragu.
Malam itu, mereka duduk bersebelahan di sofa dalam ruang tamu ketika pintu pondok itu tertutup dengan keras. Semua orang melihat satu sama lain dengan pandangan takut. Tirta berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu. Namun, sebelum dia bisa menyentuh gagang pintu, suara gemuruh keras dari atas membuat mereka terkejut.
__ADS_1
"Sss...ssss...siapa kalian?" suara berbisik yang aneh itu terdengar berkali-kali di belakang mereka. Ketika mereka berbalik untuk melihat, tak ada yang ada di belakang mereka.
Ketakutan mulai merasuki jantung mereka saat mereka sadar bahwa mereka mungkin bukanlah satu-satunya orang di sana. Mereka mulai mengkhawatirkan keputusan mereka untuk tinggal di pondok itu. Tapi, sebelum mereka bisa mencapai pintu keluar, seorang lelaki berpakaian hitam muncul di depan mereka.
"Kalian pikir kalian bisa masuk tanpa izin ke rumahku?" tanya lelaki itu dengan sorot mata yang penuh kegilaan.
"Maaf, kami tidak tahu bahwa rumah ini sudah ada pemiliknya," kata Rizky dengan ketakutan yang mencuat.
Mereka mencoba mundur, tetapi lelaki itu lebih cepat. Dengan gerakan yang cepat, dia menutup pintu dan mengunci mereka di dalam. Mata lelaki itu terlihat penuh dengan kegilaan saat ia mengayunkan kapak yang dipegangnya. Perlahan, dia mulai mendekati mereka.
__ADS_1
Rizky, Maya, Dini, Tirta, dan Farhan berjuang untuk bertahan hidup. Mereka berlari ke segala penjuru, mencoba untuk menemukan jalan keluar. Tetapi, lelaki itu datang saat mereka berusaha melarikan diri. Satu demi satu, mereka jatuh ke tangan sang psikopat.
Akhirnya, tinggalah Rizky yang bersembunyi dengan ketakutan di balik lemari dapur. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Pikirannya kosong, tanpa ide sama sekali. Matanya memandang keluar jendela dapur ketika cahaya petang mulai merebak.
Tiba-tiba, dengan gerakan gemilang, Rizky melihat obor yang menyala di seberang jalan. Dia segera menyadari bahwa itulah satu-satunya harapannya untuk keluar dari rumah itu. Dengan keyakinan baru yang membara, Rizky keluar dari persembunyiannya dan berlari melewati ruangan yang gelap menuju obor yang membara di malam itu.
Lelaki psikopat itu tercekat melihat Rizky mendekati obor tersebut. Tubuhnya bergetar ketakutan saat Rizky meningkatkan kecepatannya. Dan sebelum si psikopat itu menyadarinya, Rizky melompat melewati obor dengan segala langkah terakhir yang dia miliki.
Segera, Rizky berlari ke desa terdekat, menemukan bantuan dan memberitahu polisi tentang kejadian itu. Setelah penyelidikan yang intensif, polisi menangkap lelaki psikopat itu dan membebaskan Rizky dan teman-temannya.
__ADS_1
Kisah horor tentang sekelompok anak muda tersesat di hutan dan bermalam di rumah seorang psikopat itu akan menjadi kisah yang selalu berhantu di pikiran mereka. Mereka melewati trauma yang mendalam, tetapi juga memperoleh keberanian dan hubungan persahabatan yang lebih kuat setelah melalui pengalaman mengerikan itu.