
Ada sebuah bajaj tua berwarna merah karat yang duduk di sudut jalanan yang sepi di tengah kota yang ramai. Di depannya terletak sebuah gedung kosong yang sudah lama terbengkalai, dengan jendela-jendela pecah dan pintu-pintunya terkunci rapat. Para warga sekitar menghindari bajaj itu, menganggapnya sebagai sesuatu yang angker dan misterius. Namun, cerita tentang bajaj itu yang membuat suasana semakin menyeramkan.
Kisah seram ini dimulai pada malam yang redup saat seorang pria bernama Rizal, seorang fotografer amatir yang sangat terobsesi dengan keindahan yang tersembunyi, berkeliaran di sekitar kota untuk mencari inspirasi baru. Kemudian, mata Rizal tertarik pada bajaj tua yang duduk di sudut jalan. Dia merasa bahwa mobil tua itu memiliki keunikan yang tak terduga, dan dia pun memutuskan untuk mencoba mengabadikan keindahan yang terdapat di dalamnya.
Dengan kameranya di tangan, Rizal mendekati bajaj itu dengan hati-hati. Saat dia masuk ke dalam bajaj, dia merasakan suasana yang aneh dan menyeramkan. Ada suara gemeretak dan desir angin yang terdengar melalui kaca yang pecah. Namun, ketertarikan Rizal pada keindahan tidak terbendung, dan dia mulai mengambil foto-foto.
__ADS_1
Namun, semakin banyak foto yang Rizal ambil, semakin bingung dia terhadap bajaj tua itu. Setiap foto yang dia lihat di layar kamera terasa seram. Wajah-wajah samar muncul di dalam cermin mobil yang kotor, hantu-hantu kecil yang mengintip dari balik jok, dan bayangan-bayangan gelap yang bergerak di sudut-sudut kamar belakang bajaj.
Rizal mulai merasa kegelisahan yang luar biasa, sensasi dingin yang merambat di tulang belakangnya. Dia mencoba meninggalkan bajaj itu, tapi pintu-pintu bajaj terkunci dan tidak mau terbuka. Terperangkap di dalam bajaj itu, Rizal semakin takut saat pemikiran bahwa bajaj itu bisa menjadi makhluk hidup terlintas dalam pikirannya.
Malam semakin larut dan atmosfer semakin mencekam. Lampu jalanan mulai berkedip-kedip, menciptakan bayangan menakutkan di sekitar bajaj. Rizal merasakan sentuhan dingin di bahunya, menyadari bahwa dia tidak sendirian. Dia berbalik dengan cepat dan melihat wanita berpakaian putih yang terlihat seperti hantu yang berdiri di depannya. Wanita itu tersenyum dengan senyum yang menakutkan, dan Rizal berteriak ketakutan.
__ADS_1
Dengan berani, dia memasuki gedung kosong itu, melawan dorongan takut yang kuat. Langkahnya ternyata membawanya ke ruangan yang gelap dan terbengkalai. Di sudut ruangan, dia melihat sepasang mata merah menerangi kegelapan. Dia mendekat dan melihat sosok hantu yang terduduk lemah di bangku, dengan wajah yang hancur dan memancarkan aura kehancuran.
Hantu itu mengangkat kepalanya, menatap Rizal dengan penuh pengertian. Dia memberikan pesan bisu melalui tatapannya, membebani Rizal dengan beban kesedihan dan penyesalan. Rizal merasakan getaran kuat dari hantu itu, dan dia tahu dia harus memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu.
Dengan tekad baru, Rizal kembali ke dunia nyata, meninggalkan bajaj tua yang menyeramkan di belakangnya. Dia memperbaiki segala kesalahan yang pernah dia lakukan dan berjanji pada dirinya sendiri untuk hidup dengan penuh kasih sayang dan pengertian.
__ADS_1
Kini, sebagai seorang fotografer terkenal, Rizal menghasilkan karya-karya yang memancarkan kehidupan dan keindahan. Dia mengumpulkan semua foto dari bajaj tua yang menyeramkan itu dalam sebuah pameran dan menceritakan kisahnya kepada dunia. Setiap kali seseorang melihat foto-foto itu, mereka merasakan kekuatan yang mendalam, menghargai kehidupan mereka sendiri, dan belajar dari kesalahan masa lalu.
Kisah bajaj tua yang seram itu telah berubah menjadi simbol harapan dan pengharapan. Bajaj itu tidak lagi menjadi benda angker, melainkan saksi bisu dari perjalanan Rizal dalam menemukan kehidupan yang lebih baik. Dan sejak itu, bajaj tua itu berdiri di sudut jalan yang sepi, menyambut kehadiran mereka yang ingin belajar dari kisah yang menakjubkan itu dan menemukan inspirasi di dalamnya.