Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)

Cerita Pendek Sebelum Tidur (Horror)
Rumah Tua Terkutuk


__ADS_3

Di dalam hutan yang lebat, terdapat sebuah rumah tua yang ditinggalkan. Sebagian besar penduduk desa menghindarinya, karena mereka percaya rumah itu terkutuk. Namun, Iskandar, seorang penulis muda dengan imajinasi yang liar, merasa tertarik dan tertantang dengan cerita-cerita seram yang berkeliaran tentang rumah itu.


Satu malam, Iskandar berani menelusuri lorong bawah tanah rumah tua itu. Namun, dia tidak menemukan apa pun yang menyeramkan atau menarik perhatiannya. Merasa kecewa, Iskandar ingin segera pergi, tetapi instingnya mengatakan ada sesuatu yang salah.


Tak lama kemudian, Iskandar menemukan sebuah tangga tersembunyi yang membawanya ke lantai atas rumah tua itu. Saat ia mencapai lantai atas, ia terkejut melihat sebuah ruangan kecil yang berisi tugu yang menjulang tinggi. Tugu itu terlihat sangat aneh, dengan ukiran berjejer yang sulit untuk diidentifikasi.


Tanpa diketahui, Iskandar telah terjebak dalam perangkap yang dirancang rumah tua ini dan sesuatu yang jahat mulai mempengaruhi pikirannya. Saat menjelajahi detil tugu tersebut, suara-suara bisikan misterius menghampirinya. Iskandar mencoba menyalakan lampu tetapi ternyata tidak terjadi apa-apa.


Tanpa sadar, Iskandar merasakan perubahan dalam dirinya. Pikirannya mendadak dipenuhi dengan kecemasan dan ketakutan yang tak terkendali. Namun, ia terus berkarya dengan menuliskan apa yang dirasakan dengan harapan dapat keluar dari kutukan ini.

__ADS_1


Saat malam semakin larut, aktivitas paranormal dalam rumah tua mulai meningkat. Iskandar merasa bahwa ada kekuatan lain di sana yang terus mencekik jiwanya. Dia kembali ke ruangan dengan tugu, mencoba mencari jawaban atas semua penderitaan ini.


Melalui tulisannya, Iskandar menemukan bahwa tugu itu memancarkan gelombang kegelapan dan ketakutan, mempengaruhi siapa pun yang berada di dekatnya. Iskandar tahu bahwa satu-satunya cara untuk mematahkan kutukan ini adalah menyingkirkan tugu itu.


Tapi bagaimana? Iskandar meyakini bahwa setiap pusaka memiliki kelemahan. Dia memutuskan untuk menyelidiki lebih jauh tentang asal-usul tugu tersebut. Setelah berhari-hari membuang tidurnya, Iskandar menemukan makam tua di belakang rumah itu.


Penuh dengan tekad yang kuat, Iskandar memutuskan untuk menghancurkan tugu itu dengan segala cara yang dia ketahui. Dia menyusun rencana yang rinci, mempersiapkan dirinya secara fisik dan mental untuk pertarungan dengan kekuatan jahat ini.


Pagi hari fajar tiba, Iskandar mengambil kembali jalan ke dalam rumah tua tersebut dan menuju ruangan di lantai atas. Dia mengamati tugu penuh ketakutan dan keberanian. Kemudian, dengan menggunakan perlengkapan yang telah dipersiapkannya, Iskandar memulai upayanya untuk menghancurkan tugu tersebut.

__ADS_1


Dalam semangat perjuangannya, tiba-tiba tugu itu mengeluarkan teriakan keras yang memenuhi seluruh rumah tua. Pikiran Iskandar kembali dipenuhi oleh suara-suara bisikan yang mengerikan. Dia hampir putus asa, tetapi tekadnya untuk memecah kutukan ini membuatnya terus berputar.


Hari demi hari berlalu, Iskandar terus mendekati tujuannya. Setiap kali ia mendekati tugu, gelombang energi jahat terus menghampirinya, mencoba melemahkannya. Namun, Iskandar bertahan dan mengikuti rencananya dengan tekun.


Hingga akhirnya, sebuah ledakan energi statis meletus dari tugu itu. Saat debu dan puing-puing tugu beterbangan, Iskandar merasa seolah-olah sebuah beban besar telah diangkat dari pundaknya. Keheningan mengisi seluruh rumah tua itu.


Iskandar kemudian turun dari lantai atas dengan perasaan kemenangan. Dia berhasil mematahkan kutukan yang membelenggunya selama ini. Misi selesai dan rumah tua itu tidak lagi menyimpan rahasia gelap.


Sejak itu, Iskandar menjadi terkenal karena keberaniannya menghadapi kekuatan jahat dalam rumah tua tersebut. Tulisannya tentang pengalamannya menjadi best-seller dan memenangkan penghargaan. Rumah tua itu sendiri tetap dibiarkan seperti itu, menjadi monumen sejarah yang mewakili kemenangan atas kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2