Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)

Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)
Nafas Nina - Bagian 6


__ADS_3

Ketika boneka itu semakin mendekati Nina, yang masih duduk di lantai karena tersandung oleh bingkai foto, ketegangan dalam ruangan semakin meningkat. Nina merasa semakin terancam oleh sosok boneka tersebut yang semakin dekat.


“FLASH BACK”


“na na na na” suara gadis kecil itu dengan nada yang lembut.


Itu adalah suara nina kecil di sebuah kamar yang sedang bermain dengan boneka yang sangat cantik,boneka itu duduk di kursi dan nina sedang duduk di lantai.


“kamu sangat cantik emily”ucap nina sambil memandangi boneka nya.


“apa kamu mau bermain emily?”


“tapi aku bingung mau bermain apa”


“bagaimana kalau kita bermain mengikat”


“jadi aku sekarang akan mengikat emily"


Nina kecil pun dengan hati yang riang bermain bersama emily. Dan tiba tiba ada suara perempuan yang memanggil nina.


“nina, kemari ibu memanggil” ucap perempuan itu dan rupanya ibu nina yang memanggil.


Nina pun keluar untuk menghampiri wanita itu. Tapi semenjak itu nina tidak pernah masuk lagi untuk mealnjutkan permainan.


Tanggal,hari,musim dan tahun berganti tapi emily tak pernah kembali, hanya emily yang berada di ruangan itu tanpa nina yang kembali lagi.


*KEMBALI KE PLOT*


Nina, meskipun merasa takut, tetap berdiam diri karena dia merasa yakin bahwa dia tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi ini. Dia mungkin menyadari bahwa reaksi impulsif bisa memperburuk situasi, dan dia harus tetap tenang dan berpikir dengan jernih.

__ADS_1


Dia mungkin berusaha menghubungkan semua petunjuk dan informasi yang telah dia temukan, termasuk foto bersama boneka tersebut, untuk mencari jawaban atas misteri yang sedang dia alami. Nina merasa bahwa dia harus bersiap untuk langkah selanjutnya yang akan membawanya menuju solusi dan kebebasan dari gedung tua yang menakutkan ini.


Meskipun keadaan di sekitarnya mencekam, sikap tenang dan kesadaran akan situasinya adalah langkah yang bijak untuk menghadapi situasi ini. Sementara boneka itu terus mendekat dengan ancamannya yang semakin intens, Nina tetap berdiam diri tanpa bergerak. Dia tahu bahwa dia harus tetap tenang dan mengikuti rencananya, meskipun situasinya semakin mencekam.


Nina mungkin merasa bahwa dia memiliki pemahaman yang lebih baik tentang peran boneka tersebut dalam misteri ini dan bahwa menghadapinya dengan ketenangan adalah langkah yang paling bijak. Dia mungkin percaya bahwa melanjutkan rencananya adalah kunci untuk mengatasi situasi ini dan mengungkapkan kebenaran yang mungkin terkunci di dalamnya.


Dalam keadaan yang semakin menegangkan ini, Nina harus tetap waspada dan siap untuk bertindak saat saatnya tiba, tetapi saat ini, dia memilih untuk menunggu sambil mempertimbangkan langkah selanjutnya dengan bijaksana.


Saat boneka itu sudah sangat dekat nina membuka tangan nya dan memeluk boneka itu dan mengucapkan nama boneka itu sambil minta maaf.


“Emily , aku minta maaf , aku juga merindukan mu” ucap nina lembut sambil memeluk boneka yang menyeramkan itu.


Saat Nina dengan lembut memeluk boneka yang menyeramkan tersebut dan meminta maaf serta mengungkapkan kerinduannya, ada perubahan yang terasa dalam suasana di sekitarnya. Kehadiran boneka tersebut mungkin menjadi lebih tenang, dan aura mengerikannya semakin memudar.


Tiba-tiba boneka itu bergetar dengan hebat dan nina pun terus memeluk boneka itu sambil me minta maaf.


“aku tau kamu marah, aku tau kamu sangat marah. Tapi ijin kan aku minta maaf, dan aku juga merindukan mu” ucap nina sambi menempelkan wajah nya ke tubuh emily yang bergetar.


Nina melanjutkan upaya untuk meredakan kemarahan dan ketegangan boneka Emily dengan kata-kata yang penuh empati. Dia mengakui kemarahan boneka tersebut dan meminta maaf dengan tulus serta mengungkapkan kerinduannya.


Emily, yang sebelumnya tampak sangat marah, mungkin mulai merespons dengan cara yang lebih ramah terhadap Nina. Perasaan empati dan penyesalan dari Nina mungkin mulai mencairkan ketegangan di antara mereka.


Dalam keadaan yang semakin mendekam ini, hubungan antara Nina dan Emily mungkin akan menjadi faktor penting dalam memecahkan misteri yang melingkupi mereka. Nina harus tetap waspada, tetapi upaya memahami dan mendekati boneka tersebut dengan penuh empati adalah langkah yang bijak dalam situasi yang rumit ini.


Tiba-tiba emily berhenti bergetar dan perlahan mulai berubah wujud mejadi boneka yang cantik, dan ruangan yang semula tidak ada apa-apa berubah kembali seperti semula.


“emily maaf aku”uc


ap nina sambil memeluk emily dengan penuh kerinduan.

__ADS_1


Dalam suasana yang telah kembali damai, Nina sekali lagi mengungkapkan permintaan maaf dan kerinduannya kepada Emily, boneka yang sebelumnya menakutkan. Dia memeluk boneka dengan penuh kasih sayang, sebagai tanda rekonsiliasi dan perasaan yang tulus.


“hati-hati nina, nafas kamu di sukai oleh dia” ucap emilly dengan nada yang lemah.


“dia siapa?” nina bertanya.


Tapi emily sudah tidak bisa berbicara lagi,karena efek energy gelap yang merasuki emily sudah tidak ada lagi, karena permintaan maaf dari nina yang tulus sampai kepada emily.


Nina merasa bersyukur dan lega bahwa Emily telah kembali normal dan tidak lagi di bawah pengaruh energi gelap yang menakutkan. Meskipun Emily tidak bisa berbicara lagi, tindakan permintaan maaf yang tulus dari Nina tampaknya telah mengakhiri efek negatif tersebut. Ini bisa menjadi awal yang baru untuk mengeksplorasi misteri yang mengelilingi nina dan mencari tahu lebih banyak tentang apa yang sebenarnya terjadi di gedung tua ini.


Dengan semangat yang lebih positif dan bersatu, mereka mungkin dapat menghadapi semua tantangan yang mungkin muncul selama perjalanan mereka untuk mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi.


Dengan Emily yang telah kembali normal, Nina melanjutkan perjalanannya di dalam gedung tua yang aneh ini. Meskipun dia telah mengatasi beberapa bahaya dan misteri, ada banyak pertanyaan yang belum terjawab, dan dia merasa kewajiban untuk mencari tahu kebenaran yang tersembunyi di dalam gedung ini.


Saat dia melangkah maju, dia harus tetap berhati-hati dan siap menghadapi segala sesuatu yang mungkin dia temui di depan. Perjalanannya yang mengerikan masih berlanjut, dan dia harus berani menghadapinya untuk mengungkapkan semua misteri yang telah lama tersembunyi.


Saat Nina keluar dari ruangan tersebut, perasaan ketegangan kembali muncul saat udara tiba-tiba menjadi berat dan ada suara yang berbicara. Meskipun suaranya tidak jelas, panggilan


"Halo, nafas cantik" nada dengan suara yang berat dan membuat bulu kuduk nina kembali berdiri mengguncang hati Nina dan menambahkan elemen ketakutan baru dalam perjalanannya.


Nina harus tetap tenang dan waspada. Suara tersebut mungkin merupakan tanda atau pesan dari entitas misterius yang masih mengintai di dalam gedung tua ini. Dia harus mencari cara untuk mengungkap kebenaran di balik suara ini dan berhati-hati dalam menghadapinya untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi.


Nina merasa semakin takut ketika suara misterius tersebut meminta untuk "menyerahkan nafasnya." Suara ini tampaknya memiliki tujuan yang tidak jelas, dan permintaannya terdengar sangat aneh dan menakutkan.


Meskipun ketakutan melanda, Nina harus tetap tenang dan berpikir jernih. Dia tidak boleh sembarangan menyerahkan nafasnya atau mengikuti perintah yang tidak jelas seperti itu. Dia harus mencari cara untuk melindungi dirinya sendiri dan mencari tahu lebih lanjut tentang siapa atau apa yang sedang mengancamnya.


Dalam situasi yang semakin menegangkan ini, langkah bijak adalah tetap waspada dan mencari tahu lebih banyak tentang asal usul suara misterius tersebut serta tujuan sebenarnya di balik permintaannya yang aneh.


BERSAMBUNG...!!!

__ADS_1


__ADS_2